Pengalaman Bekerja Sambil Sekolah

Setiap orang pasti memiliki kenangan ataupun pengalaman hidup bukan? Entah itu kenangan lucu, senang, mengharukan hingga menyedihkan. Nah melalui kesempatan ini saya ingin berbagi sedikit mengenai pengalaman saya tentang bekerja sambil sekolah.

Untuk lebih jelasnya yuk kepoin terus pengalaman saya hingga akhir. Manatahu dengan membaca cerita ini, bisa mendapat pelajaran untuk Anda melalui pengalaman orang lain.

Harta Yang Paling Berharga Adalah Keluarga

harta yang paling berharga adalah keluarga
victorynews.id

Saya memang terlahir dari keluarga yang sederhana. Meski begitu saya sangat bersyukur bisa dilahirkan dari Rahim seorang sosok Ibu yang istimewa. Mulai dari menyusui, diajarkan berjalan hingga berkata-kata. Dan seorang Ayah yang penuh kasih sayang dalam merawat, membimbing hingga membesarkan kita.

Namun pernahkah kita membayangkan memiliki orang tua kaya, harta berlimpah, rumah banyak, mobil mewah. Kemudian apapun yang kita minta pastinya akan diberikan oleh orang tua kita?

Saya yakin banyak di antara kita bakalan pasti pernah membayangkan hal serupa. Saya pernah berpikir pasti bahagia mempunyai orang tua seperti itu. Akan tetapi aku salah, karena kebahagiaan tidak hanya melulu soal harta. Dengan hidup seperti ini pun saya sudah merasakan kebahagian.

Saya sadar, ternyata dari keluarga sederhana inilah saya bisa memperoleh kasih sayang yang begitu sangat luar biasa. Mari kita renungkan sejenak pengorbanan orang tua kita. Ayah, ibu maafkanlah anakmu ini yang dulu pernah menyakiti hati kalian.

Berjuang Menjalani Kehidupan

berjuang menjalani kehidupan
freepik.com

Jadi boleh dibilang dulunya itu saya nakal kadang suka berkelahi, setiap hari ke warnet, malas, asal disuruh orang tua kadang ngebantah, dan masih banyak hal buruk lainnya. Namun entah mengapa setelah ibu saya meninggal waktu itu tahun 2014 silam saat itu saya masih kelas 3 SMP.

Saya merasa mulai sedih ditinggalkan seorang ibu yang selama ini tulus merawat saya dari kecil. Kadang kalau saya lagi sendirian pasti saya selalu merenung sejenak sambil menangis dan berdoa untuk ibu saya (auto mewek). Hihihi.

Walaupun terkadang orang tua sering marah, tetapi saya percaya itu semua karena dia sayang kepada saya. Apalagi dulu itu kakak saya sebagai anak pertama sudah berkeluarga dan telah memiliki 2 orang anak, abang saya nomor dua mengalami tuna rungu (tuli) dan tuna wicara (bisu).

Kemudian yang nomor tiga abang saya yang memang pada saat itu kuliah diluar pulau Sumatera Utara yakni di Jawa. di mana ketika itu ekonomi keluarga kami sedang mengalami krisis-krisnya.

Ayah saya pun ketika itu tidak sanggup untuk membiayai sekolah. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk bekerja sambil bersekolah dan hal itu pun diizinkan oleh ayah saya.

Saya mulai bekerja mulai dari kelas 3 SMP, setelah ibu saya almarhumah. Yakni bekerja di sebuah Ponsel dengan melayani pelanggan mulai dari jual pulsa, HP, aksesoris Hp dan lainnya.

Di sana saya bekerja selama hampir 3 tahun, setidaknya banyak pelajaran yang bisa saya dapatkan melalui pekerjaan tersebut. Mulai dari tanggung jawab, kejujuran, menjaga adab, dan lainnya. Boleh dibilang saya orang yang bisa bertahan lama bekerja di tempat tersebut.

Terbiasa Kerja Di Tempat Orang

Karena biasanya setiap ada karyawan baru paling tidak 3 atau 6 bulan bisa bertahan lama dan paling cepat ada yang hanya cuman 1 bulan saja udah itu keluar. Itu karena banyaknya tekanan yang dihadapi oleh karyawan dari atasan.

Kalau ditempat saya kerja itu banyak memiliki cabang usaha lainnya seperti usaha jualan gorengan, tabung gas, rumah makan. Karena saya dulu sudah lebih berpengalaman. kadang itu saya bantu juga menjual gorengan, membagikan tabung gas ke tempat langganan seperti di warung-warung bersama dengan rekan kerja dan tempat lainnya.

Biasanya untuk hari sabtu saya ditugaskan untuk kerja di rumah makan. Jadi awal-awalnya itu saya di sana cuman hanya bantu mengangkat piring kotor dari meja makan. Hingga akhirnya lama-kelamaan melayani pembeli seperti membungkus nasi.

Oh iya, saya lupa menjelaskan, kalau sekolah saya mulai dari jam 7 pagi hingga jam 3 sore. Jadi sepulang sekolah saya sudah bisa mulai bekerja. Hari demi hari pekerjaan ini saya tekuni terus-menerus walaupun kadang ada perasaan jenuh dan lelah.

