Kesenian Jawa Barat

Tentunya kita tahu bahwa kesenian Jawa Barat kini sangat terkenal di berbagai daerah, baik itu lokal maupun nasional.

Bahkan keterkenalan tersebut telah sampai ke dunia internasional. Dengan beragam seni dan budaya yang ada di daerah tersebut tentu saja memiliki keunikan tersendiri.

Dari keunikannya ini sehingga menjadikan daerahnya menjadi daya tarik bagi warga yang tinggal di luar daerah Jawa Barat dan turis mancanegara.

Dari keunikannya ini sehingga menjadikan daerahnya menjadi daya tarik bagi warga yang tinggal di luar daerah Jawa Barat dan turis mancanegara.

Provinsi Jawa Barat adalah salah satu daerah yang kaya akan budaya dan seni.

Maklum, provinsi ini merupakan salah satu hunian manusia tertua yang ada di Indonesia.

Dengan begitu perjalanan kebudayaan berikut kesenian-kesenian rakyat pun saling isi mengisi.

Untuk lebih jelasnya yuk kita simak beberapa uraian tentang kesenian tradisional di Jawa Barat.

Kesenian Tari Jawa Barat

kesenian tari jawa barat
onsseni.blogspot.com
Berikut ini adalah macam-macam tarian Jawa Barat:

1. Tari Jaipong

Tari Jaipong merupakan salah satu kesenian tari yang berasal dari Bandung provinsi Jawa Barat.

Nama lain dari tari ini yaitu Jaipongan dan merupakan sebuah genre seni tari yang lahir dari kreativitas seorang seniman asal Bandung, bernama Gugum Gumbira.

Atas perhatiannya terhadap kesenian rakyat ini, sehingga menjadikannya banyak mengenal dan mengetahui betul perbendaharan terhadap pola gerakan dari tari tradisional yang ada pada Kliningan / Bajidoran.

Gerakan-gerakan seperti bukaan, pencugan, nibakeun dan beberapa ragam gerak lainnya.

Gerak mincid dari beberapa kesenian di atas cukup mempunyai inspirasi juga dalam mengembangkan tarian tradisional atau kesenian yang sekarang dikenal dengan sebutan lain yaitu Jaipongan.

2. Tari Topeng

Tari Topeng ini atau tari topeng Cirebon, dari namanya saja sudah dapat diperkirakan bahwa tarian ini sendiri berasal dari Cirebon.

Jenis tarian topeng ini diambil dari beberapa cerita rakyat mengenai Sunan Gunung Jati yang ketika itu sedang menguasai kota Cirebon.

Sehingga pada suatu saat kota cirebon diserang oleh Pangeran Welang.

Ketika itu juga Sunan Gunung Jati tidak dapat menandingi kekuatan Pangeran Welang yang cukup kuat dan bahkan sunan gunung jati terancam kalah di kala itu.

Maka dari kisah tersebut terlahirlah tari topeng ini.

Dengan cepat menyebar ke beberapa daerah-daerah lainnya seperti di Indramayu, Brebes, Losari, Subang, dan Jatibarang.

Biasanya yang memainkan tarian topeng ini disebut dengan dalang.

Untuk jumlah penarinya pun tidak disyaratkan terkadang solo hingga bahkan lebih dari 2 sampai 3 orang penari.

3. Tari Merak

Tari merak ini sendiri berasal tanah Pasundan, tarian yang dibuat oleh Raden Tjetje Somantri dengan terinspirasi dari burung merak di kala itu.

Karena pada zaman dulu Merak melambangkan sebuah mahkota.

Tak banyak sejarah mengenai tari merak ini, namun penari hanya menari dan melenggak lenggok sembari mengibaskan sayapnya layaknya seperti seekor burung merak.

Meskipun begitu tarian merak ini juga mengutamakan keindahan dan kecantikan dari si penarinya.

Tak heran jika semua orang yang melihat akan terkagum-kagum dengan tarian merak ini.

Dalam membedakan tarian merak ini sangatlah gampang. Ciri khasnya seorang penari mengenakan mahkota di kepalanya, lalu berpakaian seperti kamben namun coraknya seperti burung merak.

Kalau di zaman sekarang ini, Anda dapat dengan mudah memesan atau langsung membeli 1 set pakaian tari merak dengan kisaran harga 2-4 juta.

