Upacara Adat di Indonesia

Kalau yang namanya seni, budaya, adat tradisional dari bangsa Indonesia memang boleh dikatakan tiada bandingnya lho Sobat. Apalagi kita bicara mengenai kebiasaan yang ada di Indonesia terutama Upacara Adat Tradisional di setiap daerah sangat banyak di masing-masing Provinsi.

Tentunya setiap suku memiliki adat dan tradisi yang berbeda-beda.

Contohnya saja, tradisi masyarakat Jawa pastinya berbeda dengan tradisi masyarakat di Bali, bahkan Papua.

Sebaiknya Anda mengenal berbagai tradisi dan adat yang dimiliki dari berbagai suku di Indonesia supaya tradisi tersebut tidak dengan mudah diklaim sebagai budaya milik negara lain.

Nah, bahkan banyak yang belum termasuk ke dalam agenda daftar yang ada.

Oleh karena itu, mari kita simak penjelasannya hingga akhir ya Sobat!

Pengertian Upacara Adat

Upacara adat memiliki dua istilah, yakni upacara dan adat.

Upacara dapat diartikan sebagai bentuk kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terikat dengan aturan tertentu dan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.

Sedangkan adat diartikan sebagai kebiasaan yang sudah turun-temurun oleh sekelompok masyarakat berdasarkan nilai budaya lingkungannya.

Jadi kebiasaan ini berkaitan dengan hal-hal yang bersifat magis atau religius dari kehidupan penduduk asli.

Seperti kebudayaan, norma dan aturan-aturan yang berkaitan dengan satu sama lain kemudian menjadi sebuah sistem (aturan tradisional).

Maka dapat disimpulkan bahwa upacara adat merupakan tradisi dari turun temurun yang hanya dilakukan di tempat tersebut saja.

Fungsi Upacara Adat

Mengenai fungsi utama dari upacara adat adalah bisa dapat mengentalkan maupun menjaga budaya dari suatu daerah.

Namun, jika menurut seorang ahli, upacara adat juga memiliki fungsi sosial yang bisa dilihat dalam kehidupan sosial masyarakat.

Yakni adanya pengendalian sosial, sosial media, norma sosial serta pengelompokan sosial.

Unsur Upacara Adat

Adapun beberapa unsur yang terdapat dalam suatu upacara adat. Berikut ini adalah unsur-unsurnya antara lain:

1. Lokasi Pelaksanaan

Biasanya lokasi atau tempat upacara adat dilakukan dianggap keramat oleh masyarakat setempat, sehingga tidak setiap orang bisa berkunjung ke tempat tersebut.

Untuk yang dapat mengunjungi lokasi tersebut hanyalah orang-orang yang memiliki kepentingan, seperti orang yang terlibat dalam pelaksanaan upacara adat tersebut.

2. Waktu Upacara

Dalam tradisi upacara ini tentunya dilaksanakan di waktu-waktu tertentu. Dengan didasarkan melalui kesepakatan secara turun temurun.

Misalnya di daerah Jawa Tengah (Jateng) jadwal upacara adat berpatokan pada kalender Jawa.

Biasanya upacara adat juga dilakukan di masa-masa tertentu, misalnya saat masa panen.

3. Benda dan Peralatan Upacara

Pada umumnya masyarakat akan membawa benda-benda maupun persyaratan seperti sesaji saat sedang melaksanakan tradisi upacara adat.

Hal ini dilakukan untuk sebagai seserahan terhadap kepercayaan yang dipegang.

4. Orang-orang yang Terkait

Pastinya pada pelaksanaan tradisi upacara adat ada beberapa orang yang ikut terlibat didalamnya.

Meliputi pemimpin prosesi upacara adat dan beberapa orang yang mengerti atau paham mengenai ritual yang dijalaninya.

Tujuan Upacara Adat

Upacara adat memiliki tujuan dalam pengintegrasian antara etos dan pandangan hidup. Etos adalah sistem nilai budaya.

Sedangkan pandangan hidup adalah konsepsi warga masyarakat terhadap dirinya dan alam sekitar, serta segala sesuatu yang ada di lingkungan sekitarnya.

Tujuan lainnya yakni untuk keselamatan diri, keluarga dan masyarakat dalam suatu lingkungan sosial.

Upacara Adat Sedekah Bumi

Sedekah Bumi adalah salah satu bentuk tradisi upacara adat dan banyak dilakukan di Indonesia.

Tujuan dari upacara adat ini yaitu untuk mengingat Sang Pencipta karena sudah memberikan rahmat kepada manusia.

Khususnya bagi keluarga petani yang hidupnya bergantung pada hasil bumi pertanian.

Biasanya masyarakat yang melakukan sedekah bumi percaya bahwa dengan melakukan syukuran, maka Tuhan akan menambahkan lagi kenikmatan secara berkelanjutan.

Mereka juga meyakini Tuhan akan memberikan hasil panen yang bertambah serta menghilangkan masa paceklik.

Upacara adat sedekah bumi pada umumnya dilakukan dengan aktivitas pawai karnaval maupun sejenisnya “pamer” hasil bumi dengan berkeliling desa.

Contohnya seperti mengarak ketela pohon, mangga, jagung, padi, dan sebagainya yang bergantung dari hasil bumi yang melimpah di daerah tersebut.

Upacara Adat 34 Provinsi di Indonesia

Setiap provinsi di Indonesia pastinya mempunyai tradisi adat yang berbeda-beda.

