Alat Musik Gambang Kromong Asal Betawi Beserta Filosofinya

Gambang kromong merupakan salah satu alat musik yang berasal dari Betawi. Dimana, memiliki berbagai jenis alat musik yang terdiri dari gambang, kromong, kongahyan, tehyan, sukong, ningnong, suling, gendang, kecrek dan lain sebagainya.

Awalnya, alat musik ini dipimpin oleh komunitas Tionghoa yang diangkat Belanda (kapitan Cina) Nie Hoe Kong.

Sehingga orkes gambang kromong bisa memadukan gamelan, gambang, kromong dan alat musik etnis lainnya seperti sukong, tehyan dan kongahyan.

Secara umum, alat musik ini sering digunakan sebagai hiburan dan perayaan suku Betawi.

Selain itu juga sering digunakan untuk mengiringi teater Lenong, acara pernikahan khas Betawi, pesta dan upacara ritual.

Orkes gambang kromong adalah perpaduan dari unsur pribumi dan unsur tionghoa.

Lagu-lagu yang dinyanyikan pun seperti lagu klasik, seperti Centeh Manis Berdiri, Mas Nona, Gula Ganting, Semar Gunem, Gula Ganting, Tanjung Burung, Kula Nun Salah, Mawar Tumpah dan lain sebagainya.

Sementara itu, alat musik ini dibuat bahan dasar kayu yang dibentuk semenarik mungkin.

Pada bilah bambu tersebut pasti mempunyai nada yang berbeda tergantung ukurannya. Untuk menghasilkan nada yang merdu, biasanya dipukul.

Sejarah Alat Musik Gambang Kromong

Sejarah Alat Musik Gambang Kromong
indonesiakaya.com

Gambang kromong menjadi sebuah kesenian tradisional Betawi yang dapat memadukan alat musik berupa gendang, gamelan dan rebab.

Umumnya, alat musik ini sering bersama dengan teater lenong, tari cokek dan lain sebagainnya.

Pada tahun 1930-an, alat musik ini sudah banyak dipentaskan pada masa penjajahan dan sampai sekarang masih dilestarikan.

Istilah “gambang kromong” berasal dari nama gambang (alat musik yang terbuat dari kayu), Sedangkan kromong (bonang lima nada).

Selain itu, alat musik ini juga mudah dimainkan bersama alat musik lainnya seperti sukong, tehyan, gong, kempul dan lain sebagainya.

Apakah cukup asing Anda dengar?

Tentu saja tidak, sebab alat musik tersebut berasal dari masyarakat Tionghoa yang sangat terkenal.

Jadi itulah mengapa gambang kromong dikenal sebagai alat musik yang dapat memadukan musik barat dengan China.

Untuk musik barat biasanya sering digunakan oleh pemain gambang kromong seperti gitar, terompet dan saksofon.

Sehingga alat musik ini sering kali dipertunjukkan masyarakat Tionghoa seperti sedang merayakan imlek, Cap Go Meh dan perayaan lainnya.

Dulunya pada tahun 1937, alat musik ini dimainkan bersama dengan tangga nada Tshi Che dan lagu China namun saat ini sudah menggunakan tangga nada slendro dan lagu tradisional seperti Jali-Jali dan Indung-Indung.

Yuk kepoin juga: Sejarah Alat Musik Flute Tertua Dalam Keluarga Woodwind

6 Jenis Alat Musik Gambang Kromong

Jenis Gambang Kromong
hanyaberbagi.com

Gambang Kromong yang sering digunakan dalam pertunjukan yaitu alat musik yang berpadu dengan Tionghoa dan Indonesia.

Bahkan bisa juga berpengaruh  dari alat musik Eropa.

Adapun alat musik tersebut, yaitu:

1. Gambang

Gambang adalah salah satu alat musik kesenian gambang kromong yang memiliki resonator dan bentuknya mirip dengan perahu.

Kemudian, bagian atasnya terpasang bilah-bilah lagu manggarawan atau guru batu berbentuk empat persegi panjang.

Jumlah bilah yang dimilikinya terdiri dari 18 buah dan dapat dibagi menjadi dua gembyang (oktaf). Untuk nada rendahnya yaitu liuh (a) dan nada yang paling tinggi yaitu siang (c).

Bilah-bilah tersebut memiliki panjang sekitar 29 sampai 58 cm dan dikunci menggunakan paku di bagian atas dari resonator. Hal tersebut dilakukan supaya nggak goyah.

