Kesenian Jawa Tengah

Kini kesenian Jawa Tengah sudah merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari kesenian di Indonesia hingga menyeluruh.

Baik itu kesenian yang ada di Aceh hingga kesenian yang ada di Papua. Kesenian daerah Jawa Tengah melengkapi dari kesenian yang telah ada.

Provinsi Jawa Tengah memang dikenal dengan berbagai keseniannya. Mulai dari kesenian warisan dari zaman kerajaan hingga kesenian pasca kerajaan.

Hampir seluruh kesenian tersebut dijaga maupun dilestarikan sampai ke anak cucu.

Bahkan di beberapa keseniannya bisa menjadi pusat perhatian dunia internasional yang kemudian dapat dikemas menjadi sebuah objek wisata.

Akhirnya, banyak turis asing yang berdatangan ke kota dan kabupaten yang terletak di daerah provinsi Jawa Tengah. Dengan seperti itu wilayah yang beribukotakan Semarang ini akan bertambah nilai pendapatan daerahnya.

Faktor-Faktor Dalam Melestarikan Kesenian

1. Dikenalkan Sejak Dini

Usia dini anak menjadi hal terpenting dalam mengenalkan segala macam kesenian yang ada di provinsi Jawa Tengah.

Karena di usia yang masih anak-anak, tentunya segala informasi akan dengan mudah diserap oleh mereka.

Akan sangat disayangkan apabila anak-anak di Jawa Tengah telah dikenalkan budaya dan kesenian asing saat masih kecil.

2. Sosialisasi Secara Masif

Berbagai sarana media bisa dijadikan dalam melakukan sosialisasi mengenai kesenian Jawa Tengah.

Baik itu melalui sosialisasi di sekolah, komunitas, segala instansi pemerintahan bahkan swasta. Boleh juga sosialisasi dilakukan dengan memaksimalkan sosial media.

3. Kesadaran Masyarakat Kolektif

Dengan adanya kesadaran masyarakat akan sangat penting dalam melestarikan kesenian. Sehingga dalam membangun masyarakat yang sadar akan kesenian bukanlah hal yang mudah.

Karena butuh waktu dan kerja keras.

Akan tetapi, jangan cepat berputus asa, jika dibantu oleh kebijakan pemerintah yang tepat sasaran, maka akan dapat mewujudkan masyarakat yang sadar mengenai seni daerahnya dan akan mudah tercapai.

Paling tidak tiga hal diatas menjadi faktor pentingnya dalam melestarikan kesenian yang ada di daerah provinsi Jawa Tengah.

Anda juga bisa menambahkan dengan menulisnya melalui kolom komentar dibawah.

Di Kesempatan lain, Genemil juga sudah pernah menulis tentang kesenian upacara adat di Indonesia. Ada banyak cerita menarik dari sana yang dapat Anda petik. Anda bisa membacanya setelah selesai membaca artikel ini.

Kesenian Jawa Tengah

Baiklah, tanpa perlu berlama-lama lagi, langsung saja kita akan membahas satu persatu mengenai topik kali ini.

Oleh karena itu, yuk kita simak penjelasannya hingga akhir ya sob!

1. Wayang Kulit

kesenian jawa tengah wayang kulit
travelblog.id

Kesenian Wayang kulit adalah salah satu bentuk pertunjukan tradisional dengan menggunakan boneka Wayang sebagai pemainnya.

Untuk sarana pertunjukan lainnya, meliputi :

  • Kelir (layar)
  • Batang pohon pisang
  • Blencong sebagai alat penerangan
  • Kotak sebagai penyimpan wayang
  • Cempolo sebagai alat untuk memukul kotak.

Selain itu, diiringi juga dengan seperangkat alat musik Gamelan beserta dengan penabuh dan penyanyinya (sinden). Seni pewayangan ini biasanya sering disebut dengan wayang kulit purwa.

Ceritanya bersumber dari kitab Mahabharata dan Ramayana pada ajaran agama Hindu.

Umumnya, Wayang kulit diselenggarakan semalam suntuk (sedalu natas).

2. Wayang Jemblung

kesenian jawa tengah wayang jemblung
budaya-indonesia.org

Wayang Jemblung merupakan sebuah tradisi yang turun-temurun dan dilakukan ketika kelahiran seorang jabang bayi.

Tujuan dari penampilan ini adalah guna untuk memohon keselamatan atas kelahiran seorang bayi, sehingga mula-mula diadakan acara nguyen.

