Kebudayaan Dongson

Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan kebudayaan Dongson itu?

Menurut Wikipedia, Kebudayaan ĐôngSơn adalah kebudayaan zaman Perunggu yang berkembang di Lembah Sông Hồng, Vietnam.

Agar lebih paham secara lengkap, yuk kita simak pembahasan berikut ini!

Sejarah Kebudayaan Dongson

Sejarah Kebudayaan Dongson
goexplorevietnam.com

Dimana kebudayaan ini juga berkembang di Asia Tenggara dari tahun 1000 SM hingga 1 SM termasuk pula di Nusantara.

Disamping itu, kebudayaan Dongson mulai berkembang di wilayah Indochina di era peralihan, yakni dari periode Mesolitik dan Neolitik sampai ke periode Megalitik.

Pengaruh dari kebudayaan Dongson ini berkembang sampai ke Nusantara yang akhirnya dikenal dengan sebutan masa kebudayaan Perunggu.

Secara keseluruhan kebudayaan Dongson bisa dinyatakan sebagai hasil dari karya kelompok bangsa Austronesia. Terutama yang menetap di pesisir Annam, dimana berkembang pada abad ke-5 hingga ke-2 SM. Kebudayaan ini juga diambil dari nama situs Dongson di Thanh hoa.

Sedangkan masyarakat Dongson ini sendiri merupakan masyarakat petani dan peternak yang cukup handal. Sebab mereka juga terampil dalam hal menanam padi, memelihara babi dan kerbau hingga memancing.

Mereka juga menetap seperti di :

  • Pematang-pematang pesisir
  • Terlindung dari bahaya banjir
  • Rumah panggung besar yang atapnya melengkung lebar dan menjulur menaungi emperan.

Selain hal bertani, mereka juga dikenal sebagai masyarakat pelaut, dan nggak hanya nelayan saja. Melainkan juga pelaut yang melayari semua Lautan China, kemudian sebagian pula lautan selatan menggunakan perahu yang panjang.

Awal Mula kebudayaan Dongson

Sebenarnya awal mulanya kebudayaan ini adalah dari evolusi kebudayaan Austronesia. Sebab asal usulnya sendiri sudah dicari dari Barat. Bahkan ada yang berpendapat bahwa kelompok tersebut sampai ke Dongson melewati Asia Tengah yang bukan lain merupakan bangsa Yue-tche.

Bangsa Yue-tcheyang ini sendiri adalah orang-orang barbar yang muncul sekitar abad ke-8 SM di barat daya China.

Akan tetapi, pendapat tersebut sama halnya oleh pendapat yang mengaitkan Dongson dengan kebudayaan Halstatt yang bahwasanya masih diragukan kebenarannya.

Sebagai asumsi bahwasanya benda-benda perunggu di Yunnan dengan benda-benda yang ditemui di Dongson. Walaupun wajib dibuktikan apakah benda-benda tersebut dibuat oleh kelompok dari Barat berdasarkan periode pembuatannya.

Jadi, bisa menentukan apakah benda tersebut merupakan model untuk Dongson ataupun cuma tiruan-tiruannya saja.

Apabila memang dugaan tersebut benar, maka hal ini dapat menjelaskan bahwa penyebaran kebudayaan Dongson sampai ke Dataran Tinggi Burma.

Selain itu, dengan adanya pengaruh China yang berkembang pesat, hal ini ikut mempengaruhi Kebudayaan Dongson. Apalagi dengan adanya ekspansi penjajahan China yang turun ke perbatasan-perbatasan Tonkin.

Hal tersebut bisa dilihat melalui motif-motif hiasan Dongson yang memberikan model benda-benda perunggu China di era kerajaan-kerajaan Pendekar.

Sehingga hal itulah yang menjadikan sumber utama seni Dongson yang berkembang hingga penjajahan Dinasti Han dengan merebut Tonkin di tahun 111 SM.

Meski begitu, kemudian kebudayaan Dongson memengaruhi kebudayaan Indochina selatan, yakni terutama kesenian Cham.

Ada juga yang berpendapat ternyata kebudayaan ini memperoleh pengaruh Hellenisme lewat model-model yang datang melalui arah selatan. Dimana Fu-nan ini sebagai kerajaan besar Indochina yang pertama kali mendapat pengaruh India.

Akan tetapi, pendapat ini tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Ciri-Ciri Kebudayaan Dongson

Nah, adapun beberapa ciri-ciri kebudayaan Dongson adalah sebagai berikut :

  • Sebuah kebudayaan yang berasal dari Vietnam.
  • Masa ini terjadi di zaman perunggu.
  • Kebudayaannya yang sudah mampu mengolah logam perunggu.
  • Masyarakatnya yang hidup dengan bertani dan berternak.
  • Hidup secara sedenter (tempat tinggal telah tetap).

Perkembangan Kebudayaan Dongson di Indonesia

Dimana kebudayaan Dongson mulai berkembang di wilayah Indochina di era peralihan, yakni dari periode Mesolitik dan Neolitik sampai ke periode Megalitik.

Sekitar 1000 SM hingga 1 SM kebudayaan Dongson berkembang sampai ke Negara Indonesia yang dikenal sebagai peradaban masa kebudayaan Perunggu.

