6 Jenis Alat Musik yang Menggunakan Tangga Pentatonis

Alat musik pentatonis adalah salah satu musik yang menggunakan 5 nada dalam satu oktafnya.

Contohnya seperti gamelan jawa yang menggunakan nada 1, 2, 3, 4, 5, 6 (ji, ro, lu, ma, nem) yang biasa digunakan dalam laras slendro.

Kemudian yang sering digunakan dalam laras pelog yaitu tangga nada 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 (ji, ro, lu, pat, ma, nem, pi).

Untuk mengetahui apa itu tangga nada pentatonis, maka bisa simak penjelasan dibawah ini!

Apa Sih Tangga Nada Pentatonis Itu?

Istilah pentatonis berasal dari kata penta (5) dan juga tonis yang berarti nada. Tangga nada pentatonis ini dapat dibentuk dengan cara mengurangkan nada ke-4 dan nada ke-7 dari oktaf 8 nada.

Maksudnya, tangga pentatonis adalah tangga nada yang terdiri dari lima nada berbeda-beda. Dimana tangga nada tersebut bisa menandakan tahapan awal dalam mengembangkan musik.

Bahkan, tangga nada ini juga sudah ada sejak zaman Yunani Kuno, namun saat itu tangga nada tersebut digunakan sebagai pengelola Kitara Yunani.

Bukan cuma itu saja, ada juga beberapa nyanyian gregorian dimasa awal yang menggunakan tangga nada untuk menyempurnakan musiknya.

Selain itu, pentatonis juga menjadi tangga nada yang sangat populer, bahkan tangga nada ini juga sering digunakan musik rock.

Berjalannya waktu, nada pentatonis juga sudah banyak digunakan dalam musik modern maupun musik tradisional.

Contohnya di Indonesia, tangga nada ini banyak digunakan pada alat musik gamelan Jawa, angklung, Kolintang, sasando dan lain sebagainya.

Sementara itu, khusus gamelan Jawa memiliki dua jenis tangga nada pentatonis yang dapat digunakan yaitu, titi laras slendro dan titi laras pelog.

1. Laras Slendro

Laras slendro diartikan sebagai salah satu tangga nada dengan 5 nada primer. 5 nada primer tersebut meliputi do, re, mi, sol dan la.

Jarak intervalnya dibilang relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan pelog.

Selain itu, karakteristiknya dapat memberikan musik yang sangat lincah sehingga siapapun yang mendengarnya menjadi bersemangat.

2. Laras Pelog

Tangga nada pelog kebalikan dari Slendro, dimana jarak intervalnya dapat dibilang cukup besar. 5 nada yang terdapat pada tangga ini terdiri dari do, mi, fa, sol dan si.

Kalau slendro mempunyai karakteristik musik yang cukup lincah, maka karakteristik pelog lebih tenang dan terdengar sangat elegan di telinga.

Yuk, kepoin juga: Jenis Alat Musik Organ

Jenis-Jenis Alat Musik Pentatonis

Cukup banyak alat musik pentatonis yang berasal dari Indonesia.

Berikut ini beberapa alat musik pentatonis yang berasal dari Indonesia yaitu:

1. Genggong

Genggong
wikimedia.org

Genggong adalah alat musik pentatonis yang berasal dari Bali.

Walaupun cara bermainnya hanya diletakkan di bagian mulut, namun Anda nggak perlu meniupnya sebab fungsi diletakkan di bagian mulut sebagai penyangga.

Jadi, untuk memainkan alat musik ini dengan cara tali yang berada di bagian ujung ditarik sehingga secara otomatis akan bergetar dan menghasilkan suara bunyi.

Alat musik ini dibuat dari pelepah daun enau yang sudah tua dan mengering.

Biasanya, alat musik ini sering dimainkan saat ada acara tertentu seperti pernikahan, hiburan, pertunjukkan tari tradisional yang menarik minat banyak masyarakat dalam dan luar negeri untuk menontonnya.

2. Gambang Kromong

Gambang Kromong
jurnalisindonesia.id

Gambang kromong adalah perpaduan antara nilai budaya pribumi dan China. Alunan musik ini merupakan hasil perpaduan bunyi yang berasal dari berbagai alat musik.

Sementara itu, gambang kromong terdiri dari alat musik yang membawa unsur China.