Oleh karena itu Sobat Genemil akan memberikan penjelasan mengenai daftar 34 upacara adat di Indonesia seluruh provinsi, berikut ini:

1. Nanggroe Aceh Darussalam

nanggroe aceh darussalam
antarafoto.com

Di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam ada yang namanya upacara adat Tulak Bala.

Upacara adat di Indonesia ini merupakan salah satu bentuk tradisi masyarakat Aceh cara mereka tersendiri dalam menolak bala bencana yang ditakuti, yaitu dengan melangsungkan upacara Tulak bala.

Ada penentuan khusus dalam waktu ritual ini dilaksanakan.

Biasanya upacara Tulak Bala dilakukan di hari Rabu terakhir pada bulan Safar dan berlokasi di tempat yang tidak umum, seperti tepian sungai atau pantai.

Adapun aktivitas yang dilakukan ketika upacara ini digelar adalah masyarakat Aceh memanjatkan doa dan zikir supaya terhindar dari bala bencana.

Contoh upacara adat lainnya di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yaitu :

  • Upacara Adat Peutron Aneuk
  • Peusijuk
  • Samadiyah
  • Meugang
  • Ba Ranub Kong Haba
  • Jeulame
  • Idang dan Peuneuwoe.

2. Sumatera Utara – Upacara Adat di Indonesia

sumatera utara
cirebonradio.com

Jika Anda sudah pernah ke danau toba, maka tidak asing lagi yang namanya dengan tarian Sigale-gale.

Ya, Sigale-gale merupakan boneka kayu yang menyerupai manusia.

Biasanya patung ini terletak di rumah adat Batak desa Tomok. Boneka ini digerakkan oleh manusia yang berada di belakang patung Sigale-gale tersebut.

Untuk masyarakat setempat, tarian Sigale-gale adalah sebuah ritual untuk memanggil arwah Sigale-gale, sehingga boneka tersebut dapat menari-nari dengan iringi oleh musik adat Batak.

Contoh upacara adat lainnya di provinsi Sumatera Utara yaitu :

  • Upacara Adat Lompat Batu (Hombo Batu)
  • Mangokal Holi
  • Mandi Balimo
  • Mangirdak
  • Mangulosi
  • Martutu Aek
  • Mangharoan
  • Marhajabuan
  • Martilaha
  • Mate Mangkar.

3. Sumatera Barat

sumatera barat
pasbana.com

Upacara Turun Mandi adalah upacara adat yang sudah sangat mendarah daging di Sumatera Barat hingga sekarang ini.

Berdasarkan dari keyakinan masyarakat setempat, upacara Turun Mandi merupakan bentuk ucapan dari rasa syukur kepada Allah SWT.

Upacara adat di Indonesia ritual ini adalah untuk mensyukuri nikmat yang Allah yang diberikan berupa bayi yang baru lahir.

Kemudian diperkenalkan kepada masyarakat bahwa telah lahir keturunan baru dari sebuah suku maupun keluarga tertentu.

Untuk pelaksanaan upacara ini wajib memperhatikan syarat-syarat yang sudah kental di masyarakat Minangkabau.

Contoh upacara adat lainnya di provinsi Sumatera Barat yaitu :

  • Upacara Adat Batagak Pangulu
  • Pacu Jawi
  • Pacu Itiak
  • Tabuik
  • Balimau
  • Makan Bajamba
  • Batagak Kudo – Kudo
  • Maulid Nabi di Pariaman
  • Basapa
  • Baburu Babi
  • Baralek Gadang.

4. Riau – Upacara Adat di Indonesia

riau
traverse.id

Sementara di Riau ada yang namanya upacara adat Balimau Kasai. Tradisi ini dilakukan dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Sebagai ungkapan rasa syukur dan kegembiraan memasuki bulan suci Ramadhan dan merupakan simbol pembersihan atau penyucian diri.

Pada umumnya acara ini dilaksanakan sehari menjelang masuknya bulan puasa.

Upacara ini juga merupakan tradisi istimewa bagi masyarakat Kampar di provinsi Riau.

Makna Balimau sendiri yakni mandi dengan menggunakan air yang dicampur dengan jeruk limau. Jeruk yang biasanya dipakai adalah jeruk nipis, jeruk purut, dan jeruk kapas.

5. Kepulauan Riau

kepulauan riau
kebudayaan.kemdikbud.go.id

Tradisi Tepuk Tepung Tawar merupakan simbol untuk mendoakan seseorang atas keberhasilan yang diraihnya. Prinsip inilah yang berlaku untuk masyarakat Riau.

Boleh dibilang, upacara ini sudah menjadi salah satu bagian terpenting dalam sejumlah prosesi adat istiadat.

Seperti hajatan acara adat di perkawinan, syukuran, khataman Al Qur’an, berandam, peresmian hingga prosesi kegiatan tradisi lainnya.

Tidak bisa ditinggalkan, hingga saat ini masyarakat Melayu di provinsi Riau dan Kepulauan Riau ini masih melaksanakan upacara adat Tepung Tawar.

Justru ada yang menilai, upacara ini sudah menjadi simbol yang pada hakikatnya tetap pada kekuatan untuk memohon doa kepada Allah SWT, supaya di hindarkan dari segala mara-bahaya.

Dari ungkapan orang Melayu, yang disebut Tepuk Tepung Tawar, adalah dengan menawar segala yang berbisa, menolak segala yang menganiaya, menjauhkan segala yang menggila, menjauhkan segala yang menggoda, dan menepis segala yang berbahaya.