Biasanya jumlah penari merak ini adalah 3 orang, tetapi terkadang hanya ada yang beranggotakan 2 orang saja, dan boleh pula ditarikan dengan berpasang-pasangan.

Kemudian diikuti dengan musik sebagai pengiringnya yakni gamelan.

4. Tari Wayang

Setelah ada kesenian wayang golek, namun ternyata ada pula tarian yang disebut dengan Tari Wayang.

Karena latar belakang dari tarian ini hampir sama seperti cerita wayang.

Biasanya karakter dari si penarinya diambil dengan salah satu karakter dari wayang golek, kemudian gerakan tariannya yang mengikuti alur cerita.

Untuk gerakan tarian ini terkadang seperti sedang berkelahi ataupun perang, tergantung dari tema yang sedang dibawakan.

Biasanya untuk jumlah penarinya dibebaskan dalam tari wayang ini, yang uniknya lagi, tarian ini lebih banyak ditarikan oleh laki-laki dibandingkan perempuan.

5. Tari Ketuk Tilu

Tari Ketuk Tilu ini sendiri berasal dari Sunda, Jawa Barat. Jika diartikan kata tilu ke dalam bahasa Indonesia yang berarti tiga.

Menurut sejarah kata tilu ini ada kemungkinan nama ketuk tilu diambil karena iringan musik untuk tarian ini yang mengeluarkan 3 suara.

Dulunya, tarian tilu ini dipentaskan sebagai penyambutan atas datangnya masa panen sawah dengan tujuan ungkapan rasa syukur terhadap Dewi Sri.

Namun dengan seiring berkembangnya zaman, tarian tilu ini hanya bersifat untuk hiburan saja.

Biasanya untuk menarikan tarian tilu ini dimainkan secara berpasangan namun terkadang juga solo dancer.

Dalam gerakan tari Jaipong ini selalu memakai gerakan goyang, muncid, geol, gitak dan pencak.

6. Tari Keurseus

Tari Keurseus ini berasal dari tanah Sunda, untuk kata ‘keurseus’ itu sendiri berasal dari bahasa Belanda yang artinya kursus.

Tarian ini diciptakan oleh seniman asal Cirebon.

Awalnya tarian ini hanya ditarikan oleh 2 orang saja yaitu Bapak Kontjer dan Bapak Wentar. Diluar dugaan mereka, tarian ini ternyata banyak disenangi oleh masyarakat setempat.

Oleh karena itu, menjadi banyak orang yang ingin belajar tarian ini.

Sampai sekarang, peminat dari tari Keurseus adalah kebanyakan pria.

Tarian Keurseus ini pun terbagi lagi menjadi 3 jenis yakni diantaranya seperti tari gawil, lenyepan dan kawiran.

Untuk gerakan dari tarian keurseus ini juga hampir mirip dengan gerakan tari Tayuban.

Namun, dalam 3 jenis tersebut, dari masing-masing jenisnya mempunyai karakteristiknya tersendiri.

7. Tari Buyung

Tari Buyung merupakan salah satu tari yang berasal dari daerah Kuningan, Jawa Barat.

Untuk kata Buyung sendiri mengandung artian jenis tanah liat yang dipakai oleh wanita di zaman dahulu untuk mengambil air.

Tarian ini sendiri diciptakan oleh seniman bernama Emalia Djatikusumah, dan biasanya tarian ini diadakan ketika upacara seren tahunan.

Uniknya lagi ketika membawakan tarian ini, maka para penari akan menopang tanah liat yang berbentuk seperti kendi.

Biasanya kalau orang zaman dahulu menyebutnya sebagai ‘buyung’. Buyung tersebut dengan ditaruh diatas kepala mereka tetapi tidak boleh jatuh.

Konon katanya setiap gerakan dari tari buyung ini memiliki maknanya.

Karena setiap penari akan melewati sesi dimana mereka diharuskan menari di atas kendi. Kemudian membawa buyung diatas kepala dan tanpa harus jatuh kendinya.

Untuk makna yang tersirat pada gerakan ini yaitu seperti semboyan mereka yang sering kita dengar dengan bunyi ‘dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung’.

Bagaimana sangat dalam sekali bukan maknanya?

Yah, seperti itulah tari buyung.

Biasanya tari buyung ini ditarikan oleh para wanita, dan dibawakan oleh 12 orang.