Tetapi saya yakin dengan terus bekerja keras pastinya akan memperoleh kesuksesan di suatu saat nanti. Oleh karena itu, saya mohon doanya dari para pembaca untuk mendoakan saya agar diberikan kemudahan dalam segala urusan, dimudahkan rezeki, bisa menjadi orang yang sukses, dan tentunya diberikan keselamatan baik dunia maupun akhirat. Aamiin, Aamiin ya robbal alamin.

Yuk! baca juga: Catatan Kecil Masa Putih Abu-Abu.

Efek Sekolah Sambil bekerja

sekolah sambil bekerja
unsplash.com

Terus terang menurut saya kalau sekolah sambil bekerja, kita bisa terlatih mandiri dan berjiwa tanggung jawab. Selain itu, ada juga hal negatif yang mungkin bisa terjadi jika sekolah sambil kerja.

Tentunya akan menjadikan waktu belajar bisa berkurang dan tugas-tugas sekolah pun bisa kelupaan. Prestasi juga akan bisa menurun apabila sulit membagi waktu antara kerja dan belajar.

Yah, mau bagaimana lagi memang kondisi saya dulunya sedang sulit. Paling tidak saya bisa mengutamakan kewajiban sebagai siswa dalam belajar.

Menurut saya dengan bekerja juga banyak hal positif yang bisa didapatkan. Salah satunya yaitu saya bisa membuktikan kepada orang tua bahwa saya bukanlah anak yang cuma bisanya menghambur-hamburkan duit.

Terkadang juga pas lagi gajian, tak lupa juga saya sisihkan sebagian penghasilan untuk orang tua buat tambahan belanja ataupun keperluan lainnya.

Manfaat Kerja Sambil Sekolah

1. Pandai Membagi Waktu Dengan Baik

pandai membagi waktu
pixabay.com

Alhamdulillah dengan bekerja saya menjadi bisa membagi waktu. Misalnya dalam mengerjakan tugas, beristirahat, berkumpul dengan keluarga ataupun teman agar tidak bentrok waktu untuk bekerja. Sehingga saya dapat mengetahui aktivitas mana saja yang akan menjadi prioritas utama saya.

2. Menjadi Seorang Disiplin

belajar menjadi orang disiplin
freepik.com

Seperti pada poin yang saya bahas pertama selain pandai dalam mengatur waktu, tentunya hal ini bisa menjadikan saya belajar lebih disiplin. Selain saya bisa disiplin terhadap diri sendiri. Saya juga bisa disiplin dalam hal bekerja.

3. Belajar Bertanggung Jawab

belajar bertanggung jawab
freepik.com

Tentunya tidak mudah untuk bisa menjadi orang yang bertanggung jawab. Contohnya saja ketika dulu saya bekerja di ponsel, kadang sering atasan memberikan tugas untuk saya buat setor duit ke bank. Jadi bisa bisa dibilang duit yang diamanahkan buat saya tidak tanggung-tanggung.

Nah disinilah kita memang benar-benar diuji untuk bisa menjadi orang yang lebih bertanggung jawab. Alhamdulillah pada saat itu Allah masih masih memberikan saya kelancaran segala urusan.

4. Menjadi Lebih Mengenal Dunia Kerja

dunia kerja bekerja sambil sekolah
freepik.com

Ketika saya sudah bekerja, maka akan menjadi mengerti bagaimana sebenarnya dunia kerja itu. Terkadang saya melihat karyawan lain memang benar-benar serius dalam bekerja. Dan hal inilah yang menuntut saya menjadi seseorang yang profesional.

Selain itu saya juga dapat menerapkan sistem yang saya pelajari dalam hal dunia kerja untuk kegiatan sehari-hari yang memang berhubungan dengan pekerjaan.

Simak artikel selanjutnya mengenai 7 Pengalaman Masa Kecil Yang Tak Terlupakan.

5. Belajar Mandiri Secara Financial

financial bekerja sambil sekolah
unsplash.com

Karena bekerja saya bisa mendapatkan uang dan tambahan saku. Jadi ya paling tidak bisa lah untuk menutupi kebutuhan hidup saya pribadi tentunya.

Dan yang pastinya masih ada banyak manfaat lainnya yang bisa kita dapatkan dengan bekerja. Meskipun sebaliknya ada kekurangannya, namun yang terpenting menurut saya kita bisa mengambil faedahnya.

Saya yakin kalau ada niat baik pasti ada jalan untuk kita menggapainya, jadi kalau Anda ragu untuk kerja sambil sekolah. Ada baiknya Anda buang jauh-jauh keraguan itu. Oke!

Sekianlah yang dapat saya sampaikan mengenai pengalaman hidup saya tentang bekerja sambil sekolah. Mudah-mudahan apa yang saya tulis ini bisa Anda petik hikmahnya dengan tidak mencontoh hal buruknya.

Oke kalo gitu, sampai jumpa di postingan selanjutnya!

Leave a Comment

12 − 3 =