4 Pesona Rumah Adat Sulawesi Tenggara & Segala Keunikannya

Rumah Adat Sulawesi Tenggara – Provinsi Sulawesi Tenggara adalah salah satu dari 34 provinsi yang ada di Indonesia, yang selalu menjunjung tinggi adat istiadat dan kebudayaannya.

Hal ini bisa kita lihat dari kebiasaan masyarakatnya yang terus menjaga budaya setempat.

Misalnya menjaga fungsi dan sejarah dari rumah adat Sulawesi Tenggara.

Sulawesi Tenggara adalah provinsi yang kaya akan sumber daya alam, adat istiadat dan budaya yang patut untuk kita pelajari. Misalnya rumah adatnya.

Dimana pada setiap rumah tradisional tentu saja memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri.

Sulawesi Tenggara juga memiliki keunikan pada bentuk, arsitektur, ciri khas dan masih banyak lagi lainnya.

Meskipun sebagian orang menganggap kalau rumah adat adalah sesuatu yang kuno dan ketinggalan zaman.

Padahal faktanya yaitu keberadaan rumah adat merupakan salah satu ciri khas suatu daerah.

4 Pesona Rumah Adat Sulawesi Tenggara

Yuk, kita kenali lebih dekat pesona rumah adat Sulawesi Tenggara berikut ini:

1. Rumah Adat Mekongga

Rumah Adat Mekongga
trippers.id

Rumah adat mekongga adalah rumah adat tradisional bagi suku Raha dan tempat tinggal dari Raja.

Bangunan rumah ini sangat besar dan luas dengan bentuk arsitektur segiempat yang indah dan mempesona.

Dimana luasnya bisa mencapai 2 Ha dan bentuknya pun sangat unik seperti bentuk rumah adat panggung.

Rumah ini memiliki 3 penyangga yang berjumlah 12 buah, dimana jumlah tiang tersebut melambangkan 12 pemimpin yang sangat berpengaruh di wilayah Mekongga.

Rumah adat ini tingginya mencapai 60 sampai 70 kaki di atas tanah.

Kemudian keunikan lain dari rumah ini adalah memiliki anak tangga berjumlah 30, dimana anak tangga tersebut melambangkan helai bulu sayap burung Kongga.

Tangga ini juga berfungsi sebagai penghubung antara permukaan tanah dengan lantai rumah.

Biasanya rumah adat mekongga terdiri dari 4 buah ruangan, yaitu:

  1. Ruang untuk rapat atau pertemuan para pemuka adat
  2. Ruang untuk tempat penyimpanan benda-benda pusaka dan juga barang- barang yang berharga
  3. Ruang kerja untuk Raja
  4. Ruang untuk para abdi setia dari Raja.

Pada bagian depan, sisi kiri dan juga sisi kanan rumah juga terdapat gambar burung Kongga yang merupakan ciri khas dari rumah adat Mekongga itu sendiri.

2. Rumah Adat Laikas Sulawesi Tenggara

Rumah Adat Laikas Sulawesi Tenggara
celebes.co

Rumah adat Laikas adalah rumah rumah adat yang paling banyak ditempati oleh suku Tolaki.

Biasanya suku Tolaki tinggal di Kendari, Kabupaten Konawe Utara. Konon katanya arsitektur rumah adat ini dipengaruhi oleh beberapa suku lain, yaitu suku Bugis, Luwu dan Makassar.

Sehingga rumah adat ini memiliki bentuk ornamen yang beraneka ragam.

Sebagian penduduk suku Tolaki juga masih hidup secara tradisional, yaitu masih terus menggantungkan hidupnya dengan cara mengelola hasil alam.

Karena mereka masih berpegang teguh dengan keyakinan dan juga tradisi untuk selalu menjaga kelestarian alam. Kepercayaan ini masih terus diwariskan kepada anak cucu mereka.

Rumah adat ini biasanya terdiri dari 4 lantai. Tiap-tiap lantai memiliki kegunaannya sendiri.

Rumah ini terdiri dari 3 jenis yang berdiri di atas tanah setinggi 20 kaki.

Untuk bagian bawah rumah atau kolong digunakan untuk tempat hewan peliharaan, menyimpan peralatan pertanian dan lain sebagainya.

Keunikan dari rumah ini adalah sebuah ruangan khusus yang digunakan sebagai tempat untuk menenun kain tradisional.

Lantai pertama dan kedua ditempati oleh raja dan permaisuri.

Sedangkan untuk lantai ketiga digunakan untuk tempat menyimpan benda-benda pusaka dan barang-barang berharga.

