Hewan Yang Bertelur (Ovipar)

Mungkin sebagian dari kita sudah tidak asing lagi dengan istilah kata ovipar yang berarti hewan yang bertelur. Namun, mungkin ada juga yang sudah mengetahui, tetapi tidak secara detailnya.

Maksud dengan secara detail yakni, apa pengertiannya, ciri-cirinya, dan apa saja yang termasuk dalam golongannya?

Oleh sebab itu, melalui kesempatan kali ini Genemil akan sedikit memberikan penjelasan mengenai hewan yang bertelur atau ovipar.

Supaya Anda semua mengetahui lebih jauh mengenai hewan yang beranak melalui telur.

Gak pake lama, langsung saja kita masuk ke pokok pembahasannya.

Istilah Hewan Yang Bertelur

Hewan yang bertelur biasa biasanya disebut juga dengan hewan ovipar, dan berkembang biak di dalam telur dengan memanfaatkan cadangan makanan yang terdapat di dalam telur tersebut.

Merupakan hewan yang embrionya berkembang biak di dalam telur.

Setelah induknya mengeluarkan telur tersebut, maka biasanya sang induk akan mengerami telur tersebut sampai menetas dan menghasilkan spesies baru yang masih satu jenis dengan induknya.

Ciri-Ciri Hewan Yang Bertelur (Ovipar)

Tidak cuma burung, ada pula kelompok hewan yang bisa bertelur yakni seperti kelompok amfibi, reptil, ikan, dan kelompok invertebrata seperti serangga.

Namun terdapat beberapa spesies contoh hewan mamalia yang juga bisa bertelur, contohnya seperti platipus dan beberapa kelompok monotremata lainnya.

Hewan platipus bisa menghasilkan telur dan apabila telurnya menetas, maka anaknya akan menyusui karena platipus memiliki kelenjar susu.

Hewan ovipar merupakan hewan yang pada pergiliran keturunannya (siklus hidup) adalah dengan menghasilkan telur. Telur tersebut adalah berupa cangkang yang melindungi embrio di dalamnya dan nantinya akan berkembang menjadi individu baru.

Telur itu sendiri berasal dari pembuahan (fertilisasi) antara ovum dan sperma. Kemudian telur yang sudah dikeluarkan bisa dierami oleh induknya dan disimpan pada tempat tertentu supaya bisa menetas.

Bentuk Pembuahan

Ada 2 bentuk pembuahan atau fertilisasi yakni :

  1. Fertilisasi Internal : Fertilisasi yang terjadi di dalam tubuh. Contohnya terjadi pada hewan yang hidup di darat.
  2. Fertilisasi Eksternal : Fertilisasi yang terjadi di luar tubuh. Contohnya pada hewan air dan amfibi.

Supaya lebih jelas terkait hewan bertelur, berikut ini Genemil memberikan ciri-ciri hewan bertelur :

  • Tidak memiliki kelenjar susu serta tidak menyusui anaknya.
  • Termasuk ke dalam kelompok hewan vertebrata (selain mamalia) dan invertebrata.
  • Fertilisasi bisa terjadi di dalam maupun di luar.
  • Memiliki organ reproduksi yang sederhana.
  • Menghasilkan ova (tunggal: ovum) atau sel telur dengan jumlah yang lebih banyak.
  • Ovum dapat berkembang dan membentuk lapisan cangkang pelindung.
  • Telur tersebut dapat berkembang di luar tubuh induknya.
  • Memiliki ovum (sel telur) yang kaya akan kuning telur.
  • Mempunyai kemampuan membuat sarang untuk inkubasi telur.
  • Tidak memiliki daun telinga.

Beberapa sumber juga memasukkan salah satu ciri hewan bertelur yaitu tidak memiliki daun telinga. Memang, bila melihat fakta bahwa banyak hewan vertebrata yang termasuk mamalia pasti memiliki daun telinga yang berfungsi mengumpulkan suara.

Sedangkan kelompok vertebrata bertelur dan invertebrata ini tidak memiliki daun telinga. Ada kemungkinan alasan dari tidak berkembangnya daun telinga pada hewan ini adalah karena mereka lebih mengandalkan alat indra lain.

Seperti penciuman dan deteksi suhu (reptil), rangsangan getaran atau gelombang bunyi (invertebrata), penglihatan (kelompok aves). Sedangkan pada platipus menggunakan paruhnya sebagai organ sensori.