Kostum yang digunakan pun biasanya menggunakan kebaya dengan dilengkapi oleh selendang.

8. Tari Ronggeng Bugis

Tari Ronggeng Bugis merupakan sebuah kesenian tari yang berasal dari Cirebon, Jawa Barat.

Ronggeng artinya penari laki-laki yang berpakaian seperti wanita, sedangkan ‘bugis’ yakni salah satu ras di daerah Sulawesi Selatan.

Untuk tarian tersebut bertemakan komedi dan ditarikan kurang lebih dari 12 sampai 20 orang pria.

Dalam tarian ini biasanya para penari akan memakai make up dengan setebal mungkin.

Bukan untuk terlihat cantik, tetapi untuk memberikan kesan lucu bagi penontonya.

Sejarah singkat tarian ini adalah saat kerajaan Cirebon menyuruh temannya dari ras Bugis untuk memata-matai musuhnya.

Untuk musik yang digunakan sebagai latar belakang dari tarian ini antara lain: gong kecil, kecrek, dan kelenang.

9. Kesenian Tari Sampiung Jawa Barat

Tari Sampiung merupakan tarian yang berasal dari Jawa Barat.

Biasanya pada zaman dahulu tarian ini dipentaskan saat menyambut Seren taun, ngaruat, pesta panen dan rebo wekasan. Bahkan terkadang acara pemerintahan RI juga menggunakan tarian ini.

Nama sampiung dan samping sangat mirip ya?

Namun jangan salah tanggap dulu, karena tari sampiung bukanlah tari samping. Nama sampiung sendiri diambil dari sebuah judul lagu ketika zaman dahulu.

Tarian sampiung ini juga mempunyai beberapa sebutan seperti Tari Ngekngek dan Tari Jentreng.

Untuk jumlah penarinya pun tidak disyaratkan, dan kostum yang dikenakan juga kostum yang cukup sederhana yakni kebaya, sinjang dan selendang, kemudian rambut dikondekan.

Untuk musik pengiringnya adalah seperti Jentreng, rebab dan kecapi.

10. Kesenian Tari Sintren Jawa Barat

Selanjutnya tari Sintren yaitu sebuah tarian tradisional masyarakat Jawa yang khususnya di daerah Cirebon Jawa Barat.

Tari ini juga disebut sebagai lais yang berarti bentuk tari-tarian dengan aroma yang mistis atau magis. Bersumber dari cerita cinta kasih Sulasih dengan Sulandono.

Untuk Tari sintren sendiri diperankan oleh seorang gadis yang masih suci, dengan dibantu oleh pawang serta diiringi gending sebanyak 6 orang.

Gadis tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kurungan ayam yang berselubung dengan kain.

Pawang atau dalang tersebut lalu berjalan memutari kurungan ayam tersebut sambil mengucapkan mantra yang tujuannya untuk memanggil ruh Dewi Lanjar.

Bila pemanggilan ruh Dewi Lanjar tersebut berhasil. Maka saat kurungan tersebut dibuka, sang gadis itu telah terlepas dari ikatan dan berdandan dengan cantik, kemudian menari dengan diiringi gending.

11. Kesenian Tari Ronggeng Gunung Jawa Barat

Ronggeng Gunung merupakan sebuah kesenian tarian tradisional yang berasal dari Jawa Barat yang tumbuh dan berkembang di daerah Ciamis Selatan dan Pangandaran.

Yaitu seperti wilayah Panyutran, Ciparakan, Banjarsari, Burujul, Pangandaran dan Cijulang.

Umumnya, kesenian Jawa Barat ini hampir sama dengan tari ronggeng pada umumnya.

Yaitu dicirikan dengan penampilan satu orang atau lebih penari serta dilengkapi dengan alat musik gamelan dan nyanyian atau kawih pengiring tariannya.

Kesenian Teater Jawa Barat

kesenian teater jawa barat
dewioche.files.wordpress.com

Kesenian teater merupakan salah satu seni yang banyak memperoleh perhatian dari orang-orang. Seni ini sendiri sangat populer di daerah Jawa Barat, sehingga banyak sekali ditemui macam-macam teater di wilayah Jawa Barat.

Pada awalnya, seni teater diciptakan untuk sebagai sarana hiburan bagi manusia.

Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu dan datangnya arus modernisasi yang begitu cepat, Menjadikan kesenian ini mulai banyak dilupakan dan ditinggalkan.

Namun, masih banyak juga masyarakat setempat yang kian terus melestarikan kesenian ini. Kesenian ini pun merupakan bagian dari budaya asli Indonesia yang penting.

Tentunya teater sendiri pastinya sudah tidak asing lagi bagi Anda.

Sejak Anda duduk di bangku sekolah pastinya pernah diperkenalkan dengan istilah tersebut. Di beberapa sekolah juga menugaskan Anda untuk membentuk kelompok dan menampilkan sebuah teater.

Selain itu, di berbagai acara tertentu juga, misalnya hari pahlawan atau hari peringatan kemerdekaan.

Biasanya sebuah drama akan dibuat berdasarkan dari tema tersebut kemudian dipentaskan di hadapan banyak orang.

Untuk mengenal lebih jelas terkait macam-macam teater di daerah Jawa Barat.

Mari kita simak uraian berikut dengan seksama.

1. Lenong

Lenong merupakan sebuah kesenian teater tradisional masyarakat Betawi dan biasanya dibawakan dengan memakai dialek Betawi.

Biasanya kesenian ini diiringi oleh musik gambang kromong dengan alat musik.

Contohnya seperti: gambang, kromong, gong, gendang, kempor, suling dan krecekan.

Lenong ini juga mendapatkan pengaruh dari timur. Hal ini bisa dilihat dari beberapa alat musik Tionghoa yang digunakan, yakni seperti tehyan, kongahyan, dan sukong.

Umumnya, lakon di dalam lenong ini terkandung pesan moral. Yakni menolong yang lemah dan membenci kerakusan serta perbuatan yang tercela.

Lenong merupakan kesenian yang berkembang di akhir abad ke 19. Kemudian kesenian ini merupakan adaptasi  dari masyarakat Betawi terhadap kesenian yang serupa. Yaitu komedi bangsawan dan teater stambul yang telah ada ketika itu.

Lenong juga terdiri dari 2 jenis, yakni lenong denes dan lenong preman.

Pada umumnya lenong denes menggunakan busana formal dan menceritakan kisah mengenai kerajaan ataupun kaum bangsawan.

Sedangkan untuk lenong preman umumnya berkisah mengenai kehidupan sehari-hari

2. Ludruk

Ludruk merupakan drama tradisional dari Jawa Barat yang diselenggarakan di sebuah panggung dan mengambil kisah kehidupan rakyat sehari-hari, cerita perjuangan dan lainnya.

Dialog atau monolog pada ludruk sifatnya adalah menghibur, sehingga bisa membuat penontonnya tertawa. Bahasa yang digunakan adalah bahasa khas Surabaya. Biasanya sebelum memulai teater ludruk ini, maka diawali terlebih dahulu dengan tari Remo yang diselingi dengan pementasan seorang tokoh yang memerankan Pak Sakera, seorang jagoan Madura.

3. Ketoprak

Ketoprak sendiri berasal dari bahasa Jawa, yakni kethoprak yang merupakan seni pentas yang berasal dari Jawa.

Dalam pementasan ketoprak, biasanya ada sandiwara yang diselingi dengan lagu-lagu Jawa dan diiringi oleh gamelan yang disediakan.

Biasanya tema cerita yang dipergunakan dalam kesenian ini dapat sangat beragam. Yang kemudian diambil dari cerita legenda maupun sejarah Jawa.

Akan tetapi, seiring dengan perkembangan waktu, kini cerita ketoprak sudah mulai banyak mengambil cerita luar negri.

Akan tetapi, untuk tema ceritanya tidak pernah diambil dari repertoar cerita Epos, Ramayana dan Mahabhrata. Karena apabila diambil dari cerita tersebut, maka tentunya bentuk kesenian akan berubah menjadi wayang orang.

Pada beberapa tahun terakhir ini, muncul sebuah tema baru, yakni ketoprak humor yang ditayangkan di stasiun TV.

4. Wayang Golek

Wayang juga merupakan bentuk teater rakyat yang sangat populer.

Pada awalnya, ada 2 jenis wayang golek, yakni wayang golek papak dan wayang golek purwa yang berada di wilayah Sunda. Dalam wayang golek, ada lakon-lakon baik galur ataupun carangan.

