5 Rumah Adat Sumatera Barat yang Dilestarikan Hingga Sekarang

Rumah adat Sumatera Barat – Indonesia merupakan salah satu negara besar yang terdiri dari 34 provinsi dan setiap provinsi mempunyai rumah adat masing-masing. Sumatera Barat adalah salah satu yang rumah adatnya sangat populer. 

Rumah adat ini memiliki ciri khas yang sangat menonjol sehingga hampir seluruh orang sangat mudah mengenalinya. 

Selain itu, Sumatera Barat terkenal juga dengan kuliner lezat, misalnya seperti nasi padang, sate padang, kue dan lain sebagainya.

Jenis-Jenis Rumah Adat Sumatera Barat

Rumah adat ini terlihat sangat indah dan bangunannya begitu megah. Konsep bangunannya besar yang berbentuk atap melengkung seperti tanduk kerbau yang runcing sehingga terlihat sangat besar. 

Akan tetapi, rumah adat ini mempunyai beberapa jenis. Setiap jenis memiliki desain yang hampir mirip dan bisa dibedakan dengan ciri khasnya masing-masing. 

Ingin tahu apa saja jenis rumah adat Sumatera Barat? 

Yuk simak ulasan berikut!

1. Rumah Adat Gadang Batingkek Sumatera Barat

Rumah Adat Gadang Batingkek
pgimgs.com

Rumah adat Sumatera Barat yang pertama yaitu gadang batingkek. Rumah adat gadang batingkek adalah salah satu rumah adat yang masih dilestarikan sampai sekarang, khususnya wilayah Singkarak. 

Rumah adat ini terlihat cukup unik karena memiliki banyak bangunan yang bertingkat. Desain rumah adat ini serupa dengan rumah gadang gajah maharam.

Bedanya, rumah adat ini terlihat megah dan besar. 

Bangunannya memiliki model bangunna yang terdiri dari gonjong yang bertingkat dan bentuknya runcing melengkung ke atas.

Selain itu, ada juga dua gonjong yang menghadap ke depan rumah yang berguna untuk jendela. Walaupun rumah ini nampak seperti kono dan tuaa, namun rumah adat ini dipercaya tahan gempa. 

2. Rumah Adat Gadang Gajah Maharam Sumatera Barat

Rumah Adat Gadang Gajah Maharam
pgimgs.com

Rumah adat gadang gajah maharam mempunyai bentuk bangunan yang sangat megah yang terbuat dari kayu pilihan. Pada bagian atap nya dibuat dari seng. 

Rumah adat ini bukan cuma terkenal dengan kemegahannya saja, tetapi juga kekuatannya saat menghadapi gempa.

Hal ini karena memiliki 30 tiang penopang yang menyangga bangunan rumah tersebut tersebut. 

Bahkan, untuk membangun rumah adat ini juga memiliki syarat yang harus dipenuhi, yakni:

  • Bangunannya menghadap utara.
  • Memiliki dinding sisi barat, timur dan selatan yang harus ditutupi sasak.
  • mempunyai 30 penopang rumah.
  • Untuk atapnya  terbuat dari seng
  • Bangunan dibangun dari bahan kayu.

3. Rumah Adat Gonjong Ampek Baanjuang

Rumah Gonjong Ampek Baanjuang
ruangarsitek.id

Rumah adat Gonjong ampek baanjuang merupakan salah satu rumah adat khas orang padang yang harus dibangun di area Luhak Nan Tigo. 

Rumah adat ini bernama ‘ampek’ karena mempunyai 4 gonjong di setiap sisi rumah. rumah adat ini juga mempunyai 7 ruangan dengan tambahan anjung di sisi kiri dan kanan hunian.

4. Rumah Adat Gadang Gonjong Limo

Rumah Gadang Gonjong Limo
wikimedia.org

Gonjong limo merupakan rumah adat yang mempunyai gonjong tambahan yang berada di bagian sisi kanan dan kiri rumah. 

Bangunan rumah adat ini serupa dengan rumah adat gadang gajah maharam, namun nggak ditambahin anjung.

Selain itu, rumah adat ini dapat dijumpai di daerah kota Payakumbuh di Padang dan masih dilestarikan sampai sekarang.

Fungsi Rumah Adat Sumatera Barat

Rumah adat ini berguna untuk pertemuan keluarga, pesta pernikahan, tempat musyawarah warga dan lain sebagainya.