Contoh-Contoh Hewan Ovipar

Jika kita sudah mengetahui tentang pengertian dan ciri-ciri tentang hewan ovipar secara detail. Alangkah baiknya apabila kita juga mengetahui apa saja sih yang termasuk jenis-jenis hewan ovipar itu.

Nah, dibawah ini akan Genemil memberikan contoh dan penjelasannya terkait hewan ovipar :

Hewan Yang Bertelur

1. Ayam

ayam hewan ovipar
pixabay.com

Ayam merupakan sejenis hewan unggas yang seringkali dijadikan manusia sebagai hewan ternak atau hewan peliharaan dan bahkan konsumsi.

Karena hewan yang satu ini mempunyai berbagai manfaat untuk kehidupan manusia. Namun ada juga yang sering dimanfaatkan oleh manusia telur dan dagingnya.

Perkawinan silang ayam telah menghasilkan berbagai macam jenis ayam yang berkembang muka bumi ini. Biasanya ayam yang paling terkenal dan yang sering dipelihara oleh manusia yakni ayam petelur.

Kemudian ayam peliharaan sering dikawinkan dengan ayam hutan agar menghasilkan jenis ayam bekisar.

Di tahun 2003 jumlah populasi semua jenis ayam di dunia adalah berjumlah 24 miliar ekor. Encyclopaedia juga mengatakan bahwa jumlah ini lebih besar daripada jumlah seluruh jenis burung yang hidup di dunia.

Ayam memiliki dua sumber protein dalam tubuhnya, yakni terletak pada telur dan dagingnya.

Sebagai hewan peliharaan, ayam mempunyai kemampuan beradaptasi dengan sangat baik dan juga sangat termasuk hewan adaptif.

Boleh dikatakan sebagai hewan yang dapat hidup diberbagai habitat, dengan syarat tempat tersebut memiliki sumber makanan untuk ayam.

2. Angsa

angsa hewan ovipar
pixabay.com

Angsa merupakan sejenis hewan unggas yang hidup mempunyai habitat utama di air. Hewan ini berasal dari genus Cygnus dan termasuk burung terbesar dari keluarga anatidae. Sekaligus sebagai salah satu burung yang mempunyai kemampuan berenang dan juga dapat terbang.

Spesies terbesar dari spesies angsa ini adalah antara lain angsa putih, angsa trompet dan angsa whooper.

Angsa ini mempunyai panjang hingga mencapai 60 inci dan memiliki berat badan sekitar 50 pound. Selain itu, angsa jenis ini juga memiliki leher yang panjang dan terdapat selaput pada kakinya.

Untuk angsa yang sudah dewasa memiliki ciri khusus, yakni mata dan paruhnya tidak tertutupi oleh bulu. Akan tetapi, spesies angsa jantan mirip dengan spesies angsa betina dalam menunjukkan sifat dimorfisme seksual.

Pada umumnya angsa jantan mempunyai ukuran tubuh lebih besar dibandingkan angsa betina.

Angsa umumnya hidup di daerah dengan memiliki iklim tropis sedang dan jarang berada di daerah tropis. Lima jenis angsa tersebar di bumi bagian utara dan satu jenis hidup di Negara Australia, kemudian sisanya tersebar di seluruh Benua Amerika.

Hewan ini juga termasuk dalam keluarga hewan pemakan daging (Herbivora). Meski angsa juga sering memakan hewan-hewan akuatik kecil yang hidup pada sekitar habitatnya. Hewan ini dapat hidup di wilayah perairan maupun hidup di darat.

3. Bebek

bebek hewan ovipar
pixabay.com

Bebek juga biasanya disebut sebagai itik dan merupakan hewan ovipar selanjutnya. Itik (bebek) ini adalah golongan burung yang memiliki ukuran tubuh lebih kecil dibanding angsa.

Bebek dapat tinggal di darat maupun di permukaan air, akan tetapi bebek lebih banyak ditemukan pada perairan air tawar.

Bebek mempunyai bentuk tubuh yang berlekuk, lebar dan mempunyai leher yang relatif panjang. Mempunyai paruh berbentuk lebar dan lurus kedepan. Untuk jenis bebek pemakan ikan, memiliki paruh yang lebih panjang serta lebih kuat dibandingkan bebek biasa.

Hewan ini memakan berbagai jenis makanan seperti rumput, cacing, serangga, ikan tanaman air dan lainnya. Pada bebek laut dan bebek penyelam mereka mencari makanannya di dalam air.

Untuk memudahkan menyelam, mereka memiliki massa yang lebih besar.