Untuk alur ceritanya dapat diambil dari penyebaran agama Islam oleh Wali Songo maupun cerita Ramayana dan Mahabhrata dan biasanya sambil diiringi gamelan sunda.

Pertunjukkan wayang golek ini sendiri juga dapat dipercaya bisa membersihkan diri dari kecelakaan dan fungsi spiritual lainnya.

Pada saat ini wayang golek memang lebih banyak dijadikan sebagai sarana hiburan rakyat. Namun, juga sering dipertunjukkan di acara tertentu.

Misalnya acara khitanan, perayaan dan lainnya.

Melalui artikel sebelumnya Genemil juga membahas mengenai apa saja kebudayaan Sumatera Barat.

Yuk, baca juga supaya lebih menambah wawasan Anda!

Alat Musik Tradisional Jawa Barat

alat musik tradisional
pinterest.com

Alat musik tradisional di daerah Jawa Barat memang sangatlah beragam.

Yakni mulai dari angklung, kendang, calung, sampai yang lainnya.

Namun mungkin Anda juga tidak menyadari bahwa alat musik tradisional yang biasa Anda lihat atau mainkan ternyata berasal dari Jawa Barat.

Nah, supaya wawasan Anda semakin bertambah, Genemil akan memberikan daftar 10 alat musik tradisional Jawa Barat yang mungkin Anda belum mengetahuinya.

Apa sajakah itu?

Mari simak penuturannya di bawah ini :

1. Rebab

Siapa yang menyangka bila ternyata alat musik tradisional Jawa Barat yang satu ini telah dikenal sejak abad ke-9 M.

Menurut sejarah, rebab dibawa oleh para pedagang dari Timur Tengah yang berlayar ke Indonesia.

Di awal kemunculannya, rebab merupakan alat musik tradisional yang berbahan dasar tembaga dan mempunyai 3 buah senar atau dawai.

Akan tetapi, lama kelamaan Rebab berubah dengan menggunakan bahan dasar kayu sehingga membentuk seperti busur panah.

Rebab juga termasuk alat musik tradisional yang digesek, untuk cara memainkannya adalah seperti memainkan alat musik biola pada umumnya.

2. Suling Jawa Barat

Tentunya Anda sudah tidak asing lagi dengan kesenian alat musik tradisional Jawa Barat yang bernama suling ini.

Ya, suling merupakan sebuah alat musik tradisional yang ditiup dan terbuat dari bahan dasar bambu.

Suling mempunyai lubang dalam mengatur nada. Untuk jumlah lubangnya pun bervariasi, dari 4 hingga 8 lubang, dan tergantung dari kebutuhan lagu.

Pada musik daerah Jawa Barat, biasanya suling yang digunakan adalah suling yang mempunyai 4 buah lubang. Untuk peran yang dimainkan suling adalah dengan memberikan melodi pada lantunan sebuah lagu tradisional.

3. Karinding

Kesenian alat musik tradisional Jawa Barat yang satu ini cukup terbilang unik.

Karena cara memainkan karinding ini adalah dengan meletakkannya pada bibir, kemudian tepuk bagian pemukulnya agar tercipta resonansi suara.

Untuk suara karinding ini sendiri muncul karena disebabkan oleh pergesekan pegangan dan ujung jari yang ditepuk. Karinding biasanya terbuat dari bambu.

Namun ada juga karinding yang dibuat dari bahan pelepah pohon aren.

Karinding yang dibuat dari bambu digunakan oleh perempuan, dan sedangkan yang terbuat pohon aren digunakan oleh pemain laki-laki.

Biasanya karinding digunakan sebagai alat untuk mengusir hama di sawah.

4. Calung

Apabila dilihat secara sekilas, calung mempunyai bentuk yang tak berbeda jauh dengan alat musik tradisional Jawa Barat lainnya, seperti angklung.

Bahan yang digunakan dalam membuat calung biasanya adalah bambu dari jenis awi wulung, atau lebih dikenal dengan sebutan bambu hitam.

Namun tak sedikit pula yang menggunakan bambu ater untuk dijadikan sebagai bahan dasar dalam pembuatan alat musik daerah Jawa Barat ini.

Calung sendiri tergolong ke dalam alat musik tradisional yang  penggunaannya adalah dengan dipukul. Untuk cara memainkannya yakni bergantung pada jenis calungnya, seperti calung rantai dan calung jinjing.