Contohnya seperti tehyan, kongahyan, sukong dan lain sebagainya.

Sedangkan pada alat musik pribumi seperti  kendang, kempul, gong, ningnong, kecrek dan lain sebagainya.

3. Calung

Calung
indonesiakaya.com

Alat musik pentatonis selanjutnya yaitu calung yang berasal dari tanah Sundah atau berasal dari Jawa Barat. Biasanya, alat musik ini sering dimainkan secara bersamaan dengan alat musik lainnya.

Misalnya seperti angklung yang menjadi salah satu jenis alat musik dari Sunda. Untuk pembuatannya digunakan bahan seperti bambu yang berjenis awi temen atau awi wulung.

Teknik memainkannya dengan cara dipukul-pukul. Selain itu, alat musik ini terdiri dari 2 macam, yaitu calung rantay dan juga calung jinjing. Kedua calung tersebut yang sering digunakan masyarakat.

Biasanya, calung rantay dimainkan dengan cara duduk bersilang para pemainnya, sedangkan untuk calung jinjing para pemainnya perlu mengurutkan calung dengan posisi berdiri saat memainkannya.

Awalnya, alat musik ini digunakan sebagai pengiring ritual perayaan adat Sunda saja, dengan berjalannya waktu alat musik ini pun sudah banyak dijumpai dalam berbagai acara hiburan masyarakat.

4. Serunai

Serunai Alat musik pentatonis
infokekinian.com

Serunai adalah salah satu alat musik pentatonis yang dimainkan dengan cara ditiup. Alat musik ini terbuat dari bahan bambu dan daun kelapa.

Lalu, bagian mulutnya terdapat lidah tunggal yang direkatkan dan terbuat dari bambu tipis.

Alat musik ini memiliki 4 lubang nada. Dimana, teknik memainkannya dapat dengan cara berkelompok dan dapat dikombinasikan menggunakan alat musik yang lain seperti rebana, ode, rebana, rea dan lain sebagainya.

Agar bisa menghasilkan suara yang sangat jernih dan menarik, sebaiknya sebelum memainkannya alat musik ini harus diasapi terlebih dahulu menggunakan kemenyan.

5. Tifa

Tifa Alat musik pentatonis
detik.net.id

Tifa menjadi salah satu alat musik tradisional yang berasal dari Indonesia bagian Timur yang sudah menjadi identitas diri bagi masyarakat Papua dan Maluku.

Biasanya, alat musik ini sering dimainkan oleh para laki-laki yang sudah dewasa dan dimainkan dengan cara dipukul menggunakan tangan.

Alat musik ini dibuat dari kayu linggua yang terkenal sangat kuat dan besar.

Kayu tersebut adalah kayu dari khas daerah Papua yang terkenal dengan mempunyai kualitas nomor satu sebab kayunya sangat tebal dan kuat.

Untuk membuatnya kayu ini akan dibentuk seperti tabung dan mempunyai tinggi yang berbeda-beda dan dapat disesuaikan dengan jenis dan daerahnya masing-masing.

Kemudian, alat musik ini akan diberikan lubang di bagian dalam tabungnya supaya bisa menghasilkan suara yang nyaring saat ditabuh.

Nantinya pada salah sisi ujung alat musik ini akan ditutupi dengan kulit hewan rusa, akan tetapi di beberapa daerah ada juga yang menggunakan kulit biawak yang dikeringkan terlebih dahulu.

6. Sasando

Sasando Alat musik pentatonis
gramedia.net

Alat musik pentatonis yang terakhir yaitu sasando. Sasando adalah alat musik tradisional yang dapat ditemukan di pulau Rote. Bentuknya seperti tabung panjang yang terbuat dari bambu khusus.

Teknik memainkan alat musik ini dengan cara memetik bagian senarnya menggunakan jari.

Bagian atas dan bawah sebagai tempat untuk memasang maupun mengatur senar. Sedangkan bagian tengah diberi penyangga sehingga senar di rentangkan.

Indonesia memiliki banyak alat musik dengan tangga pentatonis yang sangat beragam misalnya seperti alat musik yang sudah dijelaskan diatas.

Dengan mengetahui tangga nada pentatonis, maka Anda bisa memahami berbagai jenis budaya yang ada di tanah air dengan baik.

Terima kasih atas kunjungan Anda.

Leave a Comment

6 + 7 =