4. Burung Puyuh

burung puyuh hewan ovipar
pixabay.com

Hewan ovipar selanjutnya adalah burung puyuh yang mana memiliki ukuran tubuh menengah bahkan bertubuh kecil. Burung puyuh ini merupakan hewan unggas yang kecil namun mempunyai perut yang gemuk.

Umumnya burung puyuh ini merupakan hewan yang tergolong ke dalam hewan pemakan biji-bijian. Selain sebagai pemakan biji-bijian, burung puyuh ini juga memakan berbagai serangga dan hewan kecil yang terdapat di sekitarnya.

Hal ini dikarenakan paruh burung puyuh cocok bagi hewan pemakan biji-bijian.

Burung puyuh ini membuat sarang dan tinggal di atas permukaan tanah. Namun, jangan salah burung puyuh juga termasuk burung yang memiliki kemampuan untuk terbang dengan cepat.

Akan tetapi, dengan jarak terbang tidak terlalu jauh, dan tidak seperti burung yang lainnya.

5. Ikan

ikan hewan ovipar
pixabay.com

Ikan merupakan hewan yang termasuk ke dalam golongan vertebrata poikilotermik (hewan berdarah dingin). Untuk habitat utama ikan yaitu di dalam air, baik itu di air tawar maupun air laut. Karena ikan ini memiliki alat pernapasan utama berupa insang.

Hewan vertebrata yang satu ini memiliki banyak jenis spesies, dengan mempunyai jumlah 27.000 spesies. Ikan mempunyai beberapa ukuran tubuh, mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar.

Ada juga hewan air lainnya yang dianggap sebagai golongan ikan, yakni seperti cumi, ikan duyung dan ikan paus.

6. Katak

katak hewan ovipar
pixabay.com

Selain hewan yang berkembang biak dengan secara ovipar (bertelur), katak juga termasuk sebagai hewan amfibi. Makanan utama dari katak ini adalah serangga maupun hewan kecil lainnya.

Jika berada di air hewan ini memiliki keahlian berenang yang baik dan ketika di darat katak bergerak dengan melompat.

7. Penyu

penyu hewan ovipar
pixabay.com

Penyu merupakan sejenis kura-kura yang hidup di laut, dan hewan ini dapat ditemui di seluruh samudera di dunia.

Menurut pernyataan dari ilmuwan, penyu ini telah ada sejak zaman juta, dan sesuai dengan dinosaurus yakni sekitar 145-208 juta tahun yang lalu.

Penyu mengalami siklus bertelur dengan beragam, dan hanya 208 tahun sekali. Untuk spesies jantan sendiri hanya menghabiskan umurnya di dalam laut. Sedangkan spesies betina sesekali mampir ke pantai untuk bertelur.

Untuk pantai yang disinggahi oleh penyu betina yaitu pantai yang sepi dan berpasir.

8. Capung

capung hewan ovipar
pixabay.com

Capung merupakan kelompok serangga yang tergolong ke dalam bangsa odonata dan yang hewan jenis serangga jenis ini tinggal dan menghabiskan waktunya di daerah air. Untuk tempat mereka menyimpan telur dan untuk mencari makanan setiap hari.

Hewan ini menyebar luas di daerah perhutanan, kebun, sawah, pekarangan rumah sampai daerah perkotaan. Capung mempunyai beberapa jenis yang termasuk sebagai hewan yang mampu terbang dengan kuat.

Beberapa jenis capung lainnya mempunyai habitat utama di daerah yang sempit.

9. Cicak

cicak hewan ovipar
pixabay.com

Hewan ovipar yang berikutnya yaitu cicak, yang mana sering kita jumpai ketika malam hari di dinding rumah kita. Cicak ini juga termasuk ke dalam hewan insektivora yang makanannya adalah nyamuk, dan hewan kecil lainnya.

Hewan ini juga mempunyai kelebihan dalam memutuskan ekornya ketika merasa terancam.

10. Tokek

tokek hewan ovipar
pixabay.com

Tokek merupakan saudara dekat dengan cicak, karena memiliki bentuk tubuh yang hampir sama. Hanya saja yang membedakannya adalah ukuran dan warnanya. Hewan tokek juga termasuk sebagai hewan reptil yang hidup disekitar kita.

Tokek mempunyai suara yang nyaring, dan biasanya tokek tinggal di tempat-tempat yang sempit.

11. Kadal

kadal hewan ovipar
pixabay.com

Kadal termasuk dalam keluarga hewan reptil yang memiliki hubungan dekat dengan tokek dan menangkap makanannya dengan menggunakan lidahnya yang panjang.