Kemudian juga disebutkan di dalam Tepuk Tepung Tawar, yang terkandung segala restu, terhimpun segala doa, terpatri segala harap, hingga tertuang segala kasih sayang.

Contoh upacara adat lainnya di provinsi Kepulauan Riau yaitu :

  • Upacara Adat Menyemah Laut            
  • Balimau Kasai
  • Merisik
  • Meminang
  • Mengantar Tanda
  • Mengantar Belanja
  • Menggantung (Hari Menggantung)
  • Tradisi Berinai Curi
  • Berandam
  • Tradisi Belian
  • Badewo
  • Menetau Tanah
  • Upacara Batobo
  • Reog Ponorogo.

6. Kepulauan Bangka Belitung

kepulauan bangka belitung
bombastis.com

Upacara adat Rebo Kasan merupakan salah satu ritual dari masyarakat Melayu pesisir pantai yang berasal dari Kabupaten Bangka.

Upacara adat ini adalah akulturasi dari nilai-nilai religius, mitos serta legenda dari nenek moyang masyarakat Bangka.

Tujuan dari upacara adat Rebo Kasan adalah untuk menolak segala bentuk bala (musibah) sekaligus sebagai harapan, supaya hasil tangkapan para nelayan melimpah.

Masyarakat Bangka Belitung percaya jika pada akhir hari rabu di bulan shafar. Tuhan menurunkan bencana dari terbit fajar sampai matahari terbenam, baik itu bencana besar maupun kecil.

Sehingga, tradisi adat masyarakat Bangka saat hari itu adalah dengan melakukan doa bersama.

Kemudian dilanjutkan dengan pencabutan ketupat lepas sebagai tanda telah dicabutnya bencana yang kemungkinan bakal menimpa masyarakat.

Untuk prosesi ritual ini diawali dengan pencelupan air minum yang telah diberi doa oleh tokoh masyarakat Bangka Belitung sebagai bentuk simbol untuk mencegah berbagai bencana.

Setelah dibacakan doa, ritual masyarakat berikutnya adalah pencabutan ketupat lepas yang dibuat oleh orang tertentu.

Kemudian, acara ritual adat ini diakhiri dengan makan bersama di dalam masjid menggunakan nampan yang dibawa oleh setiap warga Bangka Belitung.

Perkembangan Upacara Adat Rebo Kasan

Seiring dengan perkembangan zaman, proses upacara adat ini sudah berubah dalam pelaksanaannya.

Apabila pada awalnya, dua helai daun kelapa yang dicabut dari ketupat kemudian dihanyutkan ke laut dan itu merupakan simbol jika bencana dibuang ke laut.

Kalau sekarang, ritual upacara adat ini melakukan proses pencabutan yang artinya tercabutnya bencana dari kehidupan masyarakat.

Untuk perkembangan lainnya dari tradisi adat masyarakat Bangka Belitung yaitu ritual Rebo Kasan dilaksanakan di Pantai Batu Karang Mas.

Untuk saat ini, semua ritual adat dilakukan di dalam masjid desa. Proses ritual juga masih dibacakan dengan mantra-mantra dan dilanjutkan dengan pembacaan doa-doa islami.

Keunikan Upacara Adat Rebo Kasan

Salah satu yang menjadi keunikan dari upacara adat ini yaitu para peserta ritual, semuanya memakai jubah putih kecuali dari tokoh agama Islam yang mengenakan jubah putih dengan memakai sorban dan untuk aparat pemerintahnya yakni mengenakan seragam dinas.

Contoh upacara adat lainnya di provinsi Bangka Belitung yaitu :

  • Upacara Adat Maras Tahun
  • Mandi Belimau
  • Sepintu Sedulang
  • Perang Ketupat
  • Buang Jong.

7. Jambi – Upacara Adat di Indonesia

jambi
mahligai-indonesia.com

Di provinsi Jambi terdapat sebuah upacara adat yang bernama Upacara Besale yang merupakan kegiatan pengobatan tradisional untuk membersihkan ataupun mengusir roh jahat yang dianggap sebagai sumber penyakit warga suku Anak Dalam.

  • Upacara Lingkaran Hidup Manusia

Ritual ini dilakukan sejak seseorang dilahirkan hingga meninggal, dengan artian untuk memperingati saat-saat seseorang memasuki suatu tingkatan sepanjang hidupnya. 

  • Upacara Kelahiran

Ketika umur kandungan seorang wanita yang telah menginjak 7 bulan, maka keluarganya secara resmi memberitahukan hal ini paling tidak kepada 2 orang dukun yang ada di lingkungan tempat mereka tinggal. 

  • Masa Dewasa

Setelah anak telah menginjak usia 6-10 tahun, khususnya untuk anak laki-laki maka diadakan upacara khitanan (sunat).

Sedangkan untuk anak perempuan dilakukan upacara Batindik (melubangi telinga). 

  • Upacara Perkahwinan

Untuk rangkaian upacara ini diawali dengan adat pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang dikenal dengan istilah Berserambahan.

Dalam acara ini mereka akan memperlihat kan keahlian dalam berpantun yang disebut dengan Seloka Muda. Setelah keduanya sepakat untuk menikah, maka berlaku tahap selanjutnya :

  1. Berusik sirih bergurau pinang
  2. Duduk bertuik, tegak bertanyo
  3. Ikat buatan janji semayo
  4. Ulur antarserah terimo pusako.
  • Upacara Kematian

Ketika menghadapi masa kritis, manusia perlu melakukan suatu perbuatan untuk memperteguh iman serta menguatkan dirinya.

