Catatan Kecil Masa Putih Abu-Abu

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Di sini saya ingin berbagi sedikit mengenai pengalaman hidup ketika masih mengenakan seragam putih abu-abu. Untuk lebih jelasnya. Yuk, langsung saja kita simak kisahnya hingga akhir!

Putih Abu-abu merupakan pakaian seragam bagi Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajatnya. Dulu ketika saya masih berseragam tersebut, rasanya seolah biasa saja. Ya seperti pada umumnya gitu, berangkat pagi, bertemu teman-teman, belajar di kelas, aktivitas lainnya hingga pulang dan begitu seterusnya.

Masa itu sudah hampir 2 tahun berlalu, kini saya tidak dapat mengulang kembali harianku di waktu itu. Terkadang kalau teringat, rasanya rindu sekali pada masa itu. Karena hal tersebut juga merupakan momen yang cukup berkesan bagi saya.

Seperti itulah yang saya rasakan selepas lulus. Ketika SMA aku merasa bangga karena bisa dibilang sudah mulai tumbuh menjadi orang dewasa. Disaat inilah mulai begitu mengenal dunia luar, mungkin bisa dikategorikan tidak gaul.

Yah seperti itulah memang yang saya rasakan ketika pertama kali masuk dan bisa dibilang lagi jaim-jaimnya gitu. Apalagi saat bersama dengan teman-teman. Ketika saya menghadapi masalah merekalah yang datang membantu. Di kala mental mulai turun merekalah yang akan membantu naik lagi.

Sekilas Tentang Sekolah Saya

sekolah saya
freepik.com

Dulu itu saya bersekolah di MAN Sidikalang. Terletak di Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara dan merupakan sekolah agama islam terbaik di daerah tersebut. Yah disinilah saya menimba ilmu selama 3 tahun.

Boleh dibilang, ini lingkungan yang baik dalam mendukung prestasi yang ada di sekolah. Siswa-siswi yang masuk menjadi murid MAN Sidikalang terbilang banyak yang berprestasi. Walaupun begitu ada juga sih yang tidak terlalu menonjol dalam hal prestasi termasuk diri saya sendiri, hehe.

Di sekolah saya, juga banyak guru-guru yang kompeten, prestasi akademik, juara olimpiade, juara MTQ tingkat kecamatan hingga provinsi, prestasi olahraga, dan fasilitas sekolah yang bagus. Banyaknya para lulusan yang tembus di PTN ternama dan telah terbukti banyak alumni-alumni sukses.

Sekilas Tentang Saya

khairul damanik santri pesantren sintesa
Pas lagi kenalan di pondok pesantren Sintesa.

Khairul Damanik adalah nama lengkap saya bisa dipanggil Irul, terlahir dari keluarga sederhana. Saya anak ke-4 dari empat bersaudara bisa dibilang sebagai anak bungsu (siampudan).

Saya masuk MAN Sidikalang tahun 2015. Sebelumnya saya belum ada planning ke depan untuk masuk SMA di mana, agak bingung gitu. Cuman ikut-ikutan sama teman, dia milihnya itu saya juga itu. Hehe, maklum saat itu masih belum terlalu berpikir dewasa.

Saya hanya seorang siswa biasa yang tidak pernah juara kelas (kalo 10 besar sih pernah), pernah menjadi anggota OSIS sebagai koordinator keamanan. Jadi bisa dibilang sebelum saya menjadi bagian dari OSIS sering terlambat masuk kelas. Pernah dihukum keliling lapangan. Meskipun begitu paling tidak, belum pernah berkelahi semasa SMA,

Tidak pernah bolos sekolah meski kadang sering alfa dalam absensi. Karena sekolah merupakan amanah dari orang tua. Bagi saya membolos adalah pantangan yang mutlak yang wajib dihindari. Karena jika tidak masuk sekolah, pasti ada pemberitahuan dan izin sebelumnya.

Pengalaman Masa Putih Abu-Abu

putih abu abu
Lagi masa-masanya Ujian Nasional (UN), jadi berfoto dulu dengan teman-teman buat jadi kenang-kenangan.

Saya pertama kali masuk di kelas X-IPA 2. Karena di tempat saya belajar penjurusan sekolah pertama kali dibuat semasa angkatan saya. Sebelumnya itu dilakukan di kelas XI. Jadi untuk mata pelajaran terbagi 2 yaitu:

Ilmu agama Islam dan umum. Saya dan teman-teman mempelajari ilmu agama (Qur’an Hadits, Akidah Akhlak, Fiqih). Umum (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Kimia, Biologi).

Yah, seperti itulah, semua mata pelajaran yang kami tempuh. Walaupun kadang kalau pelajaran Matematika saya agak kurang. Namun yang paling membekas di memori saya adalah perjuangan untuk memperoleh nilai yang bagus.

Entah mengapa, hal ini sudah mengakar bahwa IPS itu adalah jurusan yang bagus. Karena peluangnya lebih luas untuk mendapatkan tempat yang lebih tinggi pada profesi tertentu. Kemudian hal lain yang menjadi dominasi di jurusan IPA ini yaitu siswa-siswi yang rajin dan tertib. Kata teman saya IPA adalah tempatnya calon suami idaman gitu katanya, hehe.