Teknik memainkan alat musik ini yaitu dengan cara dipukul menggunakan dua buah kayu yang masing-masing panjangnya sekitar 30 sampai 35 cm.

Di ujungnya bulat berlapis kain dalam dua tabuhan, yaitu di lagu dan di kotek.

2. Gong dan Kempul

Alat musik ini dibuat dari bahan kuningan, logam dan perunggu yang berbentuk  lingkaran dan bagian tengahnya menonjol.

Ukurannya sekitar 85 cm fungsinya sebagai penentu irama dasar, sedangkan ukuran kempul sekitar 45 cm sebagai pewatas ritme melodi.

Dengan memiliki ukuran yang cukup besar, itulah sebabnya kenapa harus digantung di sebuah gawangan kayu.

Caranya dengan melubangi sisinya tempat mengikat talinya agar bisa digantung pada gawangan kayu berukir motif bunga, sulur, ular naga dan lain sebagainya.

Biasanya, alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul  menggunakan tongkat kayu yang ujungnya bulat berlapis kain.

3. Kecrek

Kecrek adalah salah satu alat musik gambang kromong yang terbuat dari lempengan-lempengan logam yang akan disusun di atas papan kayu.

Memainkan alat musik ini dengan cara dipukul menggunakan palu khusus atau tongkat dari kayu.

Tujuannya sebagai pengatur irama lagu sehingga dapat menimbulkan efek bunyi tertentu.

4. Ningnong

Bermain alat musik ini dengan cara dipukul menggunakan tongkat besi kecil yang dilakukan secara gantian kiri ke kanan sesuai irama.

Dimana, tujuan nya untuk mengatur irama tertentu.

Alat musik ini sudah jarang digunakan sekarang, namun instrumennya cuma ditabuh atau digunakan pada lagu-lagu pobin.

Selain itu, alat musik ini terdiri dari dua buah piringan logam yang berpacu dan masing-masing mempunyai garis tengah seperti k.1. 10 cm, yang yang berada di suatu bingkai kayu bertingkat satu.

5. Kongahyan

Kongahyan juga merupakan salah satu gambang kromong yang hampir mirip dengan rebab yang dijumpai di Jawa, Bali dan Sunda.

Bedanya, alat musik ini mempunyai ukuran yang lebih kecil dan sering digunakan saat acara pentas di kebudayaan suku-suku daerah. Memainkan alat musik ini dengan cara digesek.

6. Sukong

Sukong ini sering dijumpai di kesenian Gambang Kromong, yang mana gabungan dari tradisi Tionghoa.

Cara memainkan alat musik ini sama seperti kongahyan yaitu dengan cara digesek.

Alat musik ini dibuat dari batok kelapa sebagai wadah resonansi dan kayunya sebagai pembentang senar.

Kemudian, busur penggeseknya dibuat dari bahan alam seperti kuda jantan yang mempunyai rambut berwarna putih.

Filosofi Alat Musik Gambang Kromong

Filosofi Gambang Kromong
goodnewsfromindonesia.id

Setelah membahas tentang sejarah dan jenis-jenisnya, maka Anda perlu tahu makna filosofi dari alat musik gambang kromong ini.

Sebab, kesenian ini lahir dengan adanya akulturasi budaya antara etnis Tiongkok dan lokal yang saling berpadu dalam sebuah musikal.

Akulturasi budaya dalam kesenian ini bisa dilihat dari instrumen musik yang digunakan.

Selain itu, dalam kesenian gambang kromong juga menggunakan nada pentatonis.

Semua nada tersebut bersatu selaras dalam sebuah harmoni yang bentuknya seperti salendro khas tiongkok dengan salendro khas mandalungan.

Sementara itu, ada dua gaya yang sering dikenal dalam kesenian ini, yaitu Liau Wetan (berkembang di Jawa Timur dan Bekasi) dan Liau Kulon (berkembang di Jakarta Barat dan Tangerang).

Perbedaan daerah tersebut membuat Liau Kulon lebih kental musikalisasinya dengan bernuansa Tiongkok.

Sedangkan, Liau Wetan lebih kental dengan sundanya.

Dengan melihat keberagaman alat musik gambang kromong, tentu saja hal tersebut sudah menjadi keharusan untuk turut ikut berkontribusi.

Dimana, kita harus menjaganya dan bangga mempunyai kekayaan budaya yang nggak dimiliki oleh negara lain. Dengan begitu kita harus melestarikannya agar terus berkembang.

Terimakasih atas kunjungannya sobat Genemils.

Leave a Comment

11 − seven =