Melalui hal ini, menurut kepercayaan setempat, maka perlu diadakan upacara pengucapan mantra-mantra secara bersama-sama dengan dipimpin oleh seorang dukun. 

8. Sumatera Selatan

sumatera selatan
beautiful-indonesia.umm.ac.id

Bekarang Iwak merupakan upacara adat Palembang Sumatera Selatan, tepatnya di Kecamatan Gandus.

Pada tradisi ini dimana dalam proses upacaranya warga akan bersama-sama menangkap ikan kemudian dibawa pulang secara gratis.

Bekarang memiliki makna yaitu menangkap sedangkan Iwak berarti ikan. Dari hasil tangkapan ikan-ikan yang berukuran besar, maka akan dijual oleh pemangku adat.

Lalu uang hasil penjualannya akan digunakan untuk kepentingan umum seperti membangun jalan dan jembatan.

Biasanya, upacara Bekarang Iwak ini dilaksanakan masyarakat Palembang setahun sekali.

Contoh upacara adat lainnya di provinsi Sumatera Selatan yaitu :

  • Upacara Adat Sunatan
  • Sedekah Rame
  • Pemakaman
  • Madik
  • Menyengguk
  • Ngebet
  • Berasan
  • Mutuske Kato
  • Nganterke Belanjo
  • Ngocek Bawang
  • Munggah
  • Kumpulan (grup) Rudat dan Kuntau
  • Nyanjoi
  • Nyemputi
  • Nganter Penganten.

9. Bengkulu

bengkulu
bengkulubumiraflesia.blogspot.com

Upacara tradisional yang disebut dengan “Tabot” ini sering juga diucapkan dengan nama “Tabut”, di daerah lainnya seperti Sumatera Barat yang dikenal dengan sebutan “Tabui”.

Merupakan upacara berkabung Kaum Syi’ah. Karena upacara ini telah cukup lama tumbuh dan berkembang di sebagian masyarakat Kota Bengkulu.

Maka akhirnya dipandang sebagai upacara tradisional orang Bengkulu. Baik itu dari kalangan kaum Sipai maupun oleh semua masyarakat Melayu Bengkulu.

Dengan begitu jadilah Upacara Tabot sebagai Upacara Tradisional dari suku Bengkulu.

Upacara adat di Indonesia Tabot ini jika di Bengkulu merupakan upacara hari berkabung atas gugurnya tokoh Sayyid Agung Husein Bin Ali Bin Abi Thalib seorang cucu dari Nabi Muhammad SAW.

Pada intinya tujuan diadakannya upacara ini adalah untuk mengenang upaya dan usaha para pemimpin Syi’ah dan kaumnya dengan berupaya dalam mengumpulkan bagian-bagian dari jenazah Husein itu sendiri.

Setelah seluruh bagian tubuhnya terkumpul lalu diarak dan dimakamkan di Padang Karbala.

Upacara berlangsung selama 10 hari, yaitu mulai dari tanggal 01 hingga 10 Muharram.

Adapun tahapan dari upacara Tabot ini adalah sebagai berikut :

  • Mengambil Tanah
  • Duduk Penja
  • Menjara
  • Meradai
  • Arak Penja
  • Arak Serban
  • Gam (masa tenang/berkabung)
  • Arak Gedang serta Tabot terbuang.

Untuk Upacara Tabot di Bengkulu sendiri mengandung aspek ritual dan non ritual. Pada aspek ritual hanya boleh dilakukan oleh keluarga keturunan Tabot dengan dipimpin oleh sesepuh keturunannya langsung.

Serta mempunyai ketentuan-ketentuan khusus dan norma-norma yang wajib ditaati oleh mereka.

Sedangkan acara aspek non ritual bisa diikuti oleh siapa saja.

10. Lampung – Upacara Adat di Indonesia

lampung
lampungtraveller.blogspot.com

Tradisi Belangiran yang dalam bahasa Lampung disebut “Belangikhan” merupakan kebiasaan masyarakat secara turun-temurun yang diwariskan oleh nenek moyang suku Lampung.

Secara harfiah, Belangiran mempunyai pengertian mandi bersama untuk menyucikan diri untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Guna untuk melestarikan kebiasaan ini di Lampung, seorang pejabat pernah mengajak warganya untuk terus membudayakan tradisi ini setiap setahun sekali.

Contoh upacara adat lainnya di provinsi Lampung yaitu :

  • Upacara Adat Manjau Pedom
  • Nayuh/Tayuhan
  • Ngebabali
  • Ngambabekha
  • Tradisi Ngumbay Lawok
  • Balimau
  • Gawi
  • Tradisi Djujor (Nyakak / Matudau).

11. DKI Jakarta

upacara adat perkawinan betawi
seputarpernikahan.com

Di DKI Jakarta terdapat sebuah upacara adat Perkawinan. Masyarakat Betawi biasanya menikah dengan orang yang masih mempunyai hubungan keluarga.

Untuk masyarakat Marunda tradisi ini bisa bertahan karena adanya kepercayaan maupun keyakinan dari masyarakat bahwasanya perkawinan dengan pihak luar kurang dibenarkan dan dapat menimbulkan sebuah malapetaka.

Adapun prosedur sebelum terlaksananya perkawinan yaitu dengan melakukan perkenalan langsung antara pemuda dan pemudi.

Apabila sudah ada kecocokan, maka orang tua pemuda melamar ke orang tua si gadis.