Hewan ini memiliki ciri-ciri bertubuh kecil dan memiliki sisik pada tubuhnya.

12. Lebah

lebah hewan ovipar
unsplash.com

Lebah juga termasuk dalam keluarga serangga yang hidup secara berkelompok. Selain itu, lebah ini juga mempunyai berbagai manfaat untuk kehidupan manusia dan tumbuhan.

Lebah ini sendiri tinggal di sarang yang dibuatnya, dan umumnya membuat sarang di atas pohon, atas bukit atau bahkan di setiap atap rumah.

13. Kumbang

kumbang hewan ovipar
pixabay.com

Kumbang merupakan salah satu hewan yang termasuk ke dalam golongan serangga membentuk ordo coleoptera. Dimana kumbang ini juga termasuk hewan yang mempunyai sayap dan hewan yang mampu terbang.

Namun kumbang tidak dapat terbang dalam waktu yang lama dan juga tidak tinggi, layaknya burung.

14. Kura-Kura

kura kura hewan ovipar
unsplash.com

Kura-kura merupakan hewan berkaki empat yang mempunyai sisik pada tubuhnya dan hewan ini juga termasuk sebagai hewan reptil.

Hewan ini memiliki batok yang keras di bagian atas tubuhnya dan digunakan kura-kura untuk bersembunyi ketika dirinya merasa terancam.

Batok kura-kura ini terdiri atas dua bagian, batok bagian atas adalah karapas untuk menutupi punggung. Kemudian bagian batok bawah adalah plastron untuk menutupi perut kura-kura. Bagian luar batok tersebut berupa sisik-sisik yang besar dan mempunyai tekstur yang keras.

15. Nyamuk

nyamuk hewan ovipar
unsplash.com

Nyamuk merupakan hewan yang termasuk dalam serangga yang tergolong pada ordo diptera. Pada nyamuk betina mempunyai mulut yang membentuk proboscis panjang untuk dapat menembus kulit mangsanya dan menghisap darahnya.

Karena nyamuk ini sendiri adalah salah satu serangga penghisap darah.

16. Buaya

buaya hewan ovipar
unsplash.com

Hewan ovipar berikutnya yaitu buaya, dan selain hewan ovipar buaya juga termasuk sebagai hewan reptil. Umumnya buaya mempunyai habitat seperti di air tawar, danau, rawa dan lahan yang lembab.

Namun ada sebagian buaya yang hidup di daerah perairan air payau seperti danau muara.

Buaya juga termasuk kedalam golongan hewan buas dan pemakan daging (karnivora). Makanan utama hewan ini yaitu hewan-hewan yang mempunyai tulang belakang. Terkadang juga memakan reptil, mamalia, moluska, krustasea, bahkan manusia sekalipun.

17. Kepiting

kepiting hewan ovipor
unsplash.com

Kepiting merupakan hewan anggota dari krustasea yang mempunyai kaki sepuluh. Hewan ini bisa ditemukan di semua benua yang ada di dunia. Memiliki berbagai jenis, ada yang hidup di laut, air tawar dan juga daratan.

Hewan kepiting mempunyai ukuran badan yang beraneka macam, ada dari yang terkecil sampai yang terbesar. Sejatinya kepiting mempunyai lima pasang kaki, dan salah satu kakinya dipakai sebagai capit. Namun, tidak semua kepiting begitu, ada juga sebagian kecil yang berbeda.

18. Kupu-Kupu

kupu kupu hewan ovipar
unsplash.com

Kupu-kupu merupakan hewan yang termasuk ke dalam golongan serangga dari ordo lepidopetra atau serangga yang bersayap sisik. Ketika kupu-kupu sedang beristirahat atau hinggap, maka dia akan selalu menegakkan sayapnya dengan membentangkannya.

Biasanya kupu-kupu biasanya mempunyai sayap yang indah dan dihiasi dengan berbagai warna. Namun, setiap kupu-kupu tidak mempunyai warna sayap yang sama.

Karena hal ini disebabkan adanya perbedaan jenis dan habitat kupu-kupu tersebut.

19. Tawon

tawon hewan ovipar
unsplash.com

Tawon merupakan sejenis serangga yang lebih dikenal karena suka menyengat apabila merasa terancam oleh makhluk lain.

Serangga ini termasuk kedalam golongan ordo hymenoptera, sama dengan semut dan lebah. Namun, terkadang orang-orang awam sering menyamakan antara tawon dengan lebah.

