Tari Musyoh Asal Papua, Tarian Untuk Menenangkan Arwah

Tari musyoh adalah adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Papua. Tarian ini merupakan tarian sakral yang bertujuan untuk menenangkan arwah yang meninggal akibat kecelakaan.

Suku adat Papua meyakini bahwa kalau ada orang yang meninggal karena kecelakaan, maka arwahnya belum tenang. Sehingga tarian ini dibuat untuk menenangkan arwah orang meninggal tersebut. 

Tarian ini juga sering dikenal sebagai tari pengusiran roh yang ada di Papua. Seiring dengan berkembangnya zaman, tari musyoh juga sering ditampilkan untuk penyambutan tamu. Karena gerakan dan irama tarian musyoh memiliki energi.

Kalau untuk menyambut tamu atau memberikan penghormatan kepada pendatang, biasanya tarian ini dibawakan oleh penari wanita. Sedangkan untuk pengusiran arwah atau yang bertujuan sakral, maka tarian ini dibawakan oleh penari pria.

Papua memiliki segudang keunikan budayanya dan kesenian tradisional yang sangat diagung-agungkan. Banyak wisatawan mancanegara yang tertarik ingin berkunjung ke Papua karena pesona alamnya.

Sehingga tidak heran, kalau daerah ini dijuluki sebagai “Surga kecil di ujung timur Indonesia”.

Keunikan tari musyoh terletak pada gerak-gerik penarinya yang sangat lincah dan penuh energik. 

Selain itu, ciri unik tarian ini juga terdapat pada gerakan penari, iringan musik dan kostum yang dipakai. Sehingga tarian ini menjadi tarian kebanggaan khas Papua.

Bagi yang menyaksikan tarian ini, maka akan melihat secara langsung bahwa semua jenis aspeknya akan menggunakan budaya Papua.

Sejarah Tari Musyoh

Sejarah Tari Musyoh

Konon, sejarah awal tarian ini berasal dari kematian seorang warga suku Papua akibat suatu peristiwa atau kecelakaan tragis yang tidak terduga.

Dalam kepercayaan masyarakat Papua, seseorang yang meninggal dunia dalam keadaan tersebut arwahnya pasti tidak tenang dan akan bergentayangan. Hal ini tentu saja tidak memberikan kenyaman kepada keluarga yang ditinggalkan.

Oleh karena itu, untuk menghindari hal tersebut diciptakanlah tari musyoh sebagai ritual untuk “mengusir” roh orang yang sudah meninggal tersebut agar kembali kepada Sang Pencipta.

Jumlah penari dalam tarian ini lebih dari satu orang penari laki-laki, tapi terkadang tarian ini juga dilakukan secara bersama-sama dengan penari wanita. 

Seiring berkembangnya zaman, tarian ini mulai berkembang dan dijadikan sebagai tarian persembahan untuk menyambut para tamu.

Tarian ini juga menjadi salah satu simbol penghormatan, rasa terima kasih, hingga ungkapan kebahagiaan menyambut datangnya para tamu.

Gerakan Tari Musyoh

Gerakan
riverspace.org

Gerakan tarian ini bertujuan untuk mengusir roh yang memiliki gerakan sangat lincah dan energik, serta disertai dengan sorakan atau teriakan yang sangat khas. Gerakannya juga penuh dengan gerakan ritmis dan dinamis. 

Kalau bertujuan untuk penyambutan tamu, maka gerakan yang dibawakan harus lebih mudah supaya bisa ditirukan oleh tamu yang datang. 

Kemudian penari wanita akan membentuk lingkaran, lalu menyambut para tamu dengan mengalungkan kalung sambil membawakan lirik-lirik syair yang bermakna kebaikan.

Hal ini bertujuan agar lirik tersebut bisa memberikan kebaikan kepada para tamu dan juga tuan rumah.

Kalau tarian ini dibawakan untuk pengusiran arwah, biasanya penari pria akan membawa panah dan perisai sebagai simbol pengusiran.

Properti Musik Tari Musyoh

Properti Musik
riverspace.org

Adapun properti yang digunakan para penari antara lain:

1. Kostum Tari Musyoh

Kostum yang dipakai oleh para penari tari musyoh adalah busana yang sangat unik dan sederhana. Kesederhanaan ini terlihat dari bahannya yang alami, yaitu terbuat dari olahan kulit pohon dan akar tanaman.

