Mengulas Sejarah Tari Kancet Papatai | Makna, Fungsi & Properti

Indonesia mempunyai lebih dari 300 suku yang tersebar luas di Nusantara, salah satunya yaitu suku Dayak yang berasal dari Kalimantan Timur.

Nama “Dayak” berasal dari kata “raya” dalam nama “Toraja” yang artinya”orang atas, atau orang hulu”.

Sementara itu, suku Dayak terbagi menjadi enam rumpun, yaitu rumpun Iban, Murut, Punan, Kalimantan, Apokayan (kenyah, bahau dan kayan) dan Ot danum ngaju. Suku Dayak mempunyai tarian yang cukup terkenal yaitu tari kancet papatai.

Dimana, tariannya menceritakan seorang pahlawan dari suku Dayak kenyah yang sedang melawan musuh-musuh nya.

Sehingga, gerakannya sangat lincah, gesit dan penuh semangat yang disertai dengan pekikan penari.

Sejarah Tari Kancet PapataI

Tari kancet papatai berasal dari Kalimantan Timur yang belum pasti kapan diciptakan. Akan tetapi, dari masyarakat Dayak mengatakan tarian ini sudah ada dari tahun 1948.

Suku Dayak ini tinggal di dataran tinggi di hulu sungai kayan yang berbatasan dengan Serawak, Malaysia.

Pada waktu itu, suku tersebut mendapat serangan dari suku lainnya yang menyebabkan timbul peperangan.

Saat itu juga, suku Dayak kenyah menarikkan tarian ini dengan  memiliki simbol kejantanan dan keperkasaan lelaki.

Yuk, kepoin juga: Macam-Macam Tari Jawa Timur

Makna Simbol Tari Kancet Papatai

Tarian ini memiliki makna, yaitu kejantanan dan keperkasaan seorang pria yang bertempur dalam peperangan untuk mempertahankan wilayah yang ingin direbut.

Tari kancet papatai memiliki berbagai jenis aksesoris dan pakaian yang digunakan dalam peperangan, antara lain yaitu:

  • Perisai atau kelembit, yang berguna untuk menangkis dari arah musuh.
  • Topi atau beluko yang mengandung ilmu kekebalan tubuh.
  • Rompi (besunung), bahan yang terbuat dari kulit harimau gunanya untuk kekebalan dari senjata musuh.
  • Mandau, alat senjata utama dalam melawan musuh.
  • Kalung, aksesoris untuk menangkis musuh yang dibuat dari gigi macan.
  • Ikat kepala (lawung) yang dibuat dari bulu burung enggang. Jenis burung tersebut dianggap sebagai keramat bagi suku Dayak.

Penyajian Tari Kancet Papatai

Dalam pertunjukannya, tarian ini dilakukan oleh ajai yang diikuti dengan tarian iringan yang berasal dari suku Dayak.

Berikut ini tari iringannya, antara lain yaitu:

1. Tari Kancet Lasan

Tari kancet lasan adalah  tari tunggal wanita yang gerak dan posisinya sama dengan tari kancet ledo.

Tetapi, penari nggak menggunakan bulu enggang dan gong, melainkan menggunakan posisi yang berjongkok dan merendah atau duduk dengan lutut menyentuh lantai.

Tarian ini menceritakan tentang kehidupan burung enggang yang dimuliakan oleh suku Dayak sebagai tanda keagungan dan kepahlawanan.

2. Tari Kancet Ledo

Tari ini menceritakan tentang kelemah lembutan seorang gadis yang seperti sebatang padi yang meliuk saat di tiup angin.

Biasanya, tarian ini dibawakan oleh seorang wanita menggunakan busana suku Dayak kenyah dan kedua belah tangan memegang rangkaian bulu ekor burung enggang.

Properti Tari Kancet Papatai

Saat sedang menampilkan tarian ini, maka terdapat properti yang yang diperlukan, yaitu:

1. Mandau

Mandau menjadi salah satu senjata khas suku Dayak yang digunakan sebagai warisan generasi atau pusaka dari nenek moyang. Senjata tersebut menjadi sakral karena mempunyai kesaktian di dalamnya.

Apakah Anda pernah dengar mandau terbang dari Kalimantan Timur?

Nah, itulah bukti dari kesaktian senjata ini. Biasanya, cara menggunakan senjata ini di ikatkan di bagian pinggang.

2. Kelembit

Kelembit terbuat dari bahan kayu yang ringan. Walaupun ringan, daya tahan dari kekuatan ini sangat terjamin dan mempunyai beberapa hiasan di bagian luarnya.

Senjata ini sering digunakan untuk menangkis dalam mempertahankan diri dari serangan musuh.