Lewat penemuan tersebut bisa didapatkan berbagai macam benda-benda dari zaman kebudayaan DongSon. Benda-benda tersebut merupakan penemuan penting, karena benda tersebut terbuat dari bahan logam yang ditemui di beberapa wilayah Indonesia.

Lalu, pada Budaya perunggu sendiri juga hampir sama dengan gaya Dong Son yang mulai menyebar luas sampai ke kawasan wilayah Asia Tenggara hingga beberapa daerah kepulauan Indonesia.

Misal penemuannya seperti nekara, dimana menunjukkan adanya sebuah pengaruh yang sangat kuat.

Lalu, mulai muncul lagi penemuan-penemuan benda perunggu lainnya yang pada saat itu ditemukan di wilayah Dong Son dan ada pula berbagai kuburan melalui hasil penemuan tersebut.

Contohnya seperti daerah di wilayah Vie Khe, Lang Cha dan berikutnya adalah di wilayah Lang Var.

Untuk satu neraka sendiri mempunyai besar dengan berisi 96 mata bajak dan perunggu bercorang.

Adapun nekara ditemukan di wilayah Indonesia adalah tepatnya di pulau Sangeang yang dekat dengan daerah Sumbawa. Dimana berisi berbagai hiasan gambar orang yang mirip seperti pakaian dinasti Han.

Persebaran Kebudayaan Dongson

persebaran kebudayaan dongson
slideplayer.info

Selain berkembang di situs Dongson, ternyata ada juga ditemukan karya-karya budaya yang terinspirasi dari kebudayaan tersebut di wilayah :

  • Selatan Semenanjung Indochina
  • Semenanjung Melayu
  • Nusantara (Indonesia)

Peninggalan Kebudayaan Dongson

Berikut terdapat beberapa peninggalan dari kebudayaan dongson, diantaranya :

1. Bejana Perunggu

bejana perunggu
cagarbudaya.kemdikbud.go.id

Bejana perunggu adalah peninggalan di zaman sejarah yang pada mulanya membentuk seperti periuk, namun punya bentuk langsing dan gepeng.

Akan tetapi, keduanya terdapat kesamaan yakni terletak di ukiran hiasannya yang hampir mirip dan terlihat sangat indah. Sebuah gambaran geometri berbentuk pilin-pilin yang hampir mirip seperti huruf “j”.

Bejana perunggu ini banyak ditemui di daerah Sumatera Barat, Kerinci dan Madura.

2. Arca Perunggu

arca perunggu
cagarbudaya.kemdikbud.go.id

Terdapat beberapa contoh arca yang bentuknya adalah patung, seperti seseorang sedang menaiki kuda, menari serta ada pula yang sedang memegang busur dan anak panah.

Untuk penemuan arca perunggu ini banyak sekali ditemui di beberapa wilayah di Nusantara (Indonesia).

Diantaranya seperti di daerah :

  • Bogor (Jawa Barat)
  • Kota Palembang
  • Bangkina (Riau)
  • Lumajang (Jawa Timur)

3. Kapak Corong

kapak corong
pxhere.com

Kapak corong adalah hasil peninggalan zaman sejarah yang terbuat dari bahan perunggu. Bentuknya seperti sebilah kapak yang bagian atasnya membentuk seperti corong.

Benda peninggalan ini sering digunakan atau dimanfaatkan untuk tempat meletakkan tangkai kayu yang bentuknya menyiku seperti bentuk kaki.

Biasanya kapak corong ini bisa ditemukan di daerah seperti :

  • Sumatera Selatan
  • Pulau Jawa
  • Sulawesi Tengah
  • Bali
  • Papua
  • Sulawesi Selatan
  • Pulau Selayar
  • Dan di sekitar Danau Sentani.

4. Perhiasan Perunggu

perhiasan
pinterest.com

Adapun contoh perhiasan perunggu diantaranya seperti :

  • Gelang
  • Kalung
  • Anting-anting
  • Cincin.

Biasanya penemuan perhiasan perunggu ini bisa kita lihat di daerah seperti :

  • Anyer (Banten)
  • Plawangan Rembang (Jawa Tengah)
  • Gilimanuk (Bali)
  • Malelo (Sumba).

5. Nekara Perunggu

nekara
dianrestuagustina.com

Nekara perunggu adalah hasil peninggalan sejarah yang terbuat dari bahan perunggu dengan bentuknya seperti dandang yang sudah telungkup.

Adapun hasil penemuan nekara perunggu ini ditemukan di daerah seperti :

  • Sumatera
  • Pulau Sengean (Sumba)
  • Pulau Selayar
  • Bali
  • Nusa Tenggara Timur
  • Kepulauan Kei.

Namun, hasil dari temuan nekara di Indonesia bagian Timur sangat beda.

Itu karena memiliki ukuran yang lebih besar daripada nekara yang ditemui di Indonesia bagian sebelah Barat.

Misalnya di daerah Sumatera dan Jawa.

Berdasarkan penelitian, pada masa itu nekara sering kali digunakan untuk upacara atau ritual. Kebanyakan orang Alor menyebut nekara yang lebih kecil dengan dengan nama Mako.

Simak artikel terkait lainnya mengenai pengertian zaman perundagian beserta peninggalannya.

Demikianlah pembahasan lengkap tentang kebudayaan Dongson yang perlu kita ketahui dan juga lestarikan. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan Anda 😀

Leave a Comment

sixteen − eleven =