Untuk calung rantay, Anda harus memukulnya dengan kedua tangan dengan posisi duduk bersila.

Sedangkan pada calung jinjing, Anda dapat memainkannya dengan memakai tangan kanan saja, dan tangan kiri hanya untuk memegang alat musik tradisional tersebut.

5. Angklung

Kalau bicara mengenai angklung sudah pastinya alat musik tradisional Jawa Barat ini tidak asing lagi bagi Anda.

Angklung adalah sebuah alat musik tradisional yang multitonal (bernada ganda). Alat musik ini sendiri terbuat dari bahan bambu yang dipotong ujungnya yang kemudian dibunyikan dengan menggoyangkannya.

Untuk suara yang dihasilkan dari alat musik tradisional Jawa Barat angklung yakni dari benturan badan bambu. Sehingga menghasilkan bebunyian yang mempunyai nada-nada.

Alat musik tradisional Jawa Barat ini tergolong ke dalam alat musik idiofon, maksudnya yaitu menghasilkan suara dari getaran keseluruhan dari alat musik itu sendiri.

6. Tarawangsa

Hampir sama seperti rebab, tarawangsa juga merupakan alat musik tradisional Jawa Barat yang mempunyai bentuk yang sangat mirip dengan biola.

Hanya saja yang membedakan tarawangsa dan rebab adalah pada jumlah dawainya saja.

Tarawangsa hanya mempunyai 2 buah dawai, sedangkan rebab memiliki 3 buah. Dari 2 dawai yang dimiliki tarawangsa, hanya ada satu saja yang dapat dibunyikan dengan cara digesek.

Kemudian selebihnya dawai tersebut dipetik dengan menggunakan jari telunjuk tangan kiri untuk menghasilkan bunyi.

Tarawangsa juga dikenal sebagai alat musik daerah yang sering dimainkan dengan iringan alat musik sejenis kecapi yang biasanya dikenal dengan nama Jentreng.

7. Kecapi

Kecapi juga merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Jawa Barat dan memegang peranan penting dalam tembang Sunda.

Apabila dilihat dari segi fungsinya, kecapi dimainkan menjadi 2 bagian dalam mengiringi musik tradisional Sunda, yakni kecapi anak dan kecapi induk.

Kecapi anak berperan untuk mengiringi musik dengan frekuensi tinggi  dan dawai yang digunakan juga lebih sedikit, hanya 15 buah.

Sedangkan kecapi induk berperan untuk memulai musik, menentukan tempo, dan kecapi yang digunakan mempunyai 18 sampai 20 buah dawai. 

8. Arumba

Arumba merupakan ensemble (gabungan) dari beberapa alat musik yang berbahan dasar bambu.

Yang akhirnya, arumba ini berkembang menjadi sebuah musikal dan jenis musik tersendiri.

Alat musik arumba terbuat dari bambu pilihan yakni seperti awi temen, tali dan wulung atau bambu hitam.

9. Jenglong

Alat musik yang berasal Jawa Barat selanjutnya adalah jenglong. Anda mungkin tidak terlalu familiar dengan alat musik yang satu ini.

Namun jenglong mempunyai peran sebagai kerangka lagu dan alat musik dalam membuat suara dasar.

Anda dapat memainkan jenglong dengan cara dipukul dengan memakai pemukul khusus.

Biasanya pemukul alat musik jenglong adalah dilapis dengan rajutan benang maupun dari bahan wol agar membuatnya menjadi lebih empuk.

10. Celempung

Alat musik tradisional dari Jawa Barat yang terakhir yaitu celempung.

Celempung sendiri terbuat dari bahan dasar kulit bambu dengan memanfaatkan resonansi yang ada pada ruas batang bambu supaya menghasilkan suara.

Satu senar celempung disetel dengan memakai nada pelog.

Kemudian satunya lagi disetel dengan menggunakan nada slendro. Instrumen Gamelan Siteran memakai celempung dan siter sebagai ciri khasnya.

Kesenian Kerajinan Jawa Barat

seni kerajinan jawa barat
serbabandung.com

Di daerah Jawa Barat ada berbagai jenis seni kerajinan rakyat. Dari kerajinan itu ada yang berkembang menjadi kegiatan industri dan tradisional.

