Contoh Hewan Avertebrata

Contoh hewan avertebrata merupakan hewan yang tak mempunyai tulang belakang seperti ubur-ubur, cumi-cumi, cacing dan mempunyai otak yang belum berkembang.

Diketahui avertebrata ini mencakup hampir pada seluruh hewan yang tidak tergolong ke dalam hewan avertebrata dan lima kelas.

Pengertian Hewan Avertebrata?

Sesuai dengan namanya, hewan ini mempunyai ciri khas utama yakni berupa vertebra (tulang belakang). Tipe tulang ini didesain khusus dalam menyusun tulang punggung.

Fungsinya adalah untuk menopang serta melindungi sumsum tulang belakang, kemudian menghubungkannya dengan sistem saraf. Mereka juga mempunyai tengkorak yang berfungsi sebagai pelindung otak.

Untuk susunan dari hewan bertulang belakang terbagi menjadi: kepala, batang atau tubuh, anggota tubuh, dan ekor bagi beberapa spesies.

Mereka juga mempunyai jenis kelamin yang berbeda dan untuk jumlah hewan avertebrata ini diperkirakan mencapai 62.000 spesies. Sehingga pembahasan satu per satu terhadap hewan ini bisa sangat panjang dan kompleks.

Pada intinya, perbedaan mendasar dari contoh hewan avertebrata dan invertebrata adalah kerangka.

Hewan bertulang belakang mempunyai endoskeleton, sehingga mereka mempunyai kerangka dalam tubuh, bahkan hingga pada bagian di bawah kulit atau jaringan.

Untuk kerangkanya sendiri tidak selalu tercipta dari tulang, contohnya ikan atau hewan laut lain yang mempunyai tulang rawan dan notochord yang lebih lentur.

Ada pula contoh hewan avertebrata yang mempunyai eksoskeleton (kerangka luar), untuk contohnya seperti kura-kura.

Ada juga keyakinan jika cangkang atau karapas kura-kura murni tersebut berasal dari tulang rusuk endoskeletal.

Kemudian hewan lainnya yakni berupa reptil bersisik besar dan semuanya menggunakan bagian luar kulit yang keras untuk perlindungan. Tulang belakang (vertebra) menjadi bagian vital untuk mereka.

Baik itu avertebrata maupun invertebrata mempunyai taksonomi yang rumit. Pengelompokan ini berlaku untuk semua organisme yang hidup.

Akan tetapi, salah-satu klasifikasi utama yang mesti diketahui terlebih dahulu, yakni apakah hewan ini memiliki tulang belakang atau tidak.

Macam-Macam Hewan Avertebrata

Untuk contoh hewan Avertebrata terdiri dari delapan (8) filum yakni :

  1. Porifera (hewan berpori)
  2. Coelenterata (hewan berongga)
  3. Echinodermata (hewan berkulit duri)
  4. Platyhelminthes (cacing pipih)
  5. Nemathelminthes (cacing gilig)
  6. Annelida (cacing gelang)
  7. Mollusca (hewan lunak)
  8. Arthropoda (hewan berbuku-buku).

Nah, untuk lebih memperjelas akan dibahas pengertian dari macam-macam contoh hewan avertebrata diatas, maka di bawah ini Genemil akan menjelaskan secara lengkap :

1. Porifera (Hewan Berpori)

Nama dari Porifera ini diambil dari bahasa latin, “porus” yang berarti lubang atau pori-pori dan “ferre” yang berarti membawa atau memiliki.

Sehingga Porifera bisa dimaknai sebagai hewan yang mempunyai pori-pori.

Hewan berpori ini kebanyakan hidup di dasar air secara sendiri maupun berkoloni, baik itu di perairan asin maupun perairan tawar.

Kulitnya yang berpori fungsinya adalah untuk memasukan makanan yang terlarut di dalam air, dan umumnya ini berupa plankton dan oksigen.

Hewan ini mempunyai bentuk yang pipih seperti vas bunga dan bercabang.

Selain itu juga, hewan ini berperan dalam penyusunan terumbu-terumbu karang.

