6 Macam Rumah Adat NTB Beserta Filosofi & Keunikannya

Rumah Adat NTB – Indonesia adalah salah satu negara yang kaya akan budaya. Sangat banyak faktor utama yang menyebabkan adat istiadat serta kultur dan budaya yang bisa dijumpai di Indonesia.

Selain itu, keragaman adat istiadat serta kultur dan budaya juga bisa dijumpai di beberapa pulau lainnya seperti Kalimantan, Bali, Sulawesi, Jawa hingga NTB yang mempunyai rumah adat.

Nusa Tenggara Barat sangat identik dengan pulau Lombok sebagai tempat wisata pantai.

Nggak cuma itu aja, NTB juga mempunyai berbagai macam keunikan budaya, makna dan filosofi sendiri.

Hal ini terlihat dari berbagai desain rumah adat NTB.

Nama-Nama Rumah Adat NTB

Provinsi Nusa Tenggara Barat mempunyai beberapa rumah adat yang harus diketahui.

Ingin tahu, apa saja rumah adat tersebut?

Yuk simak artikel berikut!

1. Rumah Adat Sumbawa

Rumah Adat Sumbawa
takterlihat.com

Rumah adat NTB yang pertama yaitu sumbawa. Rumah adat sumbawa terdiri atas 3 jenis, yaitu dalam loka, bale panggung dan bala pekat.

Rumah adat dalam loka adalah sebuah istana bersejarah peninggalan kerajaan yang dipimpin oleh Sultan Muhammad Jalaludin.

Luas tanahnya sekitar 696,98 m dengan mempunyai  2 bangunan kembar yang disangga 98 tiang kayu jati dan 1 tiang guru yang terbuat dari pohon cabe berukuran pendek.

Pada tahun 1885, Sultan Muhammad Jalaluddin III meningkatkan istana dalam loka karena sudah lapuk dimakan usia.

Lalu, pada rumah adat bale panggung mempunyai ukuran yang nggak terlalu besar.

Rumah tersebut salah satu tempat tinggal masyarakat dan para prajurit di sumbawa. Sedangkan, rumah adat bala pekat disebut juga dengan bala Datu Ranga.

Rumah adat ini dapat dijumpai di Kelurahan Pekat, Sumbawa Besar, tepatnya berdiri di Selatan istana dalam loka.

Bentuknya seperti rumah panggung besar yang dibuat dari kayu. Dulu, rumah ini  ditempati oleh Abdul Majid Daeng

Matutu, Perdana Menteri Kesultanan Sumbawa yang memiliki gelar datu Ranga.

Rumah adat ini juga memiliki beberapa ruangannya sendiri, antara lain yaitu:

  • Kamar mandi  yang berada di luar ruangan induk.
  • Bala Bulo, sebagai tempat area keluarga atau tempat bermain anak raja.
  • Di area luar rumah adat ini  memiliki lonceng istana, gapura, rumah jama dan kebun.
  • Lunyuk Mas di sebelah Lunyuk Agung, tempat khusus untuk istri menteri, permaisuri, dan tempat staf saat upacara adat.
  • Ruang Sidang di belakang bala rea, untuk tempat tidur dayang
  • Ruang Dalam di sisi Timur, terdiri dari empat kamar untuk putri dan putra raja yang sudah menikah.
  • Area Dalam di sisi Barat, berguna untuk tempat ibadah
  • Ruang Dalam di sisi Utara, berfungsi sebagai ruang tidur dayang dan permaisuri.
  • Lunyuk Agung di bagian depan bangunan, berguna untuk tempat musyawarah, pertemuan dan resepsi.

2. Rumah Adat Bale

Rumah Adat Bale NTB
kataindonesia.com

Bale adalah salah satu rumah adat Nusa Tenggara Barat khususnya suku Sasak yang berada di Dusun Sade, Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah.

Dusun Sade tetap menjaga dan melestarikan rumah adat ini sehingga masih bisa dijumpai sampai sekarang.

Suku Sasak mempunyai beberapa aturan jika ingin mendirikan rumah adat ini, yaitu harus memilih waktu untuk membangun.

Hal ini dikarenakan mereka meyakini jika tidak mengikuti aturan yang sudah ditentukan, maka mereka akan dapat nasib yang buruk saat menempati rumah tersebut.

Rumah adat ini mempunyai beberapa macam bale yang semua atapnya dibuat dari jerami atau alang alang yang mempunyai fungsi masing-masing.

