Ekosistem Tundra

Pembahasan kali ini adalah mengenai ekosistem tundra. Jadi sebelum kita masuk ke pembahasan tersebut.

Kita mesti tahu dulu, apa sih ekosistem itu?

Agar lebih paham, yuk kita simak penjelasannya hingga akhir!

Ekosistem merupakan suatu hubungan ekologi yang terbentuk disebabkan adanya hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya.

Ekosistem juga bisa diartikan sebagai suatu tatanan kesatuan secara utuh serta menyeluruh antara unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.

Secara umum, ekosistem terbagi menjadi 2, antara lain :

Ekosistem Alami

ekosistem alami
pexels.com

Ekosistem alami ini adalah sebuah ekosistem yang terbentuk dengan sendirinya atau secara alami melalui proses alam yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama.

Berikut ini adalah contoh dari ekosistem alami :

1. Hutan hujan tropis

Sesuai dengan namanya hutan hujan tropis yaitu hutan yang memiliki iklim tropis dengan curah hujan mencapai 200 sampai 225 cm per tahun.

Ciri-ciri flora di tempat ini yakni memiliki pohon yang tinggi dan besar serta semak-semak yang rimbun.

Sedangkan fauna yang hidup di hutan ini juga beraneka ragam seperti harimau, babi jenis burung tertentu, kera, dan badak.

2. Hutan gugur

Hutan gugur yaitu jenis hutan yang memiliki iklim sub tropis. Untuk curah hujan di hutan ini mencapai 75 hingga 100 cm setiap tahun.

Ciri-ciri flora atau tumbuhan yang hidup di hutan ini yakni daunnya yang berguguran dan tidak lebat seperti hutan tropis.

Pohonnya pun berjauhan dengan satu sama lainnya.

Fauna yang hidup pada ekosistem gugur ini seperti hamster, beruang, dan jenis hewan yang berhibernasi saat musim dingin.

3. Padang rumput

Padang rumput yaitu jenis ekosistem yang memiliki iklim tropis dan subtropis. Untuk curah hujannya per tahun adalah mencapai 25 hingga 50 cm.

Flora yang hidup pada ekosistem ini yakni hamparan rumput luas dengan beberapa pohon yang tak terlalu tinggi.

Sedangkan fauna yang hidup di lingkungan ini umumnya termasuk hewan herbivora serta pemakan rumput seperti rusa, gajah, zebra dan kanguru.

Selain itu, ada pula hewan karnivora seperti harimau maupun singa.

4. Ekosistem air laut

Ekosistem air laut yaitu tempat dimana terkumpulnya atau terdapatnya seluruh aliran air. Secara umum air laut terasa asin.

Laut memiliki bagian terluas daripada permukaan bumi. Bagian lautan yang sangat luas tersebut biasanya disebut dengan samudera.

Di Dalam laut ada terumbu karang yang bisa hidup pada bagian laut yang dangkal yakni ketika matahari masih bisa masuk.

Sedangkan pada laut dalam dihuni oleh beberapa hewan pemakan bangkai maupun beberapa jenis ikan.

Untuk hewan yang hidup di laut sangat beraneka ragam seperti: paus, lumba-lumba, hiu, cumi-cumi, ubur-ubur, gurita, dan kerang.

5. Ekosistem padang pasir

Ekosistem ini merupakan ekosistem yang memiliki temperatur atau suhu tertinggi di bumi. Pada ekosistem ini tidak ada curah hujan.

Ciri-ciri tempat ini yaitu kering dan berpasir sehingga tumbuhan dan hewan yang bisa hidup di tempat ini yaitu jenis yang dapat menyimpan cadangan air, contohnya seperti kaktus dan unta.

6. Ekosistem kutub / tundra

Ekosistem kutub yaitu ekosistem yang ada di bumi dengan memiliki suhu terdingin.

Untuk suhu bumi yang paling rendah terletak di kutub utara dan selatan yakni Artik dan Antartika.

Ciri-ciri wilayah ini adalah dengan diselimuti oleh salju atau es yang beku karena teramat dinginnya.

Jenis tumbuhan yang dapat hidup ditempat ini yakni lumut, sedangkan untuk hewan yang hidup diantaranya pinguin, beruang kutub, dan rusa kutub.

7. Ekosistem danau

Danau yaitu cekungan besar yang terletak di kerak bumi yang diisi oleh air yang banyak.

Danau ini terbentuk karena diakibatkan beberapa hal seperti aktivitas gunung berapi dan sedimentasi.

Termasuk juga salah satu ekosistem air tawar. Untuk hewan yang dapat hidup di tempat ini adalah beberapa jenis ikan seperti : ikan mas, ikan gurame, ikan lele, udang, dan kepiting.

8. Ekosistem sungai

Sungai yaitu tempat mengalirnya air hingga menuju ke laut. Aliran sungai ini berasal dari dataran tinggi hingga ke dataran yang rendah.