Kemudian bahan ini dijadikan sebagai penutup kepala, baju atasan maupun bawahan. Sepasang kostum antara atasan dan bawahan khas Papua disebut sebagai koteka rok rumbai.

Aksesorisnya juga sama seperti hiasan kepala cendrawasih, kalung dan gelang. Untuk kalung biasanya dihiasi dengan gigi anjing, ada juga gigi babi yang dijadikan sebagai aksesoris tambahan yang disematkan di lubang hidung.

Kemudian ada juga tombak dan tameng yang merupakan simbol pengusiran arwah dalam tarian ini, supaya terkesan agak lebih menantang.

Tombak disimbolkan sebagai bentuk perlawanan terhadap roh-roh jahat, sementara tameng dijadikan sebagai bentuk perlindungan dari kejahatan mereka.

Ada juga coret-coretan unik di tubuh para penari yang menunjukan kekhasan dari tarian tersebut.

Pola lantai yang digunakan dalam tarian ini juga menggunakan pola secara umum, karena sebagai dasar dalam gerakan agar bisa diajarkan kepada khalayak, seperti pola dasar yang membentuk lengkungan dan garis horizontal yang lurus..

2. Iringan Musik Tari Musyoh

Dalam mengiringi gerakan tarian ini, masyarakat Papua menggunakan alat musik khas yaitu Tifa. Alat musik ini terbuat dari kulit rusa dan kayu yang dimainkan dengan cara dipukul.

Bunyi yang dihasilkannya berupa bunyi yang menghentak dan sangat cocok untuk mengiringi gerakan lincah tarian ini. Karena hentakan inilah yang memberikan kesan gerakan lincah, ritmis dan dinamis kepada para penari.

3. Teriakan Penari

Elemen pengiring lainnya adalah sorakan atau teriakan dari para penari yang sangat khas ala Papua. Teriakan penari ini seketika akan memecah keheningan, menggelegar dan berkesan teatrikal.

Bagi masyarakat Papua, sorakan ini memiliki makna sebagai sumber kekuatan untuk mengeluarkan semua emosi yang ada di dalam jiwa manusia. 

Teriakan para penari ini bukan hanya jadi ekspresi sebuah keputusasaan, tidak ada harapan atau duka cita yang dialami.

Tapi, teriakan tersebut adalah simbol perlawanan terhadap semua bentuk intimidasi dari penjajahan dan melambanhkan keperkasaan dan keberanian.

Makna Tari Musyoh

Makna
portaldata.id

Bagi masyarakat Papua, tarian ini adalah representasi kedekatan masyarakat Papua kepada Tuhannya. Karena mereka ingin membantu keluarga yang sedang berduka. 

Pasalnya, kalau arwah menjadi gentayangan maka seluruh keluarga yang ditinggalkan akan semakin merasa bersalah, sehingga tarian ini dianggap sebagai tarian tradisional Papua yang dianggap memiliki nilai kesakralan.

Tapi seiring berkrmbangnya zaman yang semakin modern, kepercayaan ini mulai memudar dan tidak lagi dipentaskan saat orang meninggal saja. 

Sehingga tarian asal Timur ini digunakan sebagai tarian penyambutan tamu untuk mendoakan kebahagiaan dan kebaikan mereka.

Selain itu, dengan adanya tarian ini, maka akan semakin menunjukan bahwa negara kita tercinta Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan kesenian tradisional.

Semoga saja tarian tradisional asal Papua yang memiliki keunikan yang tersimpan di balik gerakan, iringan musik & busana ini, bisa berkembang dan dilestarikan. 

Supaya tarian ini bisa dipentaskan di berbagai acara besar di Indonesia dan mancanegara.

Baiklah teman-teman, sampai disinilah pembahasan kita kali ini mengenai tari musyoh asal Papua, tarian untuk menenangkan arwah. Semoga ulasan di atas bisa bermanfaat untuk menambah wawasan kita tentang kesenian tradisional Indonesia. 

Terima kasih sudah membaca artikel ini sampai akhir dan semoga semakin menjadikan kita mengenal bumi Nusantara ya!

Leave a Comment

14 + 2 =