Berikut ini adalah beberapa seni kerajinan dari provinsi Jawa Barat dari berbagai daerah antara lain :

  • Cirebon : Batik Tradisional Trusmi, rotan, kedok, lukis kaca dan kulit.
  • Indramayu : Tembikar, tas kulit ular, tikar pandan, topeng, bulu domba, dan batik tulis.
  • Tasikmalaya : Anyaman, batik tulis, payung, kelom geulis, sepatu kulit, bordir, topi dan anyaman mendong.
  • Purwakarta : Keramik.
  • Cibaduyut Bandung : Sepatu.
  • Bekasi : Pahat patung dan anyaman bambu.
  • Bogor : Kerajinan tanduk.

Lagu Daerah Jawa Barat

lagu daerah bubuy bulan
sekitarmusik.com

Lagu Daerah Jawa Barat juga ada yang terkenal berikut diantaranya :

  • Bubuy Bulan
  • Es Lilin
  • Cing Cangkeling
  • Tokecang
  • Warung Pojok
  • Manuk Dadali
  • Sintren
  • Kembang Jahe Laos
  • Panon Hideung.

Upacara Adat Jawa Barat

upacara adat pesta laut jawa barat
budayajawa.id
Nama UpacaraKeterangan
Pesta LautTempat yang sering dilakukan di Pangandaran, maupun daerah-daerah pesisir lainnya di Jawa Barat. Perahu-perahu nelayan yang mengangkut sajen dihiasi aksesoris warna-warni ketika pelaksanaannya.
NgalaksaLazim ditemui di daerah Ranca Kalong, Sumedang. Upacara ini dilakukan dengan membawa padi ke lumbung memakai baju rengkong.
Ruwatan BumiDilaksanakan setiap bulan Februari di Kabupaten Subang.
Ngalungsur PusakaUpacara adat membasuh pusaka ini dipimpin oleh seorang juru kunci dilaksanakan di Garut.
NgunjungTermasuk upacara adat Jawa Barat, biasanya dilakukan oleh masyarakat yang ada di daerah Indramayu, Cirebon, dan sekitarnya.
Bubur SyuraKebiasaan yang dikaitkan dengan Dewi Kesuburan, yaitu Nyi Pohaci Sanghyang Sri. Keyakinan masyarakat bahwa upacara adat ini bisa mendatangkan kesejahteraan dan ketentraman.
Rebo WekasanKebiasaan upacara yang dilakukan di hari Rabu minggu terakhir di bulan Shafar.
NyalaweanBiasanya upacara berlangsung selama 5 hari, kemudian acaranya dilaksanakan 12 hari setelah acara peringatan di Keraton Cirebon.
Seren TaunUpacara ini dapat ditemui di Sukabumi. Upacara Seren Taun adalah sebuah upacara yang intinya mengangkut padi dari sawah ke lumbung menggunakan rengkong.
NgarotSudah menjadi kebiasaan Indramayu yang dilaksanakan ketika musim tanam dimulai. Ataupun musim penghujan dengan mengadakan arak-arakan ke arah balai desa.
Sepitan atau KhitananUpacara Khitanan dilakukan untuk anak laki-laki berdasarkan kepercayaan Islam. Karena telah menjadi kewajiban dalam agama Islam.
TingkepanKebiasaan adat ini diadakan ketika seorang ibu yang sedang mengandung 7 bulan.
Upacara PernikahanAda berbagai macam upacara dalam prosesi adat pernikahan, yakni upacara yang diadakan pra akad nikah dan yang diadakan pasca akad nikah.
TembuniUpacara adat Sunda untuk memelihara plasenta bayi atau ari-ari dimana placenta sang bayi mesti dirawat dengan sebaik-baiknya.
Nenjrag BumiMerupakan upacara khas Sunda yang sering dilakukan oleh masyarakat Kota Bandung. Untuk ditujukan kepada anak bayi supaya kedepannya tidak menjadi ketakutan atau mudah kaget.

Yuk..! Kenalkan beberapa tradisi upacara adat di Indonesia.

Penutup

Demikian pembahasan mengenai kesenian jawa barat yang dapat Genemil sampaikan. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi saya dan dan dapat menambah wawasan Anda.

Jangan lupa share artikel bermanfaat ini ke teman-teman Anda juga ya!

Sekian dan Terimakasih.

Leave a Comment