Untuk berkembang biak, hewan ini melakukannya dengan cara vegetatif dan generatif. Hewan berpori ini sendiri terdapat tiga kelas, yaitu :

  1. Calcarea (spikula terbuat dari zat kapur). Contohnya Grantia, Scypha gelatinosa dan Leucosolenia.
  2. Hexactinellida (spikula terbuat dari zat silikat/kersik). Contohnya Euplectella aspergillum, Regadrella sp.
  3. Demospongia (spikula terbuat dari zat kersik dan protein atau hanya protein saja). Contohnya Spongilla sp, Euspongia sp, Microciona, Corticium.

Sampai saat ini hewan porifera yang tercatat baru sekitar 5000-an spesies dan angka ini boleh saja berubah seiring dengan kemajuan teknologi yang membantu adanya penemuan-penemuan baru.

2. Coelenterata (Hewan Berongga)

Coelenterata ini sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu “coelos” yang berarti rongga dan “enteron” yang berarti usus atau perut.

Sehingga coelenterata dapat diartikan sebagai hewan yang mempunyai rongga.

Hewan berongga mempunyai kinerja struktur yang lebih kompleks jika kita bandingkan dengan hewan yang berpori.

Memiliki rongga yang berperan sebagai usus dalam mencerna makanan, sebuah mulut untuk menelan mangsanya dan tentakel yang berperan untuk menangkap mangsanya.

Jenis hewan ini juga mampu hidup sendiri atau berkoloni dan umumnya dapat kita jumpai di perairan asin, namun ada juga yang hidup di perairan tawar.

Hewan yang termasuk ke dalam jenis ini adalah ubur-ubur, karang laut dan anemon.

Coelenterata (hewan berongga) ini melakukan perkembangbiakan secara seksual dan aseksual.

Secara seksual yakni berupa penyatuan sperma dan ovum yang akan membentuk zigot. Sedangkan kalau secara aseksual yakni dengan membentuk tunas (kuncup) dan kemudian menempel pada kaki induknya.

Setelah itu, kakinya akan membesar sehingga membentuk tentakel dan terlepas menjadi individu yang baru.

Hewan berongga ini terbagi menjadi tiga kelas yaitu :

  • Hydrozoa ini (berbentuk polip, membentuk medusa yang mempunyai laci dan payung). Contohnya misalnya Hydra, Gonionemus dan Obelia.
  • Schyphozoa ini (berbentuk medusa, tidak bercadar, saluran radialnya bercabang majemuk serta memiliki kantung ruang gastrikum yang berisi gonad). Contohnya Aurelia aurita (ubur-ubur).
  • Anthozoa ini (berbentuk polip, tidak membentuk medusa, tidak bertangkai, terbungkus skeleton eksternal (karang) dan mempunyai banyak tentakel yang tersusun pada sekitar mulut). Contohnya anemon dan hewan karang laut.

3. Echinodermata (Hewan Berkulit Duri)

Echinodermata ini berasal dari kata “echinos” yang berarti duri dan “derma” yang berarti kulit sehingga dapat dimaknai sebagai hewan yang berkulit duri.

Hewan golongan ini hidup di dalam laut seperti bintang laut, mentimun laut dan duri babi.

Hewan berkulit duri memiliki rangka di luar yang terbuat dari zat kapur atau kitin dimana pada permukaan kulitnya terdapat duri. Mulut hewan golongan ini berada di bawah sedangkan anusnya berada di atas.

Selain itu, hewan ini pada umumnya sudah memiliki sistem pencernaan yang sempurna.

Landak laut atau Duri Babi merupakan contoh hewan Avertebrata 

Hewan berkulit duri dapat dibagi menjadi lima kelas yakni :

  1. Asteroidea (bentuk tubuh seperti bintang). Contohnya Asteria forbesi (bintang laut), Pentaceros (bintang laut bertanduk), Culcita (bintang laut berkulit), dan Linkia laevigata (bintang laut biru).
  2. Ophiuroidea (bentuknya seperti ular). Contohnya Ophiothrix dan fragilis (bintang ular laut).
  3. Crinoidea (bentuknya seperti bunga lili). Contohnya Antedon tenella.
  4. Echinoidea (bentuknya seperti landak laut). Contohnya Echinocardium cordatum (landak laut).
  5. Holothuroidea (bentuknya bulat panjang). Contohnya Cucumari planci (teripang).