Sungai juga termasuk sebagai salah satu ekosistem air tawar dan sehingga banyak jenis tumbuhan dan hewan yang bisa hidup di sungai serta pinggirannya.

Mengenai jenis fauna atau hewan yang dapat hidup di sungai yakni beberapa jenis ikan seperti gurame, lele, nila, kepiting, udang, dan keong.

Ekosistem Buatan

ekosistem buatan
pexels.com

Merupakan ekosistem yang terbentuk dikarenakan adanya campur tangan dari manusia atau sengaja dibuat oleh manusia.

Berikut ini adalah contoh dari ekosistem buatan:

1. Kebun binatang

Kebun binatang merupakan tempat untuk melestarikan beberapa jenis fauna supaya tidak punah.

Hewan yang ada lokasi ini ditempatkan ke dalam sebuah kandang yang sesuai dengan jenisnya.

Contohnya seperti jenis burung akan dibuatkan tempat atau kandangnya dengan bermacam-macam jenis secara terpisah.

Hal ini nantinya akan membuat pengunjung lebih leluasa untuk melihat-lihat.

2. Suaka margasatwa

Suaka margasatwa yaitu jenis ekosistem buatan yang sengaja dibuat supaya melindungi jenis flora dan fauna.

Tempat ini dibuat agar dapat menjaga interaksi antara kedua nya supaya tetap sinergis.

Untuk tempat ini lebih kompleks karena ada penyatuan diantara beberapa jenis hewan maupun tumbuhan.

3. Taman hutan raya

Taman hutan raya adalah ekosistem buatan manusia yang terdiri dari beberapa tumbuhan yang masih asli dan buatan dari manusia.

Tujuan taman ini adalah untuk menjaga kelestarian jenis tumbuhan yang cukup terbilang langka.

4. Taman safari

Pada umumnya taman safari ini hampir serupa dengan kebun binatang, hanya saja yang membedakan kalau hewan di tempat ini dibebaskan.

Sehingga tidak terkekang dan dipisahkan yang sesuai jenisnya dengan tembok yang tinggi.

Maka setiap pengunjung yang datang wajib menaiki mobil atau kendaraan yang sudah disiapkan.

5. Waduk

Waduk merupakan sejenis danau namun dibuat oleh manusia.

Pembuatan waduk bisa difungsikan sebagai tempat penyediaan air bagi penduduk setempat, irigasi di sawah, dan sebagian waduk dipakai untuk pembangkit listrik tenaga air.

Selain itu, Anda juga bisa mempelajari pembahasan selanjutnya mengenai aliran energi dalam ekosistem. Karena disana Genemil sudah menjelaskannya secara detail.

Pengertian Ekosistem Tundra

pengertian ekosistem tundra
alaskaconservation.org

Oke, lanjut saja kita ke pembahasan utama tentang ekosistem tundra yang masuk ke dalam kategori ekosistem alami dan secara detailnya masuk juga ke dalam kategori ekosistem gunung.

Berikut ini adalah beberapa pengertian dari tundra :

  • Tundra adalah suatu bioma yang mana pertumbuhan pohon mengalami keterlambatan karena disebabkan oleh rendahnya suhu lingkungan di sekitar. Ekosistem tundra juga sering disebut-sebut sebagai daerah tanpa pohon.
  • Tundra merupakan daratan tanpa pepohonan serta disebut juga sebagai padang lumut karena sebagian besarnya terdiri atas lumut.

Jadi intinya, ekosistem tundra adalah tempat dimana terjadinya hubungan timbal balik antara wilayah yang didominasi oleh es dengan makhluk hidup yang terdapat di sekitarnya.

Ciri dan Karakteristik Ekosistem Tundra

Berikut ini adalah beberapa ciri dan karakteristik dari ekosistem tundra :

  • Sebuah ekosistem yang sebagian besar wilayahnya ditutupi oleh es. Dimana tanahnya sebagian besar adalah batuan induk yang sudah mengalami sedikit pelapukan.
  • Biasanya pengembangan ekosistem ini tidak bisa bertahan lama. Rata-rata hanya bisa bertahan sekitar 30-140 hari.
  • Wilayah yang menjadi pembentukan ekosistem ini adalah wilayah yang mempunyai curah hujan rendah. Yaitu sekitar 100-250 mm/tahun.
  • Mempunyai musim dingin yang panjang yakni sekitar 9 bulan dan juga gelap. Sedangkan untuk musim panasnya hanya berlangsung dengan cepat yakni hanya 3 bulan dan terang.
  • Merupakan wilayah yang mempunyai kecepatan angin tinggi dan suhunya juga yang dingin. Dengan rata-rata suhu tertingginya hanya 10 derajat Celcius, sedangkan suhu terendahnya yaitu mencapai -35 derajat Celcius.
  • Wilayah yang mempunyai tanah yang bersifat permafrost yakni pada bagian bawah tanah yang membeku secara permanen.
  • Merupakan wilayah yang mempunyai setidaknya 20% dari daerah artik dari permukaan tanah bumi.
  • Jika dilihat dari segi keanekaragaman biotiknya yang rendah. Struktur vegetasinya sederhana, musim pertumbuhan dan reproduksinya sangat pendek.