Agak berbeda dengan IPS, kalau IPS selalu diisi oleh kumpulan siswa-siswi yang susah diatur. Suka berkeliaran, seragamnya amburadul dan tidak disiplin. Ada lagi yang beranggapan kalau anak IPA itu lebih pintar dibandingkan anak IPS.

Terpengaruh Mindset Yang Salah

mindset
freepik.com

Menurut saya anggapan bahwa IPA itu lebih baik dibandingkan IPS adalah kesalahpahaman. Jurusan IPA dan IPS sebetulnya sama saja. Namun ilmu IPS akan lebih bisa diterapkan secara langsung di masyarakat dan kehidupan kita. Karena biasanya kalau anak IPS itu tingkat sosialnya lebih tinggi.

Selain itu, ilmu IPA juga sangat bermanfaat, seperti listrik, lampu, internet, komputer dan lainnya yang sebagian besar berasal dari pengetahuan IPA. Semua penemuan-penemuan hebat tersebut ditemukan oleh orang-orang yang mempelajari ilmu IPA.

Yang perlu menjadi pertanyaan dimanakah jiwa kita?

Kebanyakan siswa-siswi baru SMA belum sampai ke tahap pemikiran seperti itu, jurusan IPA terlihat elite karena memang orang-orangnya yang genius. Ditambah lagi IPS buruk karena didominasi oleh pelajar yang memang sulit diatur.

Cara pandang seperti itu yang sudah menjadi anggapan secara turun temurun di lingkungan sekolah yang hingga akhirnya saya memilih jurusan IPA.

Jujur saja, mata pelajaran IPS itu lebih menyenangkan menurut saya dibandingkan mata pelajaran IPA. Owh iya, saya lupa selain jurusan IPA dan IPS disekolah saya juga ada jurusan agama. Cuman saya rasa tidak cocok aja dengan jurusan ini, karena saya pun dulunya agak kurang dengan pelajaran agama, tetapi ya nggak mayoritas banget sih.

Hari-hari Sebagai Anak IPA

anak ipa

Dengan menggunakan sistem pengacakan kelas yang dilakukan sekolah, saya masuk di kelas X-IPA 2 hingga XII-IPA 2. Jadi teman sekelas saya itu-itu aja orangnya selama 3 tahun dan punya banayak cerita baru.  Saat mulai masuk IPA, saya mulai membiasakan diri dengan pelajaran IPA meski memusingkan tetapi menyenangkan.

Boleh dibilang untuk porsi pelajaran waktu SMA itu lumayan menguras tenaga dan pikiran. Karena di setiap harinya wajib menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Yah kurang lebihnya seperti itulah yang saya rasakan menjadi anak IPA.

Tugas kelompok Membuat Drama Teater Keong Mas

drama teater keong mas
unsplash.com

Sewaktu kelas duabelas, pernah mendapat tugas dari ummi Hasanah Nadeak (HN). Guru mata pelajaran Seni Budaya untuk membuat drama teater. Dulu judul teater drama kami adalah Keong Mas yang mana cerita itu saya memerankan sebagai raja, gimana keren bukan? hehe.

Kalian pasti sudah tahu ceritanya. Teater ini agak mirip dengan film aslinya. Serasa sudah seperti seorang actor gimana gitu.

Setelah melakukan persiapan yang matang mulai dari latihan dengan teman kelompok. Teater kami dipentaskan di depan kelas dengan kostum yang sudah disesuaikan. Yang masih teringat adalah latihanku, berkumpul bersama teman-teman. Yah pokoknya susah senang kita hadapi bersama.

Berfoto Bersama Satu Kelas

Menjelang kelulusan, semua angkatan XII melakukan pengambilan foto untuk kelasnya masing-masing dan dijadikan sebagai album kenangan kelulusan. Kami itu berfoto Bersama dengan guru wali kelas yaitu ummi Zaidatul Khairat (ZK).

Selain berfoto bareng guru, ada foto personal, foto dibagi berkelompok-kelompok, dan berfoto keseluruhan satu kelas.

Petualangan saya masih berlanjut.

Akhirnya Perpisahan

perpisahan
antero.co

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, di penghujung sekolah. Dalam hati ada terselip penyesalan, meninggalkan cerita SMA yang sebenarnya ingin di ulang kembali. Memperbaiki prestasi, menghapus kenangan-kenangan kelam dan kenakalan yang sudah dialami.

Mungkin saja, tidak hanya saya saja yang berpikirin demikian. Ya begitulah, yang pasti perpisahan pasti akan terjadi. Membuka lembaran baru untuk saya jalani dan teman-teman yang baru saja lulus.

Catatan akhir: Menyedihkan sih, saya tidak banyak mempunyai foto kenang-kenangan dulu ketika SMA.

Mungkin sekian yang dapat tulis mengenai pengalaman pribadi yang cukup berkesan ini. Mudah-mudahan dengan Anda membaca tulisan ini Anda bisa belajar dari pengalaman orang lain.

Apabila ada kata-kata saya yang kurang berkenan khususnya untuk pembaca saya mohon maaf dan minta ampun kepada Allah SWT. Fastabiqul khairat.

Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Leave a Comment

4 × one =