Mengenal Alat Musik Gambus, Sejarah dan Cara Memainkannya

Kamu pasti sudah mengenal alat musik gambus bukan?

Karena keberadaannya yang semakin yang semakin populer setelah dibentuknya grup musik Gambus tanah air seperti grup musik Sabyan.

Dimana grup ini menjadi viral karena membawa lagu dengan iringan musik gambus yang banyak disukai oleh orang Indonesia. Bahkan sampai ke luar negeri hingga menjadi terkenal dan populer.

Alat musik gambus adalah instrumen musik petik seperti mandolin yang berasal dari Timur Tengah. Umumnya, alat musik ini terdiri dari 3 senar hingga 12 senar. Biasanya gambus dimainkan sambil diiringi gendang.

Suara petikan gambus terdengar beriringan, selaras dengan irama penyanyinya yang juga pemain gambus itu sendiri. Seniman alat musik gambus ini sangat terampil dalam memainkan jemarinya ketika memetik senar gambus.

Dengan nyanyian yang berisikan tradisi tutur, nasehat, pantun, pergaulan muda-mudi maupun hikayat dalam ungkapan syair sangat terdengar merdu.

Sebuah orkes yang menggunakan alat musik utamanya dinamakan dengan orkes gambus.

Alat musik ini memiliki bentuk seperti kecapi berleher pendek dan tidak memiliki fret. Gambus ini juga memiliki visual yang unik seperti tabung resonator yang bentuknya bulat seperti buah pir dibelah dua.

Alat musik ini terbuat dari satu potong kayu utuh yang diberi cekungan sampai benar-benar tipis dan ringan. Semakin tipis kayunya, maka akan semakin bagus pula getaran yang dihasilkan.

Alat musik ini memiliki suara yang khas dari resonansi yang unik.

Senar gambus yang dipasang melintang dari ujung bawah hingga peg senar, bertumpu di atas bridge yang diletakkan di atas kulit berfungsi sebagai sound board.

Soundboard ini terbuat dari kulit hewan seperti domba yang sudah dibersihkan bulunya. Kulit dipasang pada badan gambus dengan cara dipaku menggunakan paku kecil.

Biasanya jumlah senar pada gambus antara 5 sampai 7 senar.

Instrumen yang digunakan dalam alat musik ini sangat bervariasi. Misalnya maqamat dan ritme yang akan menggambarkan alat musik ini menjadi alat musik yang umum dipakai.

Pada umumnya, alat musik ini biasanya mengiringi tarian tradisional khas Melayu. Contohnya tari Zapin dan tari Jepen yang dibawakan oleh laki-laki dalam tariannya.

Lagu yang sering dibawakan dan memiliki lirik berisikan tema keagamaan berasal dari Timur Tengah.

Sejarah Alat Musik Gambus

Sejarah Alat Musik Gambus
infopublik.id

Sejarah alat musik gambus ini sangat bervariasi. Pada saat pertama kali masuk ke Indonesia, alat musik gambus ini mengalami banyak perjalanan sejarah dan budaya di sejumlah daerah.

Contohnya di Pulau Sumatera, Kalimantan hingga daerah Gorontalo.

Sedangkan di luar negeri, alat musik ini juga mengalami perjalanan perkembangan dan berbagai inovasi di sejumlah negara yaitu Turki dan India.

Alat musik ini pertama kalinya dikenal sebagai kesenian masyarakat melayu yang berada di kawasan pesisir pantai yaitu pada abad ke-7 hingga abad ke 15 an.

Para pedagang dari Timur Tengah yang masuk ke daerah Riau meninggalkan pengaruh di bidang kesenian dan budaya.

Kemudian kesenian gambus ini dan tari Zapinnya sudah mulai berkembang di masyarakat Melayu Riau terutama di Pulau bengkalis dan Siak Sri Indrapura.

Alat musik ini juga sudah masuk ke Pulau Kalimantan, melalui masyarakat yang berasal dari daerah Brunei Darussalam dan tinggal bersama masyarakat melayu di Desa Mengkiang.

Desa Mengkiang inilah yang akan menjadi Kerajaan Sanggau dan saat ini sudah menjadi Kabupaten Sanggau. Desa ini terletak di alur sungai Sekayam atau dikenal sebagai anak sungai Kapuas.

Selain itu, alat musik ini juga sudah masuk ke Gorontalo dikenal dengan sebutan Gambusi. Gambus ini dibawa ke Provinsi Gorontalo oleh seorang ulama yang berasal dari Timur Tengah.