4. Platyhelminthes (Cacing Pipih)

Platyhelminthes ini sendiri berasal dari bahasa Yunani, “Platy yang berarti pipih dan “helminthes yang berarti cacing.

Sehingga boleh diartikan bahwa Platyhelminthes ini merupakan cacing yang bertubuh pipih dan dikelompokkan ke dalam;

  • Domain : Eukarya
  • Kingdom : Animalia
  • Subkingdom : Eumetazoa
  • Super phylum : Platyzoa
  • Phylum : Platyhelminthes

Tubuh Platyhelminthes ini mempunyai 3 lapisan sel (triploblastik), yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm.

Platyhelminthes merupakan cacing yang memiliki bentuk tubuh simetri bilateral dan tubuhnya yang pipih secara dorsoventral.

Platyhelminthes tidak mempunyai rongga tubuh (aselom), sehingga mereka disebut sebagai hewan aselomata. Tubuhnya tidak bersegmen-segmen dan bentuk tubuhnya bervariasi, dari yang berbentuk pipih memanjang, pita, sampai menyerupai daun.

Ukuran tubuh yang bervariasi mulai dari tampak mikroskopis beberapa milimeter sampai berukuran panjang 25 meter (Taeniarhynchus saginatus).

Berikut adalah ciri-ciri Platyhelminthes :

  • Mempunyai bentuk tubuh pipi, simetris dan tidak bersegmen.
  • Memiliki ukuran tubuh mikroskopis dan ada pula yang mempunyai panjang tubuh hingga 20 cm yaitu cacing pita.
  • Mempunyai satu lubang yakni pada mulut tanpa dubur.
  • Memiliki daya regenerasi yang tinggi dan bersifat hermafrodit (2 kelamin).
  • Hidup parasit dan ada pula yang hidup bebas.
  • Habitatnya di air tawar, air laut, tempat lembab atau dalam tubuh organism lain.
  • Melakukan perkembanganbiakan (bereproduksi) secara generatif dengan melakukan perkawinan silang dan berproduksi secara vegetatif yakni membelah diri.
  • Sensitif terhadap cahaya.
  • Dan lain-lain.

5. Nemathelminthes (Cacing Gilig)

Pengertian nemathelminthes dan aschelminthes merupakan filum yang pernah digunakan pada Kerajaan Hewan (Animalia). Pengelompokan ini sekarang tidak dipakai lagi karena polifiletik.

Meskipun begitu, pengelompokannya kadang-kadang masih digunakan untuk kemudahan.

Untuk anggotanya mencakup berbagai cacing yang lebih dikenal sebagai cacing gilig, yaitu hewan dengan tubuhnya berbentuk silinder memanjang, bahkan sangat panjang.

Sehingga muncul istilah dari bahasa Yunani “Nemathelminthes” yang berarti cacing berkas dan tubuhnya tidak beruas-ruas.

Lebih singkatnya, berikut adalah ciri-ciri nemathelminthes :

  • Cacing yang memiliki ciri utama yakni bertubuh bulat panjang dan runcing di kedua ujung tubuhnya.
  • Untuk ukuran betina lebih besar dibandingkan individu jantan.
  • Tubuhnya yang bilateral simetris, tidak bersegmen dan mempunyai rongga tubuh semu.
  • Tubuhnya terdiri dari 3 lapisan utama (Triploblastik).
  • Mempunyai sistem pencernaan sempurna, sistem saraf cincin.
  • Bereproduksi secara seksual, sistem ekskresi sederhana, namun belum mempunyai sistem pernapasan (respirasi) dan sistem sirkulasi (peredaran darah).
  • Terbagi ke dalam 2 kelas, yakni Nematoda dan Nematophora (Nematomorpha).

6. Annelida (Cacing Gelang)

Annelida merupakan kelompok hewan dengan bentuk tubuh seperti susunan cincin, gelang-gelang atau beruas-ruas.

