7 Alat Musik Gesek Tradisional dan Modern Beserta Contohnya

Kamu pasti sudah sering mendengar nama alat musik gesek tradisional maupun modern bukan? Tentu saja sudah mengetahui bahwa instrumen ini dimainkan dengan cara digesek menggunakan alat khusus yang menyerupai busur. 

Pada saat busur digesekkan ke senar, maka alat musik ini akan menghasilkan suara yang melodis dan mampu memberikan warna tersendiri terhadap musiknya.

Di Indonesia sendiri, tentu saja sudah banyak yang mengenal alat musik klasik ini seperti alat musik biola dan violin. Selain itu, Indonesia juga memiliki alat musik tradisional yang tidak kalah merdu dan tidak kalah hebat dari biola. 

Alat musik ini memiliki ciri khas atau karakteristik sendiri yang terdapat pada dawai atau senar, sebagai sumber suara yang disebut dengan kordofon.

Pada bagian belakang dawai terdapat ruang yang berfungsi sebagai resonator. 

Alat musik ini juga dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan cara memainkannya. Contohnya alat musik gesek, alat musik petik, alat musik pukul dan alat musik tiup. 

Alat musik ini juga memiliki bermacam bunyi khas yang berbeda-beda. Contohnya alat musik gesek tradisional dan alat musik gesek modern.

Pada zaman dahulu alat musik ini terbuat dari bahan kayu, kemudian bagian tengahnya dilubangi sebagai resonansi. Senarnya juga terbuat dari usus hewan seperti kambing.

Seiring dengan majunya perkembangan zaman, bahan baku untuk pembuatan alat musik ini bisa menjadi lebih modern. Ada yang memakai plastik dan hampir semua senarnya terbuat dari bahan sintetis. 

Mengikuti segala kebutuhan senar, alat musik ini bisa dibuat dari kawat perak ataupun kawat baja.

Alat musik tradisional ini sudah pasti sangat beraneka ragam. Keanekaragamannya tidak kalah dengan alat musik harmonis dan alat musik ritmis. 

Dimana alat musik ini memiliki ciri khas dan karakteristiknya yang dilatarbelakangi oleh budaya masing-masing. Meskipun sejumlah instrumen musik tradisional Indonesia bukan 100 & asli.

Yuk, kepoin juga: Sejarah Alat Musik Gambus

Contoh Alat Musik Gesek Tradisional

1. Alat Musik Arababu

Arababu
indonesiakaya.com

Arababu merupakan alat musik gesek tradisional yang berasal dari daerah Maluku di Indonesia.

Alat musik Arababu ini sekilas sangat mirip dengan Rebab yang berasal dari Arab. 

Alat musik ini pertama kali diperkenalkan oleh bangsa Arab pada saat melakukan perdagangan di Indonesia. 

Perbedaan antara alat musik Arababu dengan Rebab ini yaitu jumlah dawainya. Arababu memiliki 1 dawai sementara Rebab memiliki 2 dawai. Selain itu, ukuran Arababu lebih kecil daripada Rebab.

Pada zaman dahulu Arababu dibuat dengan menggunakan kayu dan bambu. Tapi pada saat ini, alat musik ini sudah banyak di modifikasi menggunakan batok kelapa untuk tempat resonansi dan bambu untuk merentangkan dawai atau senar. 

Cara memainkan Arababu juga sama dengan memainkan Rebab, yaitu dengan cara digesek pada senarnya menggunakan penggesek seperti busur. 

2. Alat Musik Gesek Tradisional Arbab

Alat Musik Arbab
romadecade.org

Arbab adalah alat musik gesek tradisional yang berasal dari Aceh, tepatnya di Sumatera. Biasanya alat musik ini dimainkan pada saat pagelaran hiburan rakyat. 

Arbab juga merupakan alat musik yang populer dan berkembang di Aceh Tengah Aceh Barat dan wilayah Pidie.

Alat musik ini terbuat dari batok kelapa dan kayu untuk merentangkan senarnya, sedangkan pada bagian senarnya terbuat dari serat rotan. 

Meskipun terlihat mudah, namun diperlukan keahlian khusus dan kepiawaian agar bisa menghasilkan nada yang sesuai.

3. Alat Musik Gesek Tradisional Erhu

Alat Musik Erhu
roots.gov.sg

Erhu adalah salah satu alat musik gesek tradisional dalam pertunjukan opera tradisional yang berasal dari Tiongkok. Memiliki suara yang unik dan khas sehingga alat musik ini sering disebut sebagai biolanya Tiongkok.

Keberadaan alat musik ini diketahui mulai dari Dinasti Tang yaitu pada abad ke-7 hingga abad ke-10 Masehi.

Pada saat itu alat musik ini sangat populer di kalangan masyarakat yang berada di barat laut Tiongkok.

Erhu memiliki bentuk yang sangat sederhana dengan panjang 80 cm apabila dibandingkan dengan alat musik lainnya. Karena alat musik ini mempunyai 2 senar yang digesek menggunakan busur. 

Biasanya para pemain alat musik ini memegang erhu dengan tangan kiri, kemudian tangan kanan untuk memegang penggesek.

Musik yang dimainkan erhu sangat ekspresif sehingga menghasilkan suara yang unik dan khas.

4. Alat Musik Haegeum

Alat Musik Haegeum
sumbernesia.com

Haegeum adalah salah satu alat musik tradisional yang berasal dari Korea. Alat musik ini termasuk salah satu jenis rebab yang diadopsi dari konsep alat musik rebab Cina. 