Gambusi Gorontalo memiliki persamaan dengan gambus pada umumnya. Cuma dilengkapi dengan 7 dawai dan dimainkan dengan cara dipetik.

Alat musik ini biasanya dimainkan beriringan dengan Marwas dan Rebana pada setiap pertunjukan seni.

Selanjutnya, alat musik ini mengalami masa kejayaan di Indonesia pada tahun 1940.

Oleh seorang perintis orkes gambus dari Arab yang bernama Syech Albar dan El-Suraya dari Medan. Mereka dipimpin langsung oleh Ahmad Baqi yang terkenal.

Gambus terdiri dari gendang, biola, seruling, tabla, marwas dan lainnya. Berikut ini adalah penjelasan dari alat musik ini:

  • Alat musik Mandolin adalah alat musik yang berasal dari Timur Tengah.
  • Alat musik Gendang digunakan dalam musik gambus untuk mengatur irama yang telah tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Sehingga menjadi alat musik tradisional.
  • Alat musik Biola adalah alat musik yang berasal dari negara Eropa. Biasanya alat musik ini digunakan untuk mengiringi sebuah musik modern dan saat ini sudah menjadi instrumen musik yang banyak digunakan di Nusantara.
  • Alat musik Seruling adalah alat musik tradisional yang sudah banyak terdapat di Indonesia.
  • Alat musik Tabla adalah alat musik yang berasal dari India. Sebenarnya nama Tabla ini berasal dari bahasa Arab yaitu “tabl” yang artinya “drum”. Tabla biasa digunakan untuk mengiringi lagu dangdut.
  • Alat musik Marwas adalah alat musik yang berkolaborasi dari Timur Tengah dengan campuran Betawi yang memiliki unsur yang kental. Sementara kesenian Marwas berasal dari negara Timur tengah yaitu dari Yaman.

Yuk, kepoin juga: Alat Musik Betawi

Cara Memainkan Alat Musik Gambus

Cara Memainkan
goodnewsfromindonesia.id

Alat musik ini merupakan kelompok instrumen dawai atau senar yang bentuknya seperti setengah semangka, tidak mempunyai nada, tapi dilengkapi dengan dawai. Bentuk badannya sangat kecil dibanding bentuk lehernya.

Instrumen gambus dimainkan dengan cara yang beraneka ragam.

Ada yang dimainkan dengan cara dipetik, digesek, dipukul dan ditiup. Alat musik ini dimainkan dengan instrumen pedang untuk mengatur irama dan juga instrumen lainnya.

1. Posisi Memainkan Gambus

Pada saat memainkan alat musik ini, biasanya dilakukan dengan 3 posisi yaitu posisi berdiri, duduk di kursi dan duduk bersila. Berdiri yaitu dengan tangan kanan menopang gambus dan dikaitkan ke bawah ekor gambus.

Sedangkan tangan kiri dipakai untuk menekan nada pada bagian lehernya.

Duduk bersila yaitu dengan kedua kaki dilipat, tangan kanan untuk memetik senar dengan plectrum dan tangan kiri pada bagian leher gambus untuk menekan nada.

Selanjutnya duduk di kursi yaitu menggunakan kedua kaki untuk menopang gambus dan tangan kanan untuk memetik senar, serta tangan kiri untuk menekan nada pada leher gambus.

2. Cara Memetik Gambus

Caranya sangat beraneka ragam sekali. Karena setiap orang yang ingin memainkan alat ini memiliki cara yang berbeda. Perbedaannya adalah cara memetik gitar yaitu up down picking.

3. Penjarian (Fingering)

Penjarian adalah untuk menghasilkan tangga nada yang tepat sesuai dengan yang ingin dimainkan. Umumnya penjarian dilakukan sesuai dengan lagu yang hendak dimainkan.

Akan tetapi, penjarian ini dilakukan mulai dari tangga A minor yang harmonis yaitu a-b-c-d-e-f-gis-a.

4. Pelarasan (Tuning)

Pelarasan adalah hal yang paling diperlukan oleh seorang musisi. Karena pelarasan adalah hal yang paling utama yaitu nada yang dihasilkan oleh dawai paling bawah sampai paling atas diketahui lebih dulu.

Demikianlah ulasan mengenai alat musik Gambus lengkap dengan sejarah dan cara memainkannya.

Menarik bukan? Semoga ulasan ini sangat bermanfaat untuk kita dan bisa menambah wawasan ilmu kita.

Leave a Comment

2 × three =