6 Jenis Alat Musik Rebana yang Erat Kaitannya Dengan Islam

Rebana adalah salah satu alat musik tradisional yang bentuknya hampir mirip dengan marawis. Dimana, alat musik pukul ini sudah berkembang luas di Negara Asia Tenggara.

Diberbagai negara, alat musik ini memiliki bentuk bundar dan pipih yang dibuat dari suatu lingkaran yang berbentuk bingkai.

Bahan yang digunakan untuk membuat nya yaitu kayu yang sudah dibubut.

Untuk bagian atasnya juga dilapisi dengan kulit kambing dan bagian inilah nantinya yang akan dipukul.

Teknik bermainnya dengan cara dipukul menggunakan tangan, namun posisi yang sering digunakan untuk bermainnya dengan sikap berdiri maupun duduk.

Lalu, pemain akan memegang alat musik menggunakan tangan kiri dan tangan kanan untuk memukulnya.

Sementara itu, bagian yang dapat menghasilkan sebuah bunyi terdapat pada bagian membrannya yang terbuat dari kulit binatang, seperti kulit kambing.

Hal tersebut dilakukan supaya dapat menghasilkan getaran yang jauh lebih baik.

Sejarah Alat Musik Rebana

Sejarah Alat Musik Rebana
bukalapak.com

Pada zaman leluhur, seni sudah berkembang sebagai kegiatan ritual manusia yang berhubungan dengan kekuatan supranatural.

Kegiatan tersebut yaitu wujud dari ungkapan rasa syukur, seperti menyambut hasil panen yang berlimpah, kelahiran, pernikahan, suka cita menyambut kemenangan dan rasa duka sebab sedang dihadapi bencana alam maupun kematian.

Dimana, wujudnya seperti tarian, patung, musik, nyanyian dan lain sebagainya.

Perkembangan berikutnya, ungkapan rasa syukur yang dikenal tersebut akan diadakan untuk memperkuat kepercayaan tentang kehidupan manusia.

Selain itu, kesenian ini dikelompokkan menjadi bentuk pemujaan yang sudah melekat dengan kepercayaan seperti tari dalam ritual agama. 

kemudian, seni yang berhubungan dengan religi bersifat sakral atau suci.

Namun, kesenian rebana ini cukup erat kaitannya dengan kesenian tradisional Islam.

Akan tetapi, selalu berkaitan juga dengan adat istiadat yang berbeda dari satu kelompok dengan kelompok lain.

Istilah rebana berasal dari “arba’a” (bahasa Arab) yang berarti empat.

Bilangan empat tersebut bermakna prinsip dasar agama Islam, yakni harus melakukan kewajiban kepada Allah SWT, masyarakat, alam dan harus melakukan kewajiban terhadap diri sendiri.

Rebana menjadi salah satu alat musik yang cukup terkenal di masyarakat Muslim, sebab mempunyai banyak sebutan nama seperti robana, rabana, terbana dsn terebang.

Alat musik rebana diterbitkan oleh Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional tahun 1990, kemudian masuk ke Indonesia sekitar abad 15 masehi.

Dengan berjalannya waktu, agama Islam di Indonesia memberikan pengaruh terhadap seni rebana.

Dimana sejak 1945 sampai sekarang sudah ditandai dengan banyaknya kegiatan festival mulai dari tingkat desa sampai tingkat nasional.

Bahkan, banyak juga pergelaran seni rebana, mulai di panggung hiburan yang bersifat resmi maupun tidak resmi.

Jenis-Jenis Rebana

Jenis-Jenis Rebana
amazonaws.com

Rebana tergolong alat musik ritmis yang sering digunakan untuk mengiringi musik.

Di Indonesia, alat musik ini sudah berkembang sebagai media dakwah ajaran Islami. Adapun beberapa jenis alat musik rebana, yaitu: 

1. Rebana Ketimpring

Cukup banyak Suku Betawi yang sudah dipengaruhi oleh budaya Timur Tengah dan yang bernuansa agama Islam.

Dimana, terdapat beberapa alat musik tradisional di Betawi yaitu rebana ketimpring, ngarak, dor dan biang.

Alat musik ketimpring ini mempunyai tiga pasang kerincingan (kecrek).

Alat musik ini dibuat dari kayu dan ukurannya cukup kecil. Biasanya sering digunakan untuk memeriahkan acara, mengarak pengantin, acara budaya suku Betawi dan lain sebagainya.