3. Baju Perang Suku Dayak

Properti utama dalam tarian ini yaitu menggunakan baju perang suku Dayak. Dimana, baju tersebut dibuat dari bahan alam, seperti kulit binatang dan kayu.

Uniknya lagi, baju ini memiliki logam sebagai penghias sehingga terlihat lebih mewah dan elegan saat digunakan.

Selain itu, terdapat tulisan atau rajah yang dipercaya suku Dayak sebagai jimat keselamatan bagi penggunanya.

Gerakan Tarian Kancet Papatai

Pada dasarnya, gerakan tari kancet papatai cenderung melakukan gerakan seperti sedang berperang.

Biasanya, gerakan tersebut dimulai dengan teatrikal yang dilanjutkan dengan penari dalam melakukan provokasi. Gerakan ini akan dimulai saat penari sedang berperang dengan musuh.

Caranya dengan mengayunkan mandau sekaligus menggunakan kalabit untuk mempertahankan dirinya dari musuh.

Nantinya, gerakan tersebut menunjukan kekuatan yang dimiliki dengan filosofi yang mempunyai kekuatan yang sangat tangguh.

Berikut ini ada tiga gerakan utama dalam tarian ini, antara lain yaitu:

  • Purak Barik yang menjadi gerakan utama yang mengharuskan penari bergerak berpindah tempat.
  • Nganjat yang akan menjadi gerakan utama dalam tarian kancet lasan.
  • Ngasai, gerakan yang mempresentasikan cara terbang dari burung enggang.

Iringan Tari Kancet Papatai

Alat musik yang yang sering digunakan untuk mengiringi tarian ini, yakni sampe.

Tahukah Anda alat musik sampe?

Sampe merupakan alat musik yang bentuknya seperti gitar yang dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari. Senari yang dimilikinya sekitar 3 sampai 4 senar saja.

Alat musik ini mempunyai ukiran kepala burung enggang yang menjadi khas suku Dayak.

Dalam kepercayaan suku Dayak ini, sampe berguna untuk mengungkapkan isi emosional manusia, seperti rasa duka, kerinduan, gembira dan kasih sayang.

Dulunya, alat ini sering dimainkan pada siang dan malam hari saja. Untuk waktu siang, biasanya, menggambarkan tentang perasaan gembira dan ceria.

Pada malam hari, biasanya mengekspresikan ungkapan yang sedang sedih dan syahdu.

Sementara itu, terdapat instrumen musik yang digunakan dalam suku Dayak kenyah, yaitu sak paku.

Pola Lantai Tari Kancet Papatai

Dalam tarian ini, ada pola lantai dasar yang perlu diketahui, yaitu pola horizontal. Gerakannya awalnya dimulai dengan sangat teatrikal. Kemudian, dilanjutkan dengan gerakan yang diiringi teriakan antar penari yang saling memprovokasi.

Hal tersebut yang menjadi titik awal dalam terjadinya gerakan saling serang.

Saat memasuki, terdapat jeda dalam pementasan, yaitu jeda pada adegan penari yang tampak beristirahat dengan kudanya.

Selain itu, aktivitas istirahatnya juga di iringi dengan gerakkan berputar-putar. Dimana, ceritanya mengisahkan tentang penari yang selalu siap kalau terdapat serangan mendadak dari musuh.

Fungsi Tari Kancet Papatai

Sama seperti kesenian lainnya yang mempunyai fungsinya masing-masing.

Sehingga tari tradisional atau kreasi cepat mengalami perkembangan gerakan dalam seni tari.Tarian ini memiliki dua fungsi, antara lain yaitu:

1. Sebagai Pertunjukan

Tarian satu ini berfungsi sebagai hiburan. Misalnya digunakan untuk acara adat, penyambutan tamu, upacara adat dan lain sebagainya.

Hal tersebut dilakukan untuk memperkenalkan budaya suku Dayak yang luar biasa. Kemudian untuk penyambutan tamu kehormatan biasanya yang datang ke Kalimantan Timur saja.

2. Sebagai Tari Peperangan

Dulu, tari kancet papatai sering digunakan sebagai tari peperangan antara suku Dayak dengan suku lainnya.

Namun sekarang, tarian ini bukan bukan cuma untuk peperangan saja, melainkan hiburan juga.

Tentu saja sebagai generasi muda, kita harus selalu melestarikan atau mengembangkan budaya yang terdapat di indonesia, salah satunya tari kancet papatai.

Hal tersebut karena warisan turun temurun dari leluhur jaman dulu. Terima kasih atas kunjungan Anda.

Leave a Comment

thirteen − five =