10+ Pakaian Adat Betawi yang Penuh Filosofi & Keunikannya

Daerah Khusus Ibukota Jakarta adalah kota yang memiliki berbagai macam keunikan. Salah satu keunikannya adalah pakaian adat Betawi yang sampai saat ini masih banyak yang memakainya.

Suku Betawi adalah masyarakat yang tinggal di Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Bogor dan sekitarnya. Kebudayaan Betawi ini lahir dari berbagai campuran bermacam etnis dan suku yang ada di Indonesia.

Oleh karena percampuran berbagai macam etnis, ras dan suku, maka Suku Betawi memiliki tradisi dan ciri khas turun temurun dari berbagai kebudayaan. Hal ini bisa dilihat dari segi fisik, tradisi, kesenian, makanan sampai serba-serbi pakaian adatnya.

Pakaian adat Betawi adalah ciri setiap daerah yang memperlihatkan model, warna, hiasan dan berbagai motif yang berbeda. Ragam dari percampuran budaya asli dan budaya asing seperti Arab, India dan Cina sudah memberi warna tersendiri buat pakaian adat Betawi.

Pakaian adat Betawi termasuk pakaian yang simpel dan sederhana. Pakaian tradisional ini tidak mengenakan banyak aksesoris seperti perhiasan yang mencolok.

Pakaian ini dipakai dalam kehidupan sehari-hari seperti baju koko, celana gombrang, selendang, peci dan ikat pinggang.

Pada saat memakai pakaian adat ini dalam kesehariannya, para lelaki Betawi juga memakai alas kaki berupa sandal. Pakaian adat ini biasanya adalah baju yang dipakai sehari-hari, pakaian resmi dan juga pakaian khusus pengantin.

Serba Serbi dan Keunikan Pakaian Adat Betawi

Berikut ini serba – serbi dan keunikan pakaian adat Betawi yang perlu diketahui agar lebih mencintai budaya bangsa Indonesia.

1. Kebaya Encim

Kebaya Encim

Pakaian adat Betawi adalah Kebaya Kerancang atau yang biasa disebut dengan Kebaya Encim. Kebaya Encim adalah salah satu kebaya Betawi yang masih sering dipakai oleh para wanita sampai saat ini.

Kebaya Encim ini sering dipakai oleh gadis remaja, wanita muda sampai wanita setengah baya. Orang Betawi menyukai kebaya ini karena terlihat simpel, sederhana, tapi bisa menampilkan kesan yang anggun.

Pakaian adat Betawi seringkali digunakan pada momen-momen Pekan Raya Jakarta, untuk seragam karyawati yang bekerja di instansi Pemerintah, peringatan hari besar, menerima tamu istimewa, pentas seni budaya dan acara-acara lainnya.

Menurut sejarahnya, kebaya Encim ini pada masa lampau dikombinasikan antara brokat buatan Eropa yang ditutup dengan bordiran. Sehingga pakaian ini tampak seperti langsung dibordir.

Biasanya bordiran ini bermotif bunga yang bisa kamu temukan pada bagian bawah kebaya atau pergelangan tangan.

Terdapat berbagai varian bordir dan jenis yang berlubang banyak yang biasa disebut dengan Kerancang. Kebaya kerancang biasanya dibuat dari bahan tipis seperti rubia, paris, voal brokat dan sifon.

Selain itu, dulunya kebaya ini sering dipakai oleh masyarakat Tionghoa yang ada di indonesia. Kerancangnya sangat lembut dan tampilannya juga halus mendekati sempurna.

Seiring berkembangnya zaman, kebaya encim ini mulai dikenakan oleh masyarakat pribumi dan akhirnya menjadi pakaian tradisional khas daerah Betawi.

Kebaya ini adalah hasil akulturasi tiga budaya, yaitu Tionghoa, Jawa dan Arab. Hal ini bisa dilihat dari motif bunga dan motif burung phoenix yang berasal dari Tionghoa.

2. Kerudung

Untuk aksesoris, biasanya para wanita Betawi memakai kerudung untuk penutup kepala. Kerudung ini biasanya terbuat dari kain kayak selendang.

Cara memakainya juga simpel, cukup disampirkan di kepala, kemudian hubungkan kedua sisinya dengan cara memberi bros atau peniti supaya tidak mudah lepas. Memakai kerudung ala Betawi ini sengaja dibiarkan longgar.

3. Pakaian Sadariah

Pakaian adat Sadariah betawi
harapanrakyat.com

Sadariah adalah pakaian laki-laki dengan baju berwarna putih lengan panjang, atau biasa dikenal dengan sebutan baju koko dan peci.