Berikut beberapa jenis bale yang ada, yakni:

  • Bale Bencingah.
  • Bale Gunung Rate.
  • Bale Balaq.
  • Bale Kodong.
  • Bale Jajar.
  • Bale Tani.
  • Bale Berugak atau sekepat.
  • Bale Sekenam.
  • Bale Tajuk
  • Bale Bonter.

3. Rumah Adat Berugaq Sekepat

Rumah Adat Berugaq Sekepat
orami.co.id

Berugaq sekepat adalah bukan rumah adat NTB. Melainkan, rumah adat yang dianggap sebagai salah satu jenis rumah adat yang dimiliki masyarakat NTB.

Hal ini disebabkan karena, bangunan rumahnya memiliki fungsi yang sangat penting pada masa lalu. Dimana, berfungsi untuk tempat penerimaan orang asing yang baru memasuki desa.

Bentuk dari bangunan ini mirip dengan pondok kecil atau saung yang berukuran relatif kecil.

Luas tanahnya nggak  pernah lebih dari lima meter persegi dengan memiliki empat tiang penyangga di setiap sudutnya. Bagian lantai rumah dibuat dari bilah bambu yang dianyam menggunakan tali.

Selain itu, bangunan ini juga tidak mempunyai dinding sama sekali.

Hal inilah yang membuat orang berpendapat bahwa rumah adat ini bukan dari daerah NTB.

4. Rumah Adat Bale Jajar

Adat Bale Jajar
promediateknologi.com

Rumah adat Nusa Tenggara Barat selanjutnya yaitu bale jajar. Rumah bale jajar ini adalah salah satu tempat tinggal untuk suku Sasak yang memiliki ekonomi menengah ke atas.

Rumah ini terdapat dua dalam bale dan satu serambi yang terbilang sesangkok.

Selain itu, rumah adat ini juga memiliki sambi yang berfungsi sebagai tempat menyimpan bahan makanan, keperluan rumah dan lain sebagainya.

Bagian depan dilengkapi dengan sekepat, sedangkan bagian belakang dilengkapi sekenam.

Sementara itu, banyak sekali penduduk lokal bermata pencahariannya sebagai petani maupun peternak.

Jadi, nggak heran jika rumah adat ini banyak didatangi wisatawan untuk mencari tahu tentang bagaimana adat lokal yang menarik dalam mencari kebutuhan dan menyimpan kebutuhan hidupnya.

5. Rumah Adat Bale Bonter

Adat Bale Bonter
grid.id

Rumah adat bale bonter menjadi salah satu rumah adat Nusa Tenggara Barat terbesar yang dapat dijumpai di provinsi.

Rumah ini terlihat dengan mudah dari ukuran yang mencapai 50 meter persegi. Bangunan rumahnya cukup besar sehingga bisa menjadi tempat tinggal para pembesar suku.

Pada umumnya, para pembesar suku kedudukannya sama dengan perangkat desa atau dusun di sekitar lainnya.

Walaupun rumah ini digunakan oleh pengurus desa, tetapi konsep dari bangunannya mirip dengan Bale Jajar. Bedanya pada bale bonder yang terdapat satu ruang khusus yang disiapkan.

Pada bagian ruang ini digunakan saat ada hal penting yang harus diputuskan, ruang rapat dan untuk ruang pengadilan jika ada suatu kasus di wilayah desa maupun dusun.

Karena memiliki ukuran bangunan yang besar, maka rumah adat ini perlu membutuhkan beberapa tiang penyangga supaya bangunanya tetap kokoh.

Biasanya,tiang yang digunakan sekitar 8 sampai 10 tiang penyangga supaya berdiri kokoh. Akan tetapi, ada juga beberapa rumah adat ini yang memakai 20 tiang penyangga.

6. Rumah Adat Bale Lumbung

Adat Bale Lumbung

Rumah adat NTB yang terakhir yaitu bale lumbung. Rumah adat ini banyak digunakan oleh suku Sasak.

Dimana, keunikan dan bentuk nya seperti panggung, atapnya berujung runcing dan lebar.

Bagian atapnya memiliki jarak sekitar 1,5 sampai 2 m dari tanah dan berdiameter 1,5 hingga 3 m.

Bangunan dari rumah adat ini terbuat dari jerami dan alang-alang, dinding terbuat dari anyaman bambu. Lalu, bagai lantainya terbuat dari papan yang disangga dengan beberapa tiang.

Nah, itulah penjelasan tentang rumah adat NTB yang masih digunakan dan dilestarikan sampai sekarang oleh suku Sasak. Setiap rumah adat tersebut memiliki keunikan dan konsep bangunannya masing-masing. Terima kasih atas kunjunganya.

Leave a Comment

16 − twelve =