Penyebaran Ekosistem Tundra

Setiap ekosistem tentunya mempunyai daerah penyebarannya sendiri dan sesuai dengan ketentuannya masing-masing.

Berikut ini adalah penyebaran ekosistem tundra yang dapat dilihat dari segi flora dan fauna :

Flora

  • Ekosistem ini dapat dijumpai di daerah rawa-rawa dengan ditumbuhi rumput teki, rumput kapas dan juga gundukan gambut.
  • Di ekosistem ini juga dapat dijumpai di daerah yang basah seperti di Greenland, yang mana terdapat di semak.
  • Selain bisa ditemukan pada daerah yang dingin maupun basah. Ekosistem ini juga dapat dijumpai di daerah yang kering dengan ditumbuhi oleh lumut, rumput-rumput teki dan beberapa tumbuhan yang mempunyai daun yang agak lebar.
  • Selanjutnya ekosistem ini juga dapat dijumpai di daerah lereng-lereng batu yang disana terdapat lumut kerak dan alga.

Fauna

  • Ekosistem ini dapat dijumpai pada hewan yang mempunyai bulu tebal, sehingga tubuhnya akan tetap merasakan hangat. Contohnya seperti hewan rusa kutub, bison kutub, beruang kutub, pinguin, singa laut, rubah, dan kelinci salju.
  • Selain terdapat hewan yang mempunyai bulu tebal, di ekosistem ini juga dapat ditemukan pada hewan unggas seperti burung elang dan burung hantu.
  • Tidak hanya yang di darat, ekosistem ini juga terdapat di air. Pada beberapa hewan yang terlibat dalam hal ini yaitu paus putih dan paus bertanduk.

Jenis Ekosistem Tundra

Setiap ekosistem mempunyai jenis dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar.

Berikut ini adalah jenis dari ekosistem tundra serta dampak positif dan negatif dari ekosistem ini.

Secara umum, ekosistem ini terbagi menjadi 2 yaitu :

1. Ekosistem tundra arktik

Bioma tundra arktik merupakan tundra yang sudah lama terbentuk di bumi mulai sejak zaman prasejarah.

Untuk perkiraan waktu terbentuknya tundra di arktik pertama kali yaitu sekitar 15.000 tahun yang lalu.

Tundra arktik ini juga disebut sebagai daerah yang paling muda atau yang paling baru terbentuk pada dataran bumi.

Biasanya ekosistem tundra di arktik ini bersuhu rendah dan ditutupi oleh salju di hampir sepanjang tahunnya.

Tundra arktik ini terletak di antara kutub utara.

2. Ekosistem tundra alpine

Bioma tundra alpine letaknya berada di atas permukaan pegunungan dengan memiliki ketinggian hingga mencapai titik tertinggi dengan memiliki suhu paling dingin di seluruh dunia.

Untuk kondisi tanah di sekitar tundra alpine ini sudah terkuras dan tidak mempunyai nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman.

Alasan inilah yang menjadikan tundra alpine menjadi mustahil untuk jenis-jenis pepohonan untuk dapat tumbuh dan berkembang biak.

Maka dari itu, ekosistem tundra alpine ini juga dikenal dengan kondisi tanahnya yang sangat kering. Vegetasi tundra alpine pun lebih didominasi oleh tumbuhan sejenis rumput alang-alang, lumut daun, perdu, dan lichen.

Yuk! simak pembahasan selanjutnya mengenai Ekosistem padang rumput.

Dampak Positif

  • Dengan adanya ekosistem ini, maka akan dapat meningkatkan hasil ikan salmon.
  • Ekosistem ini juga bisa digunakan sebagai tempat hidup untuk paus beluga dan juga paus narwhal.
  • Selain sebagai tempat hidup terhadap paus, ekosistem ini juga merupakan sebagai tempat tinggal bagi orang suku eskimo.
  • Sebagai tempat hidup bagi binatang yang memang hidup di wilayah yang dingin seperti: beruang kutub, rusa kutub, penguin dan lain sebagainya.

Dampak Negatif

  • Dengan hilangnya ekosistem ini akan berakibat dan berdampak buruk pada pemanasan global.
  • Adanya ekosistem ini juga bisa mengakibatkan hilangnya keanekaragaman hayati.

***

Demikianlah pembahasan mengenai materi ekosistem tundra yang dapat Genemil sampaikan. Mudah-mudahan dapat bermanfaat serta bisa menambah wawasan pengetahuan Anda.

Sekian dan terima kasih!

Leave a Comment

20 − 11 =