Acara nguyen digelar sebagai bentuk tirakatan di malam hari yang dilakukan oleh para tetangga dekat dan handai taulan sampai semalam suntuk.

Acara tersebut akan berakhir menjelang subuh. Bentuk dari acara nguyen ini adalah ’macapatan’.

Karena manusia memiliki daya kreasi yang tinggi, sehingga dari macapatan ini berubah menjadi ’maca kandha’ yang artinya membaca bentuk cerita prosa.

3. Kuda Lumping (Jathilan)

kesenian jawa tengah kuda lumping jathilan
seputarsemarang.com

Tari kuda lumping (Jathilan) ini merupakan tarian yang berasal dari pulau Jawa. Selain Jathilan, tari ini juga biasanya disebut dengan jaran kepang atau jaranan.

Kuda lumping merupakan tarian tradisional daerah jawa yang menampilkan pertunjukan sekelompok prajurit yang sedang menunggang kuda.

Jathilan ini memakai kuda-kudaan yang terbuat dari bahan kulit kerbau maupun kulit sapi yang sudah dikeringkan.

Ada juga yang terbuat dari anyaman bambu, kemudian diberi motif maupun hiasan dan direka menjadi seperti kuda. Disamping itu, kuda lumping juga identik dengan hal-hal yang magis.

Jathilan ini menampilkan adegan prajurit yang tengah berkuda, tetapi dalam penampilannya tersebut juga terdapat atraksi kesurupan, kekebalan, hingga kekuatan magis. Seperti atraksi memakan beling hingga kekebalan tubuh terhadap deraan pecut.

Untuk kuda tiruan yang dipakai dalam tarian kuda lumping dihiasi rambut tiruan dari tali plastik maupun yang sejenisnya kemudian di kepang, sehingga masyarakat jawa sering menyebutnya sebagai jaran kepang.

Sebagai sebuah atraksi yang penuh dengan mistis dan berbahaya. Tarian kuda lumping ini juga dilakukan di bawah pengawasan seorang (pimpinan supranatural).

Untuk pimpinannya biasanya adalah seseorang yang mempunyai ilmu ghaib yang tinggi dan bisa mengembalikan sang penari kembali ke kesadaran seperti seperti semula.

Selain itu, dia juga bertanggung jawab terhadap jalannya atraksi, dan menyembuhkan sakit yang dialami oleh pemain kuda lumping apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

Sehingga menimbulkan sakit maupun luka pada si penari.

Oleh sebab itu, meski dianggap sebagai permainan rakyat, kuda lumping tidak boleh dimainkan oleh sembarang orang, karena tetap harus berada di bawah petunjuk dan pengawasan dari sang pimpinannya.

4. Tari Serimpi

Kesenian tarian serimpi adalah tarian klasik yang berasal dari kerajaan Mataram.

Sejak perpecahan Mataram menjadi 2 yaitu Surakarta dan Yogyakarta, tarian ini juga mempunyai sedikit perbedaan diantara keduanya.

Awalnya, tari Serimpi ini dibawakan oleh Kesultanan Mataram hingga kemudian dilestarikan oleh empat istana pewarisnya di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Untuk tari Serimpi ini memiliki gerakan yang lemah gemulai karena tari Serimpi sendiri mencerminkan makna kesopanan, kelemah lembutan, dan kehalusan budi yang dapat dilihat dari gestur gerakannya dan diiringi oleh suara Gamelan yang merdu.

Pada masa lalu tarian serimpi ini memiliki fungsi dipertunjukkan untuk sebagai salah satu ritual yang sakral dalam acara-acara tertentu, seperti peringatan hari penting dalam keraton dan pisowanan agung.

Kemudian sejak masa kemerdekaan terlebih setelah tahun 70-an, tarian ini kini mulai diperkenalkan kepada masyarakat umum sebagai bentuk kesenian hiburan.

5. Kethoprak

kesenian jawa tengah kethoprak
uny.ac.id

Kesenian Kethoprak sendiri berasal dari daerah Jawa Tengah, khususnya dari Surakarta. Mula-mula pemain, cerita, dan peralatan dari Kethoprak ini masih sangat sederhana, yaitu hanya berupa lesung.

Untuk sumber cerita kethoprak ini berasal dari berbagai cerita rakyat maupun sejarah.