Jika dari kedua belah pihak telah setuju, maka selanjutnya mereka menentukan hari untuk mengantarkan uang belanja kawin dan ini biasanya diwakilkan kepada orang lain, yakni dari kerabat kedua belah pihak.

Pada hari yang sudah ditentukan, maka dilakukanlah upacara perkawinan.

Setelah akad nikah, pemuda kembali ke orang tuanya, demikian juga dengan si gadis.

Namun, kebiasaan tersebut telah mulai terkikis seiring dengan perkembangan zaman dari masa ke masa.

Contoh upacara adat lainnya di provinsi DKI Jakarta yaitu :

  • Upacara Adat Palang Pintu Perkawinan
  • Masa Kehamilan
  • Sekitar Kelahiran
  • Sunatan
  • Sedekah laut
  • Sero
  • Melepas Perahu Baru
  • Waktu Bertani
  • Kematian

12. Jawa Barat

upacara adat pesta laut
traverse.id

Hal pertama mengapa upacara adat di Indonesia bernama Pesta Laut, hal ini mengingat karena sebagian warga di Jawa Barat mencari nafkah di laut. Upacara pesta laut atau pesta bahari sering dilaksanakan.

Tempat atau lokasi yang sering dilakukan seperti di Pangandaran, Pelabuhan Ratu, Ciamis, Sukabumi hingga daerah-daerah pesisir lainnya di Jawa Barat seperti Indramayu dan Cirebon.

Saat pelaksanaannya, perahu-perahu nelayan yang mengangkut sesajen dihiasi dengan aksesoris warna-warni.

Para nelayan juga membawa kepala kerbau dengan dibungkus oleh kain putih untuk dijadikan sebagai persembahan kemudian melemparkannya ke Bahari sebagai bentuk simbol hadiah terhadap penguasa lautan dan penolak bala (bencana) di upacara tersebut.

Upacara ini dilaksanakan setiap setahun sekali ini ditujukan untuk sebagai ungkapan rasa syukur dan memohon keselamatan ketika melaut.

Contoh upacara adat lainnya di provinsi Jawa Barat yaitu :

  • Upacara Adat Ngalaksa
  • Ruwatan Bumi
  • Ngalungsur Pusaka
  • Ngunjung (Munjung)
  • Bubur Syura (Syuro)
  • Ngirab atau Rebo Wekasan
  • Nyalawean
  • Seren Taun
  • Ngarot
  • Sepitan atau Khitanan
  • Tingkepan / Tujuh Bulan
  • Upacara Pernikahan
  • Tembuni
  • Nenjrag Bumi
  • Ekah
  • Nurunkeun
  • Cukuran
  • Turun Taneuh
  • Gusaran.

Selain upacara adat Jawa Barat, Anda juga bisa mempelajari kesenian Jawa Barat.

Yuk simak penjelasan selanjutnya!

13. Banten – Upacara Adat di Indonesia

upacara adat seren raun
kalangkangmencrang.blogspot.com

Sementara upacara adat di Banten adalah bernama Seren Raun. Hal ini merupakan upacara tradisional yang dilakukan masyarakat Banten sebagai wujud syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas segala hasil pertanian selama satu tahun.

Dengan disertai sebagai harapan untuk warga supaya hasil pertanian bisa meningkat pada tahun di berikutnya.

14. Jawa Tengah

upacara adat wetonan
goodnewsfromindonesia.id

Wetonan (wedalan) merupakan salah satu upacara adat di Jawa Tengah yang masih banyak dikenal oleh masyarakat sekitar.

Pengertian dari Wetonan menurut bahasa Jawa adalah keluar namun yang di maksud di sini yaitu lahirnya seseorang.

Dalam menyambut kelahirannya tersebut, masyarakat akan melakukan upacara ini sebagai sarana untuk mendoakan supaya diberikan panjang umur dan dihindarkan dari berbagai macam marabahaya.

Contoh upacara adat lainnya di provinsi Jawa Tengah yaitu :

  • Upacara Adat Popokan
  • Mendak Kematian
  • Upacara Ruwatan
  • Padusan
  • Nyewu (1000)
  • Kenduren
  • Sadran (Nyadran)
  • Selikuran
  • Upacara Maulid Nabi (Muludan)
  • Kebo-keboan
  • Upacara Larung Sesaji
  • Ngapati
  • Dugderan
  • Siraman
  • Nyadran.

15. Yogyakarta

upacara adat sekaten
masadena.com

Salah satu upacara adat di Yogyakarta adalah Sekaten dan merupakan acara ulang tahun Nabi Muhammad SAW.

Upacara ini dilaksanakan pada setiap tanggal 5 bulan Jawa mulud atau Rabiul Awal (tahun hijriah) baik itu di lokasi alun-alun utara Yogyakarta maupun di Surakarta.

Dulunya digunakan oleh Sultan Hamengkubuwono I, sebagai pendiri Keraton Yogyakarta untuk mengundang masyarakat untuk mengikuti dan memeluk agama Islam.

Untuk upacara adat ini sendiri diawali ketika malam hari dan diiringi oleh punggawa kraton bersama dengan 2 set Gamelan Jawa Kyai Gunturmadu dan Kyai Nogowilogo.

Iring-iringan ini mulanya dari pendopo Ponconiti menuju Masjid Agung di alun-alun utara yang dikawal dengan prajurit kraton.

Pada Kyai Gunturmadu akan berada di Pagongan sebelah selatan Masjid Agung sementara Kyai Nogowilogo akan menempati sisi utara dari Masjid Agung. 