Alat musik ini bentuknya sangat unik, karena di bagian bawahnya terdapat kayu berbentuk silinder dengan bagian leher yang jenjang dan cukup menonjol. Dimana ukurannya lebih besar dibanding bagian lainnya.

Haegeum juga memiliki 2 senar yang dimainkan dengan cara digesek dengan menggunakan busur. Alat musik ini dimainkan dengan cara diletakkan di pangkuan sang pemain. 

Apabila dimainkan dengan cara digesek, maka haegeum akan menghasilkan nada sambung menyambung yang terdengar indah.

Alat musik ini memberikan kombinasi antara instrumen petik seperti alat musik gayageum dan geomungo akan terdengar merdu di telinga.

5. Alat Musik Keso-Keso

Alat Musik Keso-Keso
i0.wp.com

Keso-keso merupakan alat musik tradisional yang berasal dari wilayah Sulawesi Selatan. Alat musik ini memiliki suara yang khas.

Pada saat mendengar suara dari alat musik ini, maka kita akan merasa seolah-olah berada di tempat alat musik ini. 

Senar yang digunakan untuk menggesek keso-keso terbuat dari rambut hewan kuda. Sehingga menghasilkan suara khas dari alat musik ini. 

Cara memainkan alat musik ini diperlukan teknik khusus agar bisa menghasilkan nada-nada yang indah ketika didengar. 

6. Alat Musik Gesek Tradisional Lagia

Lagia
i0.wp.com

Alat musik Lagia adalah alat musik yang berasal dari daerah Sumatera Utara tepatnya dari Nias.

Walaupun namanya hampir menyerupai benda langit atau steroid, tapi bentuk pembuatan alat musik ini tidak ada kaitannya dengan benda langit. 

Alat musik ini terbuat dari kayu gelondongan. Pada bagian tengahnya, diberikan lubang untuk tempat resonansi dan kayu ini berbentuk silinder panjang untuk membentangkan senar.  Alat musik ini cuma memiliki 1 senar.

Cara memainkan alat musik ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan biola, karena cukup digesek menggunakan busur.

Biasanya alat musik ini diletakkan di lantai pada saat dimainkan, karena tempat resonansinya yang terbuat dari kayu itu sangat besar. 

7. Alat Musik Gesek Tradisional Sukong

Sukong
sudinpusarjakpus.jakarta.go.id

Sukong adalah alat musik yang berasal dari Betawi. Mempunyai kemiripan dengan Rebab, namun ukurannya lebih kecil.

Suara yang dihasilkannya juga jauh berbeda dari Rebab. Alat musik ini memiliki 2 senar dan memiliki nada dasar G. 

Alat musik ini biasanya sering dimainkan dalam berbagai pertunjukan seperti ondel-ondel dan juga pementasan lenong.

Karena sukong berfungsi sebagai alat musik melodi, sehingga alat musik ini bisa menghasilkan irama lagu-lagu Betawi seperti jali-jali dan kicir-kicir.

Sukong terbuat dari batok kelapa sebagai wadah resonansi dan kayu untuk membentangkan 2 senar.

Dalam sebuah pementasan gambang kromong, alat musik ini berada di posisi nada bass karena suara yang dihasilkan sangat rendah. 

Alat musik ini dimainkan dengan cara digesek menggunakan busur yang dawainya terbuat dari rambut kuda jantan berwarna putih keemasan. 

Contoh Alat Musik Gesek Modern

Setelah sekian banyak kita membahas bermacam alat musik gesek tradisional dari berbagai daerah yang ada di Indonesia, saatnya kita beralih ke alat musik gesek modern dari berbagai negara. Berikut ulasannya.

1. Alat Musik Biola

Biola

Alat musik gesek modern yang pertama adalah Biola, alat musik ini sangat populer di dunia karena sering dimainkan pada pertunjukan musik di acara-acara seperti Orkestra, Jazz, Pop dan musik Melayu. 

Alat musik modern ini memiliki 4 senar yang diatur secara rapi untuk menghasilkan nada yang sempurna pada saat digesek.

Biasanya biola disukai oleh kaum wanita, para pemain biola pada umumnya disebut sebagai violinist. 

2. Alat Musik Cello

Cello atau biasa dikenal dengan sebutan Violoncello adalah alat musik yang masih satu kelompok dengan Biola. Cello memiliki ukuran yang lebih besar daripada Biola tapi lebih kecil dari Contre Bass.

Alat musik ini dimainkan dengan cara diletakkan di lantai dan digesek dalam posisi berdiri. Cello sering dimainkan pada musik klasik yang terdapat di Eropa, tapi tidak di Indonesia karena sudah jarang dimainkan. 

Selain itu, alat musik ini juga menghasilkan bunyi yang tidak sesuai dengan model musik-musik tradisional Indonesia. Sehingga jarang dimainkan di Indonesia. 

3. Alat Musik Viola

Banyak yang beranggapan bahwa alat musik ini adalah Biola. Padahal perbedaan antara Viola dan Biola sangat jauh. Viola memiliki ukuran yang lebih besar daripada Biola, karena suara dihasilkannya lebih rendah. 

Viola memiliki nada yang dimulai dari C-G-D-A, sedangkan Biola memiliki nada yang dimulai dari nada terendah, yakni G-D-A-E.

Hal itulah yang membuat alat musik Viola memiliki nada suara yang lebih berat daripada Biola. 

Demikianlah pembahasan kita mengenai berbagai macam alat musik gesek. Baik itu segi tradisional maupun modern.

Semoga informasi ini bisa menambah wawasan dan bermanfaat untuk kita. Terima kasih

Leave a Comment

five × 5 =