Setelan ini memiliki ciri yang khas yaitu mengenakan celana panjang batik dengan model agak longgar, tapi bisa juga dengan memakai celana pantalon.

Biasanya di bagian lehernya dikalungkan kain bermotif kotak-kotak yang dipadukan dengan celana kain bermotif batik.

Namun saat ini Sadriah sudah dibuat dengan berbagai variasi yaitu terdapat bordir di kerah, pada bagian tengah, kiri dan kanan.

Bahan yang digunakan pun bervariasi seperti linen/katun, sutera alam dan lain-lain.

Untuk memakainya, pakaian Sadria ini dilengkapi dengan kain sarung yang dilipat dan diletakkan di bahu (disebut dengan cukin), memakai peci (kopiah) hitam polos dan mengenakan alas kaki selop terompah.

Pakaian Sadaria ini adalah pakaian yang melambangkan identitas lelaki yang rendah hati, sopan, dinamis dan berwibawa.

4. Demang

Demang atau biasa dikenal dengan sebutan jas adalah pakaian adat yang biasanya dipakai oleh para laki-laki Betawi. Biasanya demang dipadukan dengan menggunakan kain ujung serong atau kain panjang tidak sampai lutut yang dibentuk miring.

5. Pangsi Betawi

Pakaian adat Betawi satu ini yang bernama Pangsi Betawi memiliki ciri dengan leher baju yang bulat dan mengenakan lengan panjang. Dulu pakaian ini sangat banyak dipakai oleh kaum kecil, tapi saat ini sudah banyak pesilat atau pendekar Betawi yang memakainya.

6. Celana Batik Gombrang

Celana Batik Gombrang
theasianparent.com

Celana batik ini dikhususkan untuk laki-laki dan memiliki motif batik untuk dipasangkan dengan baju Sadariah.

Biasanya celana ini dilengkapi dengan karet pada bagian pinggangnya, sehingga lebih nyaman dipakai untuk melakukan aktivitas.

Sampai saat ini, celana ini paling sering dipakai masyarakat terutama laki-laki Betawi. Motifnya juga tidak mencolok, seperti warna coklat, hitam dan putih.

7. Selendang dan Sorban

Selendang dan Sorban
sintesakonveksi.com

Selendang dan sorban adalah pakaian adat Betawi untuk laki-laki. Selendang atau sorban ini berupa sarung yang dilipat dan diselempangkan di leher atau bisa diletakkan di bahu.

8. Aksesoris Kopiah dan Ikat Pinggang

Keunikan pakaian adat Betawi untuk laki-laki juga perlu ditambahkan dengan kopiah dan ikat pinggang. Supaya lebih terkesan “Betawi” yang semakin kuat. Para lelaki Betawi juga sering memakai peci atau kopiah yang berbahan beludru berwarna merah atau hitam.

9. Pakaian pengantin Pria dan Wanita

Pakaian adat pengantin betawi

Pakaian adat Betawi untuk pengantin pria dan wanita tidak boleh sembarangan.

Karena masyarakat Betawi masih memegang teguh nilai kebudayaan melalui pakaian adatnya, sehingga masyarakat Betawi memiliki pakaian yang khusus digunakan selama acara pernikahan.

Untuk pria, pakaian pengantinnya dikenal dengan sebutan “dandanan care haji” yang terdiri dari jubah panjang dan penutup kepala berwarna merah.

Sedangkan untuk pengantin wanita dikenal dengan sebutan “rias besar dandanan care none pengantin cine”, yang terdiri dari baju model Cina dan dipadukan dengan rok panjang model duyung.

10. Pakaian Bangsawan Ujung Serong

Untuk acara resmi, Betawi memiliki jenis pakaiannya yang dikenal dengan sebutan  Baju Ujung Serong. Pakaian adat ini dulunya cuma dipakai oleh para bangsawan dan kaum demang.

Tapi saat ini sudah tidak lagi,  karena pakaian ujung serong ini sudah dipakai oleh para Pegawai Negeri Sipil di Provinsi DKI Jakarta. Terutama dipakai untuk acara-acara tertentu.

Pakaian ini dilengkapi mulai dari kemeja putih, kain batik, jas berwarna gelap dan celana yang berwarna sama dengan jasnya.

Demikianlah uraian mengenai serba-serbi dan keunikan pakaian adat Betawi, selain nyaman dipakai juga bertujuan sebagai perlindungan diri dan identitas pemakainya.

Leave a Comment

seven + twenty =