Istilah Annelida ini sendiri berasal dari bahasa Yunani, kata “annulus” yang berarti cincin, dan “oidos” yang berarti bentuk.

Jenis annelida ini merupakan cacing dengan tubuh bersegmen, triploblastik dengan rongga tubuh sejati (hewan selomata) dan bernapas dari kulitnya.

Terdapat sekitar 15.000 spesies annelida dengan memiliki panjang tubuh mulai dari 1 mm hingga 3 m. Untuk filum Annelida ini hidup di air tawar, air laut, dan di tanah.

Pada umumnya annelida hidup secara bebas, meski ada yang bersifat parasit.

Berikut adalah ciri-ciri Annelida :

  • Mempunyai tubuh bersegmen (beruas-ruas mirip dengan cincin) dan mempunyai otot.
  • Memiliki sifat tripoblastik selomata, simetri bilateral, dan metameri.
  • Mempunyai sistem pencernaan sempurna seperti mulut, kerongkongan, perut otot, tembolok, usus, dan anus.
  • Tubuhnya dilapisi oleh kutikula tipis dan lembab.
  • Sistem respirasi lewat permukaan kulit dan berlangsung difusi.
  • Terdapat sistem saraf berupa ganglion otak dan tali saraf yang tersusun dari tangga tali.
  • Sistem peredaran darah annelida yakni tertutup dengan tersusun dari pembuluh darah yang memiliki hemoglobin.
  • Sistem ekskresinya yakni berupa nefridia atau nefrostom.
  • Sifat kelamin dari annelida yaitu hermaprodit. Jadi untuk reproduksi yaitu secara generatif dengan cara konjugasi, dan secara vegetatif dengan fragmentasi (memiliki daya regenerasi yang tinggi).

7. Mollusca (Hewan Lunak)

Moluska ini berasal dari bahasa Latin, “molluscus” yang berarti lunak dan merupakan hewan triploblastik selomata yang bertubuh lunak.

Di dalamnya termasuk seluruh hewan lunak dengan maupun tanpa cangkang. Seperti berbagai jenis siput, kiton, kerang-kerangan, cumi-cumi dan kerabatnya.

Berikut adalah ciri-ciri dan mollusca :

  • Merupakan hewan yang bertubuh lunak.
  • Dapat hidup bebas di laut, air tawar atau darat.
  • Mempunyai cangkang, terkecuali kelompok cumi-cumi.
  • Memiliki sistem pencernaan yang lengkap.
  • Untuk sistem sirkulasinya terbuka dan tertutup.
  • Pada sistem saraf terdiri dari ganglion dan serabut saraf.
  • Respirasi dengan insang atau rongga mantel.

Peran mollusca yang menguntungkan sebagai bahan makanan (cumi-cumi), perhiasan (kerang mutiara).

Sedangkan yang merugikan yaitu hama tanaman (bekicot), dan perantara penyakit hati (Lymnea).

8. Arthropoda (Hewan Berbuku-Buku)

Arthropoda mempunyai nama lain yakni hewan berbuku-buku dan dapat ditemukan di laut, air tawar, darat, dan di udara.

Filum Arthropoda mempunyai spesies yang paling besar, yakni 75% dari seluruh hewan yang ada di seluruh dunia.

Berasal dari bahasa Latin “Arthra” yang berarti ruas, buku, segmen, dan “Podos” yang berarti kaki dan merupakan hewan yang mempunyai kaki beruas, berbuku, atau bersegmen.

Untuk tubuh Arthropoda ini merupakan simetri bilateral dan tripoblastik selomata.