Kemudian di lantai keempat digunakan sebagai tempat ibadah maupun tempat untuk semedi.

3. Rumah Adat Buton Sulawesi Tenggara

Rumah adat buton ini dikenal dengan sebutan rumah adat malige dan benoa walie. Sekilas rumah ini mirip dengan rumah adat dari Sulawesi Barat, tepatnya suku Mandar.

Namun, kedua rumah adat ini juga memiliki perbedaan. Rumah tradisional malige biasnaya dihuni oleh Sultan dan para bansawan. Sementara untuk malige dikhususkan untuk masyarakat biasa.

Rumah adat Buton ini memiliki atap dengan dua pelana, sehingga bentuknya sangat tinggi.

Kalau diperhatikan secara seksama lebih mirip seperti bangunan kekaisaran di Jepang atau Korea Selatan.

Denah rumah adat ini memanjang ke belakang dan menggunakan 5 tiang untuk bagian depan. Selain di depan, tiang ini meliputi bagian samping rumah. Biasanya jumlahnya melambangkan status sosial pemilik.

Adapun makna dari jumlah tiang ini adalah sebagai berikut:

  • Empat tiang menggambarkan masyarakat biasa
  • Enam tiang menggambarkan kaum bangsawan
  • Delapan tiang menggambarkan Sultan

Setiap penyangga dari rumah adat ini diteruskan dari bawah sampai ke atas, kemudian pada bagian atasnya akan diibaratkan seperti piramida terpancung.

Rumah adat Buton dari Sulawesi Tenggara ini adalah salah rumah yang sangat mempesona.

Baik dari segi arsitekturnya dan filosofi yang terkandung di dalamnya membuat rumah ini sangat menakjubkan.

4. Rumah Adat Banua Tada

Rumah Adat Banua Tada
kabarapik.com

Rumah adat Banua Tada adalah rumah yang berasal dari Sulawesi Tenggara, dimana rumah adat ini dibangun dengan bahan material kayu dan dibentuk seperti rumah panggung.

Proses pembangunanya tidak memakai paku sama sekali. Tapi, rumah ini terbuat dari bahan material kayu yang unggul. Contohnya kayu nangka, kayu jati dan bayem.

Seiring berkembangnya zaman, rumah adat ini mengalami perubahan pada pondasinya. Rumah ini sudah mulai menggunakan batu bata dan lantainya juga menggunakan papan kayu.

Rumah adat ini bisa ditemukan di wilayah Pulau Buton yang biasanya ditempati oleh masyarakat Suku Wolio.

Benua Tada berasal dari bahasa Buton yaitu “Banua” yang artinya rumah dan kata “Tada” yang artinya siku.

Pertama kali rumah adat ini dibangun pada masa kerajaan Raja Buton yaitu Wa Kaa Kaa.

Tujuan dibuat rumah ini adalah untuk menghormati raja mereka, yang mana pada saat itu rumahnya masih bentuk yang sederhana tanpa hiasan apapun.

Namun, tepat pada tahun 1491 yaitu pada waktu Sultan Buton meninggal, maka rumah adat ini mulai mengenal berbagai macam hiasan-hiasan yang membuat rumah ini memiliki pesona.

Rumah adat ini terdiri dari 3 jenis, diantaranya yaitu:

  • Banua Tada Kamali atau Malige, rumah adat ini adalah istana khusus yang digunakan sebagai tempat tinggal khusus raja dan keluarganya.
  • Banua Tada Tare Pata Pale, rumah adat ini adalah rumah yang berbentuk siku dengan 4 tiang. Dimana rumah ini dijadikan sebagai tempat tinggal para pejabat sampai para pegawai istana dan keluarganya.
  • Banua Tada Tare Talu pale,  rumah adat adalah rumah tradisional yang biasanya memiliki tiang berjumlah 3 buah. Rumah ini biasanya ditempati oleh orang dewasa.

Rumah adat ini juga memiliki beberapa simbol hiasan yang dipengaruhi oleh konsep dan ajaran tasawuf.

Hiasan tersebut juga tidak boleh dipasang sembarangan karena simbol ini memiliki maknanya tersendiri.

Biasanya simbol yang diberikan melambangkan nilai-nilai kebudayaan sampai menerapkan kearifan lokal yang ada.

Demikianlah penjelasan mengenai pesona rumah adat Sulawesi Tenggara dan segala keunikannya. Semoga informasi ini bisa bermanfaat dan bisa dipahami dengan baik bagi para pembaca sekalian.

Leave a Comment

16 + nineteen =