Dari kedua set gamelan ini akan dimainkan secara bersamaan hingga tanggal 11 bulan Mulud, selama 7 hari berturut-turut.

Di malam hari terakhir, kedua gamelan ini akan dibawa pulang kembali ke dalam kraton.

Contoh upacara adat lainnya di provinsi Yogyakarta yaitu :

  • Upacara Adat Grebeg Muludan
  • Tumplak Wajik
  • Upacara Labuhan
  • Siraman Pusaka
  • Saparan (Bekakak)
  • Nguras Enceh
  • Rabo Pungkasan Wonokromo Pleret
  • Adat Pembukaan Cupu Ponjolo
  • Jamasan Kereta Pusaka.

16. Jawa Timur – Upacara Adat di Indonesia

upacara adat kebo keboan
blogkulo.com

Di setiap tahunnya masyarakat di daerah Banyuwangi Jawa Timur berupaya dalam menjaga tradisi kemurnian dan kesakralan budaya mereka seperti upacara adat Kebo-Keboan.

Asal-usul dari tradisi Kebo-Keboan berawal karena banyaknya musibah pageblok.

Ketika itu masyarakat terkena wabah penyakit dan tanaman yang bisa merugikan warga daerah setempat. Banyak juga warga yang meninggal dan kelaparan karena disebabkan oleh penyakit misterius.

Nah, ketika terjadi musibah wabah tersebut. Salah satu seorang sesepuh bernama mbah Karti mendapat mimpi dari semedinya di bukit.

Di mimpi tersebut diminta untuk melakukan sebuah ritual yang bernama Kebo-Keboan serta mengagungkan Dewi Sri.

Singkat cerita, maka terjadilah keajaiban yang tidak disangka-sangka muncul saat warga tengah melaksanakan ritual Kebo-Keboan tersebut.

Banyak dari warga yang sakit tiba-tiba menjadi sehat mendadak dan juga hama yang menyerang tanaman warga pun hilang dengan seketika.

Akhirnya mulai dari itulah mengapa ritual Kebo-Keboan menjadi dilestarikan oleh masyarakat daerah tersebut. Karena kadang muncul perasaan resah dan takut jika tidak melakukan tradisi tersebut.

Contoh upacara adat lainnya di provinsi Jawa Timur yaitu :

  • Upacara Adat Sekaten
  • Ruwatan
  • Muludan
  • Labuh Sesaji
  • Larung Sesaji
  • Kasada
  • Unan-Unan
  • Ruwah Desa
  • Likuran
  • Mudunan/Lebaran
  • Kasodo
  • Grebegan
  • Weton
  • Nakokake
  • Piningsetan
  • Slametan Kenduren
  • Ngurit
  • Seblang.

17. Bali

upacara adat ngaben
macam-tarian-daerah.blogspot.com

Di provinsi Bali juga terdapat sebuah upacara adat yang bernama Ngaben. Upacara adat di Indonesia tradisional Bali ini diadakan untuk orang yang meninggal.

Setelah meninggal, maka tubuh orang tersebut akan dibakar dan kemudian abunya akan dihanyutkan ke laut.

Dalam proses pelaksanaanya, tubuh orang yang meninggal tersebut boleh dikubur terlebih dahulu.

Selanjutnya sambil menunggu waktu terbaik dan ketersedian dana, nah barulah tulang belulang tersebut digali kembali hingga kemudian dibakar.

Terkadang ada yang hanya mengambil tanah saja di atas kuburan orang meninggal, untuk sebagai simbol jasad tersebut.

Tujuan upacara adat Ngaben tersebut adalah untuk mengembalikan unsur Panca Mahabhuta ke asalnya serta mengantarkan sang atma agar kembali ke alamnya yaitu alam Pitara.

Contoh upacara adat lainnya di provinsi Bali yaitu :

  • Upacara Adat Hari Raya Nyepi
  • Hari Raya Ngerupuk Dan Ogoh-Ogoh
  • Upacara Melasti
  • Hari Raya Galungan
  • Potong Gigi-Mepandes
  • Upacara Otonan
  • Hari Raya Tumpek Uduh
  • Tumpek Landep.

18. Nusa Tenggara Barat

upacara adat u'a pua
ahmadmawardibioscience.blogspot.com

Upacara U’a Pua merupakan salah satu upacara adat yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebuah upacara yang berkaitan dengan pelaksanaan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.

Upacara ini dilaksanakan selama 7 hari berturut-turut,

Sambil menampilkan atraksi-atraksi yang dibawakan oleh masyarakat mbojo dari Bima, dengan diawali pawai dari istana Bima dan diikuti oleh semua kalangan masyarakat istana, penari, serta grup kesenian.

Contoh upacara adat lainnya di provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu :

  • Upacara Perang Topat
  • Bau Nyale.

19. Nusa Tenggara Timur – Upacara Adat di Indonesia

upacara adat reba
beritagar.id

Di Nusa Tenggara Timur (NTT) ada yang namanya upacara adat Pesta Adat Reba. Upacara adat ini diadakan untuk menyambut pergantian setiap tahun.

Dalam upacara ini terdapat sebuah ciri khas yakni dengan memakan ubi bersama-sama dengan diiringi oleh musik serta tarian adat Besar Uwi dari suku Bena.

20. Kalimantan Barat

upacara adat wadian
metrum.co.id

Di Kalimantan Barat terdapat upacara adat bernama Wadian/Bulian dan merupakan upacara pengobatan pada suku Dayak Bawo atau Bulian pada suku Melayu di pedalaman Suku Melayu Petalangan atau Suku Talang mamak.

