Yuk baca! Tari Papua yang Terkenal Akan Ritual Mistis di Dalamnya

Eksotika Indonesia dapat dilihat dari ujung timur negara yaitu Papua. Wilayah Papua memiliki keindahan alam, budaya dari berbagai suku yang sudah melahirkan banyak kesenian, salah satunya tarian adat.

Tari adat Papua adalah sebuah aset bangsa dalam bidang kesenian nusantara.

Bisa dibilang, beberapa tarian nya merupakan cerminan jati diri yang perlu diperhatikan oleh semua orang, bukan cuma warga yang ditinggal di Papua saat, melainkan warga Indonesia.

Namun saat ini, ada beberapa tarian daerah yang mulai dilupakan dan jarang digunakan lagi.

Hal ini disebabkan karena banyak faktor, seperti kurangnya rasa memiliki sehingga sangat mudah melupakannya.

Padahal, di zaman dulu leluhur banyak pengorbanan untuk membuatnya tariannya, tetapi sekarang seperti jasa-jasanya tidak berharga.

Selain itu, tari adat tradisional yang berasal dari Papua juga mempunyai satu ciri khas yang sangat populer di penjuru Indonesia.

Salah satunya yaitu mempunyai gerakan yang dinamis, energik dan penuh semangat.

Jenis-Jenis Tari Adat Asal Papua

Papua sudah berhasil memikat para wisatawan dengan keindahan alam yang dimilikinya.

Bukan cuma itu saja, Papua juga mempunyai kesenian dan budaya tradisional yang mampu menarik perhatian para turis.

Sebab, tarian ini menyuguhkan sejumlah makna yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari.

Nah, apa saja sih tarian adat tersebut?

Yuk Simak ulasan berikut!

1. Tari Aluyen Papua

Tari Aluyen papua
wikimedia.org

Tari tradisional Papua yang pertama yaitu tari aluyen. Tarian ini berasal dari daerah Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat.

Nama tari aluyen berasal dari dua suku kata, yakni alu artinya “lagu” dan yen artinya “dinyanyikan”.

Jika semua kata tersebut disatukan maka artinya yaitu “lagu yang dinyanyikan”. Sementara itu, eksistensi awal tarian ini sudah ada sejak Indonesia belum merdeka.

Biasanya, tarian ini sering digunakan sebagai bagian dari upacara adat, seperti pembangunan rumah baru, pembukaan kebun baru dan lain sebagainya.

Kemudian, tarian ini bisa dilakukan saat siang maupun malam hari.

Tetapi, kalau tarian tersebut diadakan di dalam rumah adat, maka pertunjukannya bisa berlangsung selama 1 sampai 2 bulan.

Kemudian, tari ini juga dibawakan oleh perempuan dan laki laki beserta terdapat satu orang yang bertindak sebagai pemimpin.

Pemimpin tersebut akan berdiri di depan penari lainnya dan diikuti oleh para penari dengan dua barisan memanjang ke belakang. 

2. Tari Antoroni

Tari Antoroni
imujio.com

Tari antoroni adalah tari yang berasal dari daerah Yapen Waropen, Wandamen. Awalnya, tarian ini pertama kali diperkenalkan oleh Jotham Mg. Wanggai. 

Kemudian, para penari pria dan perempuan akan membawa perlengkapan seperti antoroni (obor), umbee (parang), afi (panah) atau ato (busur panah), rawangguai (piring) dan neina nunggamiai nusantara (rangka tengkorak manusia). 

Untuk alat musik yang digunakan pada tarian ini yaitu tikainotu atau tifa dan tabura triton. 

Selain itu tarian ini juga diiringi dengan beberapa lagu seperti Sere-sere Muto, Bosare Bana Yuaou dan Andi Dona-dona Rey Penari dengan menggunakan busana kawui barika (cawet biru) dan kuwait bua (cawat putih). 

Bagi penari pria akan menggunakan cawat di bagian kepala dan untuk penari wanita akan mengenakan rok maupun kain. 

Untuk mempercantik penampilan, mereka akan menggunakan perhiasan dari burung Cendrawasih, bulu burung mambruk dan gelang yang dibuat dari kulit Bia.

3. Tari Perang Papua

Tari Perang Papua
azonaws.com

Biasanya, tari perang Papua dibawakan oleh penari pria dengan memakai pakaian adat Papua dan panah.

Panah tersebut melambangkan senjata yang menceritakan tentang jiwa kepahlawanan dan kegagahan masyarakat yang tinggal di daerah Papua. 

Sementara itu, tarian ini memiliki makna sebagai sebuah penghormatan para leluhur yang sudah memperjuangkan tanah air mereka.