Namun, rumah adat ini juga dipakai sebagai tempat tinggal keluarga besar, terutama untuk kaum wanita. 

Jumlah kamar yang tersedia di kamar ini bergantung berapa banyaknya wanita di dalam keluarga tersebut. Hal ini dikarenakan  yang boleh tinggal di rumah tersebut cuma wanita dan suaminya. 

Jika laki-laki belum menikah, maka tinggal di surau yang terpisah dari rumah gadang. Budaya ini bermakna untuk mendorong laki-laki Minang merantau. Keseluruhan bagian dalam rumah adat ini yaitu ruang lepas. 

Ruanganan ini terdiri atas ruang dan lanjar yang ditandai oleh keberadaan tiang yang disusun berbanjar dari kiri ke kanan dan dari depan ke belakang.

Kemudian, dari depan ke belakang ditandai lanjar, sedangkan kiri ke kanan ditandai ruang. 

Setiap ruangan harus berjumlah ganjil antara tiga hingga sebelas. Lalu, jumlah lanjar bisa disesuaikan oleh ukuran rumah.

Biasanya, rumah adat ini dibangun di atas tanah milik keluarga induk suku setempat. 

Namun, rumah ini hanya bisa diwariskan dan dimiliki wanita ke sesama wanita di dalam keluarga tersebut.

Keunikan Rumah Adat Sumatera Barat

rumah adat ini juga memiliki keunikan tersendiri, berikut penjelasannya:

1. Tidak Memakai Paku

Rumah adat ini terbuat dari kayu, namun untuk sambungan utama rumahnya tidak memakai paku namun pakai pasak kayu. Hal ini menjadi salah satu kunci untuk mencegah kerusakan dinding saat terjadinya gempa.

Bangunan yang memakai pasak kayu ini, serupa dengan pembuat kapal kayu jaman dulu.

Jadi, nggak heran jika disebut dengan rumah gadang yang lahir dari kapal yang diberi atap.

2. Kayu Tahan Rayap

Jika ingin mendirikan rumah gadang nggak boleh sembarangan dengan menggunakan material. Bahan yang dipakai yaitu kayu yang berkualitas terbaik untuk dinding, lantai, jendela, pintu dan tangga. 

Salah satunya yaitu kayu tonggak utama rumah. Kayu ini harus mempunyai usia yang cukup lama dan melewati proses perendaman di air sampai bertahun-tahun, sebelum mulai diproses untuk tonggak rumah.

Hal ini merupakan kunci dari kayu supaya tahan saat dimakan rayap.

3. Tahan Gempa

Saat daerah Sumatera Barat terjadi gempa, kabarnya nggak ada rumah gadang yang rusak. 

Hal ini karena, masyarakat minangkabau memperkirakan rumah gadang harus dibangun agar bisa terlindung dari segala ancaman atau musibah, seperti gempa, hewan buas, banjir dan lain sebagainya. 

Rumah ini berbentuk seperti rumah panggung dengan ketinggian 3 m. Untuk bagian tengahnya nggak ditanam ke tanah, namun ditanam di atas batu yang disebut dengan sandi. 

Jadi, ketika terjadi gempa, bangunan ini cuma bergoyang dan getarannya terendam oleh batu sehingga tidak menimbulkan kerusakan pada rumah tersebut.

4. Atap Rumah yang Ideal

Bentuk atap pada rumah adat Sumatera Barat sangat unik yang dibuat untuk gaya semata. Pada bagian puncaknya cukup tajam dan kemiringan yang curam. Jadi, saat hujan turun air tersebut langsung segera turun kebawah. 

Selain itu, pada bentuk atap yang curam adalah bentuk atap yang dianggap oleh arsitek untuk membuat rumah lebih cenderung mempunyai curah hujan tinggi.

Atap rumah terbuat dari ijuk yang diikat, lalu disusun dengan rapat dan rapi. 

Ijuk relatif mempunyai bobot lebih ringan daripada genteng yang dibuat dari tanah liat. Hal ini bertujuan supaya tidak membebani bangunan secara keseluruhan.

Nah, itulah penjelasan tentang jeni-jenis rumah adat Sumatera Barat yang masih dilestarikan sampai sekarang. Namun, rumah adat tersebut memiliki fungsi dan keunikannya tersendiri. Terima kasih atas kunjungan Anda. 

Leave a Comment

20 − 14 =