Wadian adalah salah satu upacara adat suku Dayak yang menganut Kaharingan diantaranya dalam rangka pengobatan bagi orang sakit.

Kalau di zaman dahulu, ketika pengobatan medis tidak terlalu semaju sekarang, orang-orang Dayak hanya memanfaatkan jasa wadian dalam mengobati sakit yang mereka derita.

Lamanya waktu ritual pengobatan yakno tergantung dari seberapa parah tidaknya penyakit yang diderita oleh pasien. Ada pula upacara Wadian yang dapat berlangsung selama 1 minggu lebih. Berikut ini adalah jenis Wadian antara lain :

  • Wadian Pangunraun (Pangunraun Jatuh,Pangunraun Jawa),
  • Dapa,
  • Tapu Unru,
  • Dadas,
  • Bawo,
  • Bulat.

Kalau saat ini, selain dipakai untuk pengobatan, Wadian juga telah dikembangkan hingga sedemikian rupa dan menjadi salah satu kesenian daerah.

Sehingga dapat dinikmati sebagai sebuah atraksi yang unik dan sangat menarik.

Contoh upacara adat lainnya di provinsi Kalimantan Barat yaitu :

  • Upacara Adat Nyagahatan (Upacara Musim Tanam & Panen Suku Dayak)
  • Ngampar Bide
  • Gawai Makai Taun
  • Upacara Adat Buah
  • Sesaji Upacara Pemberian Nama Bayi (Batalah)
  • Naik Dango
  • Nebe’e Rau (Tanam Padi)
  • Ngerangka’u
  • Ngehawa’k (Pernikahan)
  • Upacara Dahau
  • Ba’ayun Maulid
  • Ritual Tiwah.

21. Kalimantan Tengah

upacara adat kalimantan tengah
kabarkalteng.com

Sedangkan untuk di Kalimantan Tengah upacara adatnya adalah tradisi tarian Giring-Giring, ini merupakan tarian tradisional Dayak yang menggunakan tongkat untuk sebagai atribut tari.

Untuk tarian yang dimainkan ini pun mengekspresikan rasa kegembiraan dan senang oleh masyarakat dengan cara menari memakai tongkat yang dijadikan sebagai media untuk menarinya.

Untuk kesenian tari ini dipertunjukkan dalam berbagai acara adat. Salah satunya yaitu di acara pernikahan.

Pentunjukkan tarinya pun diiringi oleh suara dari alat musik tradisional Indonesia. Masyarakat tempatan dan para undangan juga merasa terhibur dengan pertunjukkan ini.

Pada beberapa kesempatan, tari ini juga dapat diperankan oleh anak-anak, dan tidak hanya untuk orang dewasa saja.

Contoh upacara adat lainnya di provinsi Kalimantan Tengah yaitu :

  • Upacara Adat Manetek Kayu
  • Tiwah
  • Pakanan Sahur Lewu Dayak
  • Adat Dayak Manyanggar
  • Ritual Nahunan
  • Ngadatun
  • Dayak Pakanan Batu
  • Mamapas Lewu.

22. Kalimantan Selatan – Upacara Adat di Indonesia

upacara adat babalian tindik
beautiful-indonesia.umm.ac.id

Di Kalimantan Selatan terdapat upacara adat bernama Babalian Tandik. Upacara adat ini merupakan kegiatan ritual yang dilakukan oleh suku Dayak selama 1 minggu.

Biasanya puncak acara ini dilakukan di depan mulut goa dengan membuat sesembahan berupa pemotongan hewan qurban.

Kemudian, ritual ini diakhiri dengan Upacara Badudus (penyiraman Air Dudus). Biasanya untuk yang didudus (disiram) adalah semua pengunjung yang telah hadir sehingga mereka basah seluruhnya.

Contoh upacara adat lainnya di provinsi Kalimantan Selatan yaitu :

  • Mallasuang Manu
  • Aruh Baharin
  • Basunat Kalimantan Selatan
  • Aruh Ganal
  • Baayun Mulud
  • Mandi Pengantin (Badudus)
  • Maccera Tasi
  • Mandi Tian Mandaring.

23. Kalimantan Timur

upacara adat beluluh
youtube.com

Di Kalimantan Timur terdapat Upacara adat bernama Beluluh.

Upacara adat di Indonesia ini dilakukan sebagai sebuah simbolisasi terhadap harapan orang tua yang terucap melalui mantra agar yang diluluh dapat memperoleh keselamatan dan kebijaksanaan sebagai manusia.

Untuk tradisi adat ini sendiri tercetus dari sebuah riwayat di Tanjung Ruwana Kutai pada tahun 1300.

Dimana saat itu muncul seorang bayi perempuan yang kelak menjadi permaisuri sang raja pertama Kutai.

Untuk mereka yang melakukan tradisi ini, maka diyakini akan dapat menjadi suci kembali layaknya seperti bayi yang baru dilahirkan ke permukaan bumi.

Nah, begitulah keyakinan masyarakat terkait adat disana.

  • Upacara Adat Dahau (pemberian nama anak)
  • Ngehawa’k
  • Mangosang
  • Bob Jengau
  • Pelambe
  • Mamat dan Belawing
  • Nebe’e Rau (Tanam Padi)
  • Erau (Bentuk syukur atas panen padi)
  • Ngerangka’u
  • Beliatn
  • Ngungu Tahun.