Untuk jumlah spesies tawon yang hidup di dunia dan yang sudah diketahui manusia yakni sekitar 75.000 spesies.

Dimana sebagian besar tawon hidup sebagai hewan parasit, yakni dengan menaruh telur mereka pada tubuh hewan lainnya. Tawon bisa ditemukan di seluruh penjuru dunia, terkecuali daerah yang terlalu panas.

20. Kalkun

kalkun hewan ovipar
pixabay.com

Hewan kalkun merupakan sebutan bagi jenis burung yang memiliki ukuran tubuh yang besar. Spesies kalkun ini termasuk ke dalam golongan galliformes genus meleagris.

Pada umumnya kalkun betina mempunyai ukuran lebih kecil dibandingkan kalkun jantan, dan juga tidak memiliki variasi warna pada bulunya.

Kalkun liar yaitu hewan yang diburu di Negara Amerika Utara dan wilayah sekitarnya. Namun, kalkun jenis ini tidak sama dengan kalkun yang sering kita temui. Untuk kalkun jenis ini termasuk sebagai salah satu hewan yang gesit dan hewan yang dapat terbang.

21. Platipus

platipus hewan ovipar
unsplash.com

Platipus merupakan hewan mamalia yang bertelur di air yang sampai kini belum punah. Hewan ini bisa ditemui hidup secara berkoloni di wilayah perairan Timur Benua Australia.

Walaupun hewan ini berkembang biak dengan cara bertelur, hewan semi akuatik ini termasuk sebagai mamalia karena memiliki kelenjar susu dan menyusui anaknya.

Bentuk dari tubuh Platipus pada bagian paruh dan kakinya hampir mirip dengan bebek, sudah tidak aneh lagi bila hewan ini mempunyai julukan duck-billed.

22. Ekidna

ekidna hewan yang bertelur ovipar
pixabay.com

Sama halnya seperti Platypus, hewan mamalia yang bertelur di dalam tanah lainnya sampai saat ini masih hidup yakni Ekidna. Ekidna (babi berduri) merupakan spesies hewan endemik Papua dan Australia.

Untuk bentuk hidungnya hampir sama seperti hidung babi, tetapi bulu di tubuhnya sangat kaku dan tajam seperti landak.

Ekidna ini juga termasuk hewan mamalia karena mempunyai kelenjar susu. Namun, berkembang biak dengan cara bertelur beranak. Untuk nama Ekidna ini sendiri diambil dari nama monster dalam mitologi Yunani kuno.

23. Sesilia

sesilia hewan yang bertelur ovipar
digitalkesehatanglobal.blogspot.com

Sesilia juga termasuk sebagai hewan amfibi yang dapat berkembang biak dengan cara bertelur. Perlu diketahui, hewan ini juga tergolong sebagai salah satu hewan yang langka.

Untuk hewan jenis ini dihuni di wilayah yang lembab. Ada satu ciri khas hewan ini, yakni mempunyai bentuk tubuh mirip ular, namun ukurannya masih lebih kecil dari Sesilia.

24. Axolotl

axolotl hewan yang bertelur ovipar
pexels.com

Apakah Anda sudah pernah melihat jenis hewan Axolotl ini? Tentunya kebanyakan orang masih belum tahu tentang keberadaan hewan ini.

Axolotl sendiri merupakan sekelompok hewan yang sering menghabiskan waktunya di dalam air. Pada umumnya Axolotl atau disebut juga dengan nama Salamander mempunyai tubuh yang berwarna putih unik.

Karena warna tersebut yang membuat banyak orang tertarik untuk memelihara hewan seperti Axolotl ini.

25. Salamander

salamander hewan yang bertelur ovipar
pexels.com

Selanjutnya contoh hewan amfibi yang berkembang biak dengan cara bertelur yaitu hewan salamander.

Tentunya Anda sudah tidak asing lagi dengan hewan yang satu ini. Yap, Salamander merupakan salah satu jenis hewan amfibi yang memiliki tubuh hampir sama dengan tokek dan katak.

Hewan ini dapat berkembang biak dengan cara bertelur, dan habitat mereka adalah di wilayah yang lembab seperti di rawa-rawa.

Tak heran lagi kalau Salamander jarang ditemukan karena lebih banyak menghabiskan waktunya di daerah yang berair.

26. Ular

ular hewan yang bertelur ovipar
pexels.com

Mayoritasnya spesies ular dapat berkembang biak dengan cara bertelur dan kemudian telur-telurnya tersebut ditinggalkan ketika selesai dikeluarkan.