Dulu, tarian ini berfungsi untuk membangkitkan semangat perang. 

Namun, dengan berjalannya waktu, tarian ini juga dapat difungsikan sebagai pertunjukan, penyambutan tamu, hiburan dan lain sebagainya.

Alat musik pengiring tarian ini berasal dari tabuhan  tifa yang dimainkan dengan cara ditiup seperti kerang. 

Musik-musik tersebut dimainkan dengan irama yang penuh semangat yang diiringi dengan sorakan semua para penari. Dengan hal tersebut akan menimbulkan suasana yang hidup dengan mengobarkan kemenangan dalam perang. 

Selain itu, tarian ini juga mempunyai tiga peran skenario. Mulai dari yang berperan sebagai musuh, berperan sebagai pasukan sendiri dan berperan sebagai ketua suku.

4. Tari Balengan atau Tari Pergaulan

Tari Balengan atau Tari Pergaulan
net.id

Tari Papua selanjutnya yaitu tari balengan atau tari pergaulan yang berasal dari masyarakat pesisir pantai Nabire Papua (di sekitar teluk Sarera). 

Bahkan, tarian ini juga terkenal dengan nama Ande Saira yang merupakan tari kreasi dari jenis tari tradisional dansa adat.

Pada awalnya, Ande Saira adalah tarian dalam rangka dengan tujuan yang tertentu dan dilakukan saat ritual-ritual adat sedang berlangsung.

Contohnya seperti saat pesta cukur rambut, tindik telinga dan lain sebagainya.

Akan tetapi, tari ande saira atau balengan juga dapat dilakukan untuk menjalin keakraban pergaulan antara pemuda dan pemudi.

5. Tari Sajojo Papua

Tari Sajojo papua

Tari sajojo merupakan tari yang sangat terkenal di wilayah Nusantara. Tarian ini menceritakan tentang pergaulan antarsuku yang ada di Papua.

Bahkan, tari ini juga di kenal sebagai tari penyambutan para tamu kehormatan.

Kemudian, para penari akan menari dengan cara melompat dan menghentak-hentakkan kakinya ke lantai.

Dimana, tarian ini akan diiringi dengan alat musik seperti tifa.

6. Tarian Woming

Tarian Woming
romadecade.org

Biasanya, tari woming dibawakan oleh berpuluh-puluh penari pria dan wanita.

Tarian ini  berasal dari daerah Siram dengan menceritakan seorang ibu yang diculik oleh sekelompok gerombolan laki-laki yang dibunuh.

Setelah mati, ibu tersebut akan berubah menjadi seekor kangguru.

7. Tari Musyoh Papua

Tari Musyoh papua
selasar.com

Tari musyoh merupakan salah satu tari adat Papua yang memanifestasikan sistem kepercayaan masyarakat Papua.

Biasanya, tarian ini sering digunakan untuk upaya mengusir arwah orang meninggal karena kecelakaan. 

Mereka percaya bahwa, orang yang meninggal akibat kecelakaan pasti arwahnya tidak tenang. Nah, dengan begitu lahirlah tarian ini yang menjadi jalan untuk menenangkan arwah atau rohnya. 

Untuk alat musik pengiring tarian ini sama seperti tari lainya menggunakan tifa.

Namun bedanya hanya dengan tari perang Papua yang menggunakan tombak atau alat perang lainnya sebagai properti tarian.

Yuk, kepoin juga: Tari Panji Semirang

8. Tarian Cendrawasih

Tarian Cendrawasih
indonesiakaya.com

Burung endemik merupakan burung yang berasal dari Papua yang disebut dengan cenderawasih. Jadi, nggak heran kalau masyarakat Papua mempunyai tarian yang menceritakan tentang burung tersebut. 

Tari cendrawasih ini sendiri berasal dari daerah biak, Waropen dan Wandamen. Para penarinya terdiri dari laki-laki dan perempuan yang berjumlah puluhan. 

Untuk busana yang digunakan dalam penari ini seperti pakaian adat Papua dengan rumbai-rumbai sebagai penutup badan bagian bawah.

Kemudian menggunakan hiasan dada dan kepala yang terbuat dari bulu burung cendrawasih.

Nah, Gimana? sudah tahukan apa saja tarian yang berasal dari Papua.

Namun yang saya jelaskan tersebut masih beberapa dan masih banyak jenis-jenis tari lainnya. 

Dengan berjalannya waktu, tarian-tarian ini memudar sebab banyak masyarakat yang melupakannya.

Untuk mengatasinya, sebaiknya kita jaga dan lestarikan budaya dari nenek moyang sehingga lebih banyak dikenal oleh warga Indonesia. Terima kasih atas kunjungan Anda.

Leave a Comment

4 × four =