24. Kalimantan Utara

upacara adat nyadar
lukynurfadhilah.files.wordpress.com

Kemudian kalau di Kalimantan Utara juga terdapat upacara adat bernama Nyadar.

Upacara adat ini merupakan adat tradisi yang diadakan oleh masyarakat petani garam Desa Pinggir Papas.

Sehingga biasanya upacara ini dilaksanakan di sekitaran lokasi makam leluhur yang disebut asta. Oleh masyarakat sekitar lebih dikenal dengan sebutan Bujuk Gubang.

25. Sulawesi Utara – Upacara Adat di Indonesia

upacara adat sulawesi utara
superadventure.co.id

Selanjutnya di Sulawesi Utara terdapat upacara adat yang bernama Mekikuwa yang diselenggarakan oleh suku Minahasa di Manado.

Sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas pemeliharaan Tuhan di tahun yang lalu dan sebagai wujud permohonan terhadap Tuhan supaya memperoleh rezeki di tahun yang akan datang.

26. Gorontalo

upacara adat momondho
chicinnkolintama.blogspot.com

Di provinsi Gorontalo terdapat upacara adat yang bernama Momondho.

Upacara adat ini mempunyai makna tentang pengesahan kedua mempelai yang siap untuk melakukan jenjang pernikahan.

Biasanya upacara ini digelar 40 hari sebelum hari pernikahan dan nantinya calon pengantin akan diberikan petuah-petuah sebagai bekal berumah tangga.

27. Sulawesi Tengah

upacara adat sulawesi tengah
jalakputihdotcom.files.wordpress.com

Kemudian di provinsi Sulawesi Tengah terdapat juga upacara adat yang bernama Ritual Mora’akeke.

Tujuan upacara adat ini adalah untuk memohon kepada Tuhan supaya mengurangi sinar matahari yang menyebabkan kemarau berkepanjangan dan sekaligus menambah deras aliran air Sungai Vuno yang sudah lama mengering.

28. Sulawesi Tenggara – Upacara Adat di Indonesia

upacara adat posuo
wikipedia.org

Sementara untuk di provinsi Sulawesi Tenggara memiliki upacara Adat Posuo.

Upacara adat ini dilakukan saat seorang perempuan sudah berubah statusnya dari gadis remaja menuju kalambe (gadis dewasa) dalam bahasa Buton.

Untuk tradisi Posuo dilakukan oleh masyarakat Buton, Sulawesi Tenggara dan diselenggarakan untuk menguji kesucian seorang wanita.

29. Sulawesi Selatan

upacara adat mappalili
manado.tribunnews.com

Sedangkan untuk di provinsi Sulawesi Selatan upacara adatnya adalah Mappalili. Upacara adat ini diselenggarakan untuk mengawali musim tanam padi di sawah.

Biasanya orang-orang yang menggelar upacara ini mereka adalah para pendeta Bugis Kuno yang dikenal dengan julukan bissu.

Untuk tradisi adat yang dilakukan dalam upacara ini antara lain di daerah Bone, Pangkep, Wajo, dan Soppeng.

30. Sulawesi Barat

upacara adat sayyang pattu'du
goodnewsfromindonesia.id

Adapun untuk di Sulawesi Barat tradisi atau upacara adat yang dilakukan adalah Sayyang Pattu’du.

Upacara Sayyang Pattu’du ini dilakukan untuk sebagai syukuran bagi anak-anak yang berhasil khatam Alquran sebanyak 30 juz.

Anak-anak ini nantinya akan diarahkan dengan menaiki kuda dengan diiringi tarian adat dan lantunan musik tradisional setempat.

31. Maluku – Upacara Adat di Indonesia

upacara adat pukul sapu
kumparan.com

Di provinsi Maluku terdapat sebuah upacara adat yang bernama Pukul Sapu.

Upacara adat Pukul Sapu ini dilakukan oleh penduduk Desa Mamala, Ambon.

Upacara ini digelar pada sepekan setelah hari raya Idul Fitri atau di setiap tanggal 7 Syawal (Hijriah) oleh para lelaki dengan bertelanjang dada serta menggunakan celana pendek dan ikat kepala.

32. Maluku Utara

upacara adat abdau
astinsoekanto.com

Sementara untuk di provinsi Maluku Utara terdapat sebuah upacara adat yang bernama Tradisi Abdau yang dilakukan dalam menyambut Idul Adha.

Kegiatan yang dilakukan pada upacara adat ini yakni masyarakat mengantarkan hewan kurban dan membagikannya kepada yang membutuhkan.

Tujuannya supaya dapat mempererat hubungan antar masyarakat Maluku karena di sebelumnya pernah berkonflik.

33. Papua

upacara adat pesta bakar batu
goodnewsfromindonesia.id

Di Papua juga memiliki tradisi atau upacara adat yakni Pesta Bakar Batu.

Upacara adat Pesta Bakar Batu ini terdiri dari 3 tahap, yaitu tahap persiapan, bakar babi, dan makan bersama-sama.

34. Papua Barat

upacara adat papua barat
kompasiana.com

Sedangkan untuk di Papua Barat terdapat upacara adat bernama Tanam Sasi.

Upacara adat ini merupakan bagian dari rangkaian upacara adat kematian, yang mana upacara ini dilakukan dengan menanam Sasi 40 hari setelah kematian seseorang dan dicabut kembali setelah 1.000 hari.

Demikianlah penjelasan mengenai upacara adat di Indonesia di setiap daerah masing-masing provinsi yang dapat Genemil sampaikan.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda sekalian.

Terima kasih!

Leave a Comment