2. Kompangan atau Hadroh

Komprangan adalah sebuah pertunjukan seni dari Jambi. Pertunjukan tersebut akan menampilkan syair-syair Islami yang menggunakan rebana kompangan.

Alat musik ini biasanya dimainkan oleh 8 hingga 20 orang laki-laki.

Sementara itu, alat musik ini diperkirakan sebagai seni pertunjukan yang sudah ada sekitar 1930-an khas Jambi.

3. Rebana Burdah

Ada beberapa keluarga yang sudah menetap di betawi lebih dari 3 generasi, yaitu keluarga Ba’mar, Azmar, dan Kathum dari Mesir.

Dimana, mereka tinggal di kampung kuningan barat, mampang prapatan jakarta selatan.

Namun ada seorang sesepuh mereka yakni Sayyid Abdullah Ba’mar yang melahirkan kesenian rebana Burdah dan grupnya bernama Firqah Burdah Ba’mar. 

Secara intensif, Abdullah Ba’mar akan membina alat musik ini agar semua anak cucunya dapat belajar.

4. Rebana Qasidah 

Qasidah merupakan salah satu seni pertunjukan menggunakan rebana yang digunakan untuk penyebaran agama Islam.

Dalam bahasa Arab qosidah berarti syair epik kesusastraan Arab, yang mana penyanyi akan melantunkan lagu dan nasihat dengan bernuansa Islam.

5. Rebana Biang 

Alat musik ini mempunyai ukuran yang paling besar daripada rebana lainnya.

Menurut kong sa’anan yaitu alat musik ini sudah berumur 90 tahun, yang mana dulunya dibawa oleh pasukan Mataram pimpinan Sultan Agung hingga sampai di Betawi.

Saat itu alat musik ini berguna untuk hiburan dan sarana kegiatan tarekat saja.

Terdapat empat jenis rebana yang disesuaikan dengan diameternya, yakni rebana ketog yang diameter sekitar 20 cm, gendung diameternya sekitar 30 cm, kotek berdiameter 60 cm dan biang diameternya sekitar 60 hingga 80 cm.

6. Rebana Maukhid

Munculnya kesenian rebana ini nggak lepas dari nama Habib Husein Al Haddad, sebab habib lah yang sudah mempelajari dan mengembangkan alat musik ini.

Pada awalnya alat musik ini cuma mempunyai 2 buah saja, namun setelah di kembangkan oleh Habib Husein sudah menjadi 4 hingga 16 buah.

Keberadaan Maukhid bukan cuma untuk pertunjukan, melainkan untuk pengisi acara tabligh, nggak ada rencana khusus untuk pementasan, apalagi rencana untuk pengembangan maupun perluasan wilayah.

Fungsi Alat Musik Rebana

Fungsi Alat Musik Rebana
dictio.id

Di masa lampau alat musik rebana sering dimainkan untuk menyambut tamu kehormatan dan menunjukan rasa syukur.

Namun saat ini sudah berubah kegunaannya, misalnya dimainkan saat acara adat tertentu.

Selain itu, ada juga beberapa fungsi yang dimilikinya, antara lain yaitu:

1. Sebagai Media Hiburan

Secara umum, alat musik ini digunakan sebagai pengiring acara syukuran khitanan, pernikahan dan peringatan acara keagamaan, seperti Maulid Nabi, Isra Mi’raj dan hari besar Islam lainnya.

2. Sebagai Transfer Norma Budaya

Rebana merupakan alat musik tradisional yang sering digunakan untuk transfer norma budaya.

Artinya, alat musik ini nantinya akan digunakan saat mengumandangkan syair-syair keagamaan sebagai misi untuk dakwah.

Tentu saja hal tersebut dilakukan seiring dengan dakwah yang sudah dilakukan oleh wali songo saat menyebarkan dakwah dan menyampaikan nilai-nilai Islam di negara Indonesia.

3. Sebagai Kesenian

Selain yang di atas, alat musik ini juga berguna dalam berbagai macam kesenian.

Bahkan, bisa juga digunakan untuk mengembangkan berbagai macam keterampilan dan nilai seni dalam membuat lagu maupun karya.

Dimana, alat musik ini nantinya akan digunakan untuk melantunkan lagu-lagu qasidah maupun hadroh.

Nah, gimana?

Apakah Anda sudah memahami tentang alat musik rebana yang sudah dijelaskan diatas?

Jika sudah, sebaiknya dijaga dan dilestarikan lagi hingga berkembang luas di Negara Asia Tenggara. Terima kasih atas kunjungan Anda.

Leave a Comment

16 − 4 =