Berikut adalah ciri-ciri dan arthropoda :

  • Mempunyai tiga bagian tubuh utama yakni tubuh bersegmen (ruas), rangka luar (eksoskeleton) yang keras, dan ekor.
  • Tubuhnya dibungkus oleh kutikula untuk sebagai rangka luar yang terbuat dari protein dan kitin.
  • Eksoskeleton bersifat kaku dan keras dan bisa mengalami pergantian pada kurun waktu tertentu dan disebut sebagai ekdisis.
  • Memiliki ukuran tubuh yang bervariasi.
  • Bentuk tubuhnya simetris bilateral.
  • Mempunyai sifat hidup: parasit, heterotropik, dan hidup secara bebas.
  • Alat pernapasan: Trakea, insang, dan paru-paru (berbuku).
  • Mempunyai alat pencernaan lengkap (mulut, kerongkongan, usus, dan anus).
  • Dapat bereproduksi secara seksual dan aseksual.
  • Sistem sarafnya yakni berupa tangga tali dan alat peraba berupa antena.
  • Dapat hidup di darat, air tawar dan laut.
  • Sistem peredaran darah terbuka, darah tidak mempunyai hemoglobin.

Yuk! simak pembahasan selanjutnya mengenai hewan pemakan tumbuhan.

Contoh Hewan Avertebrata

Berikut ini adalah beberapa penjelasan mengenai 10 contoh hewan avertebrata.

Yuk, simak penjelasannya hingga akhir ya!

1. Amoeba (Amoeba proteus)

contoh amoeba
pratamaadi.web.ugm.ac.id

Merupakan salah satu contoh protozoa yang berasal dari kelas Rhizopoda. Amoeba adalah mikroorganisme yang mirip dengan hewan yang hanya memiliki kaki semu supaya dapat bergerak.

Amoeba proteus ini termasuk ke dalam filum Sarcodina dan amoeba proteus yang memiliki kaki semu adalah pseudopodia.

Jenis amoeba ini juga dilengkapi dengan cairan yang terdapat dalam tubuh dengan teksturnya yang lebih pekat. Cairan ini juga lebih pekat bila dibandingkan dengan lingkungan amoeba tersebut.

Hal inilah yang menyebabkan organisme tidak akan mengalami lisis.

Organisme Amoeba juga memiliki organel yang berfungsi sebagai osmoregulator pada tubuh yang berbeda dengan ciri ciri terhadap hewan coelenterata.

2. Paramecium

contoh hewan avertebrata paramecium
edu.glogster.com

Merupakan jenis dari protozoa yang berasal dari kelas Ciliata yakni protozoa yang mampu untuk bergerak dan rambut getar.

Paramecium ini memiliki ukuran sekitar 50 hingga 350 ɰm dan mempunyai selubung inti serta tergolong sebagai Eukariot.

Pada protista yang diketahui memiliki 2 inti yang berada di dalam satu sel.

Inti tersebut terdiri dari inti kecil dan juga mikronukleus. Inti yang kecil memiliki fungsi untuk mengendalikan reproduksi.

Kemudian pada inti besar dan juga makronukleus memiliki fungsi dalam kegiatan metabolisme. Misalnya seperti pertumbuhan serta regenerasi sel.

Paramecium yang bereproduksi secara aseksual dan sistem pernapasan pada hewan invertebrata yang belum memiliki alat khusus.

3. Sponge (Agelas clathrodes)

contoh agelas clathrodes
wikipedia.org

Merupakan salah satu jenis porifera yakni Agelas clathrodes. Sponge adalah salah satu hewan yang tergolong kedalam kelas Demospongiae.

Pada hewan jenis ini memiliki genus Agelas dan famili Agelasidae serta permukaan pori yang berlubang-lubang. Pada permukaan keras misalnya seperti batu.

Sponge juga mampu menyerap oksigen dan mampu menyerap air secara difusi.

4. Laba-Laba (Salcitus Scenicus)

contoh hewan avertebrata laba-laba
pixabay.com

Hewan laba-laba merupakan salah satu yang sudah tergolong Arthropoda dengan hewan yang memiliki buku dan juga hewan yang bertelur. Laba-laba yang memiliki ciri-ciri 2 segmen tubuh, serta empat pasang kaki.

Pada seluruh jenis laba-laba yang telah diketahui tergolong bersama dengan hewan yang lainnya.

Misalnya seperti kalajengking, tungau, dan lain-lain.

Hewan ini dilengkapi dengan rambut di tubuh dan hingga kini telah ditemukan lebih 45.000 jenis. Hewan ini yang terkadang merugikan adalah seperti kerugian mollusca.