Namun untuk spesies seperti king cobra akan membuat sarang untuk telur-telurnya dan bahkan tinggal di wilayah dekat inkubasi berlangsung.

Beberapa jenis ular merupakan ovovivipar, dan mereka menyimpan telur kedalam tubuh mereka sampai sesaat sebelum ditetaskan.

Untuk masa inkubasi telur ular ini adalah antara sekitar 58-62 hari. Jika sudah menetas, maka bayi-bayi ular akan tetap berada di dalam telur selama beberapa hari untuk dapat menyerap nutrisinya.

27. Laba-Laba

laba laba hewan yang bertelur ovipar
pexels.com

Laba-laba betina bisa menelurkan sampai 3000 buah hanya dalam sekali atau lebih kantung yang dijalinnya dalam mewadahi telur-telurnya.

Kantung tersebut berperan untuk menjaga kelembapan telurnya. Pada beberapa spesies, untuk laba-laba betina bakal mati usai bertelur.

Namun untuk beberapa spesies lainnya akan melindungi kantong tersebut dengan menggantungnya di jaring yang sudah mereka buat, atau menyimpannya di dalam sarang.

28. Burung Unta

burung unta hewan yang bertelur ovipar
pexels.com

Burung unta merupakan spesies burung terbesar yang hidup sekarang ini, dia juga mempunyai telur terbesar dari seluruh jenis burung yang ada di dunia.

Hewan burung unta ini bisa menghasilkan sekitar 20 telur. Kemudian telur-telur tersebut akan dierami oleh burung unta betina pada siang hari dan oleh sang jantan ketika malam hari.

Untuk masa lama inkubasinya adalah sekitar 35-45 hari dan tergolong singkat jika dibandingkan dengan spesies burung lainnya.

29. Mola-Mola

mola-mola hewan yang bertelur ovipar
scubadiverlife.com

Mola-mola betina bisa memproduksi telur paling banyak diantara hewan vertebrata lainnya. Bahkan bisa sampai 300 juta telur hanya dalam sekali waktu.

Ketika telur-telurnya dikeluarkan di dalam air, maka mereka akan fertilisasi secara eksternal dengan sperma si jantan tersebut.

Anak mola-mola bisa tumbuh sampai 60 kali ukuran mereka ketika dilahirkan dan merupakan ukuran pertumbuhan yang paling ekstrim diantara hewan lainnya yang bertulang belakang.

30. Naga Air

naga air hewan yang bertelur ovipar
pexels.com

Ketika musim semi, naga air betina akan menggali lubang sedalam 10-15 cm kemudian menaruh 6 sampai 18 telur di dalamnya. Sarangnya tersebut dapat berupa pasir atau tanah lembek dan di wilayah yang terbuka dan terpapar oleh sinar matahari.

Untuk suhu sarangnya sendiri akan menentukan jenis kelamin naga air tersebut. Kemudian setelah anak-anaknya menetas, maka induknya akan tinggal di dekat sarang sebelum kembali pulang.

31. Dinosaurus (Sudah Punah)

dinosaurus hewan yang bertelur ovipar
pixabay.com

Semua telur dinosaurus merupakan amniotic, yang berkulit keras serta terbuat dari kalsium karbonat. Biasanya telur-telur mereka ditaruh di dalam sebuah sarang.

Beberapa spesies juga dierami oleh dinosaurus jantan. Waktu untuk inkubasi dinosaurus sendiri adalah berkisar antara 3-6 bulan.

Untuk ukuran telur mereka bermacam-macam, yang terkecil yakni sepanjang 30 cm dan lebar 25 cm. Sedangkan telur dinosaurus terbesar yang ditemukan mempunyai panjang 70 cm dan berasal dari Cina.

Masih ada banyak lagi hewan-hewan bertelur lainnya yang belum Genemil sebutkan di sini. Namun Genemil yakin Anda pasti sudah dapat membayangkan atau mengingat-ingat materi yang Anda dapat ketika belajar biologi di sekolah dasar.

Daftar diatas hanya berniat sedikit menyegarkan ingatan Anda.

Demikianlah penjabaran dan pengertian tentang hewan ovipar, mudah-mudahan dapat dipahami semuanya. Semoga artikel yang Genemil tuliskan ini dapat bermanfaat bagi Anda yang telah membacanya.

Cukup sekian dan terima kasih!

Leave a Comment

sixteen − fourteen =