5. Udang Windu (Penaeus monodon)

contoh udang windu
bisnisukm.com

Udang termasuk juga kedalam golongan Arthropoda. Karakteristik khas pada hewan udang ini yaitu memiliki tubuh dengan segmen.

Bentuk-bentuk tubuh yaitu simetri bilateral dan udang mempunyai kulit pada permukaannya yang cukup keras dan bagian eksoskeleton dengan kandungan kitin.

Pada saat ini udang windu cukup sulit jika dibudidayakan dan udang ini tersebar di daerah Asia, Afrika, dan Amerika.

6. Lintah (Hirudo sp)

contoh hewan avertebrata lintah
pixabay.com

Lintah atau biasa kita menyebutnya sebagai pacet ini banyak ditemukan pada daerah sekitar persawahan dan rawa. Hewan ini pun termasuk ke dalam kategori Annelida.

Sub kelas hewan ini yakni Hirudinea dengan memiliki segmen-segmen pada bagian tubuhnya.

Lintah yang memiliki kebiasaan dalam menyimpan telurnya pada bagian klitelum.

Lintah dengan spesies tertentu yang dapat digunakan dalam hal pengobatan tradisional yang nantinya akan melancarkan peredaran darah dan mengeluarkan darah yang sangat kotor.

Untuk daerah habitat dari lintah ini yakni berada di perairan air tawar dan juga banyak melekat di pepohonan serta daerah yang lembab.

Lintah yakni karnivora dan predator yang memakan lintah, misalnya seperti siput serta larva serangga.

7. Ubur-Ubur (Aurelia aurita)

contoh ubur-ubur
pixabay.com

Hewan ubur-ubur termasuk ke dalam kategori coelenterata. Hewan ini yang merupakan hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Sedangkan pada hewan invertebrata memiliki susunan berbagai rongga.

Hal itu terjadi sebab pada bagian bentuk-bentuk tubuh yang terdiri atas bagian tabung dan bagian mulut. Bagian tersebut nantinya akan dilengkapi dengan tentakel. Hewan ini dapat tumbuh sekitar 25 sampai 45 cm.

Ubur ubur memakan banyak jenis moluska kecil dan plankton. Kemudian memiliki banyak jenis dan bergerak sesuai dengan jenisnya.

Pada umumnya pada jenis ini bergerak dengan berdasarkan arus yang kencang, karena ubur-ubur juga dapat terbawa arus.

Hewan ini banyak ditemukan di wilayah Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika.

8. Tiram Mutiara (Pinctada maxima)

contoh hewan avertebrata tiram mutiara
pixabay.com

Tiram mutiara merupakan salah satu contoh Mollusca. Ciri khas dari hewan tiram ini yakni memiliki bentuk kaki ambulakral.

Kerang mutiara merupakan hewan yang tidak memiliki tulang belakang.

Tubuhnya yang lunak memiliki kemampuan untuk memproduksi mutiara. Misalnya seperti peranan filum echinodermata dan hal ini yang terjadi pada proses yang sangat lama.

9. Bintang Laut (Asterias ruben)

contoh bintang laut
pexels.com

Bintang laut juga diketahui memiliki kerangka luar yang sangat kuat. Hal ini sangat berguna untuk sebagai perisai predator.

Spesies ini hanya dapat tumbuh dengan panjang 10 hingga 30 cm.

Mereka hidup secara menempel pada banyaknya bebatuan dan bintang laut nantinya akan memakan siput serta banyaknya jenis gastropoda.

10. Timun Laut

contoh hewan avertebrata timun laut
mongabay.co.id

Timun laut merupakan salah satu hewan yang kaya akan manfaat dan kini telah banyak dikonsumsi. Di dunia sendiri diketahui ada lebih dari 1200 jenis teripang, dan ditemukan di hampir seluruh dunia.

Demikianlah pembahasan yang dapat Genemil sampaikan mengenai contoh hewan avertebrata : pengertian, macam-macam, dan contoh. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Anda semuanya.

Sekian dan terima kasih!

Leave a Comment

two × two =

Dilarang Duplikat Artikel Ini!