Ketoprak juga merupakan bentuk teater tradisional yang digelarkan di atas panggung. Cerita yang digelar memiliki latar belakang kisah kerajaan, dongeng, legenda, sejarah, babad dan cerita rakyat.

Pada mulanya kesenian ini berawal dari permainan orang-orang desa yang tengah menghibur diri. Sehingga mereka menabuh lesung secara berirama ketika waktu bulan purnama.

6. Tayuban

kesenian jawa tengah tayuban
dgi.or.id

Tari tayub juga dipakai sebagai tarian pergaulan dan sosial serta membuat orang semakin peduli mengenai tarian ini , juga sebagai tarian yang digemari oleh anak muda.

Tari tayub merupakan tari yang digunakan untuk siar ketika masa wali songo.

Tayub juga menjadi hiburan di masa kerajaan di Indonesia, namun tari tayub menjadi dipandang negatif karena pada masa kolonialisme.

Pada masa ini tari tayub didampingi dengan minum-minuman keras dan hal-hal berbau negatif lainnya.

Tentunya sayang sekali budaya yang seharusnya menjadi karakteristik budaya Indonesia menjadi dipandang negatif yang disebabkan karena dikotori pada masa kolonial.

Pertunjukan tari tayub banyak digelar oleh masyarakat pedesaan maupun di daerah pinggiran untuk yang dijadikan sebagai kepentingan pesta, seperti sunatan, perkawinan dan pertanian.

Tari tayub ini banyak diselenggarakan di daerah Jawa Tengah seperti Sragen, Pati, Karanganyar dan Blora.

Melalui upacara pernikahan, tari tayub dilaksanakan ketika mempelai pria dipertemukan dengan mempelai wanita.

Fungsi ritual tari Tayub ini sendiri sangat berkaitan dengan pertanian adalah ketika para petani selesai melakukan panen padi.

7. Tari Gambyong

Pada mulanya, tarian ini hanyalah sebuah tarian rakyat dan diadakan saat memasuki musim panen padi. Bahkan, sekarang tarian tersebut digelar ketika acara sakral dan untuk sebagai bentuk penghormatan terhadap tamu.

Sejarah nama Gambyong juga diambil dari salah satu penari zaman dulu, dimana penari tersebut mempunyai suara yang sangat merdu dan memiliki tubuh yang lentur.

Dengan kedua bakat tersebut Gambyong yang mempunyai nama lengkap Sri Gambyong menjadi cepat terkenal dan bisa memikat banyak orang.

Untuk jumlah penarinya tidak disyaratkan. Akan tetapi, untuk kostum yang biasa digunakan yaitu kostum kemben yang sebahu dan dilengkapi dengan selendang.

Pada awalnya tarian ini sangat identik dengan warna hijau dan kuning. Namun seiring dengan perkembangan zaman, sekarang warna tidak menjadi patokan.

8. Tari Bondan Payung

Untuk tarian Bondan Payung ini memiliki cerita tentang seorang ibu yang menyayangi anaknya. Sehingga tariannya juga terbilang cukup simpel dan sederhana.

Mengenai ciri khas tarian ini yaitu para penarinya yang selalu membawa boneka bayi, payung dan kendi.

Kalau di zaman dulu tarian ini wajib ditarikan oleh para kembang desa yang tujuannya untuk menunjukkan jati dirinya.

Gerakannya pun tidak bilang sulit hingga datang sesi menegangkan saat penarinya menaiki kendi, dan kendi tersebut tidak boleh pecah.

Untuk kostum yang dikenakan untuk tarian ini yaitu pakaian adat Jawa.

Seiring dengan perkembangan zaman tari bondan juga dibagi lagi menjadi 3, yakni tari bondan mardisiwi, bondan tani dan bondan cindogo.

9. Srandul

kesenian srandul
inibaru.id

Kesenian srandul ini mempunyai kekhasan tersendiri dibandingkan dengan kesenian yang lainnya.

Yakni para pemain mengenakan kostum yang compang-camping, tetapi ada juga di daerah lain kostumnya lumayan indah.

Untuk pertunjukan dilaksanakan ketika malam hari. Para pemainnya memakai topeng sebagai untuk menyembunyikan identitas diri dari pemain tersebut.

10. Tembang Dolanan

Kesenian tembang dolanan ada bermacam-macam, dan biasanya dinyanyikan oleh anak-anak ketika bulan purnama.

Tembang dolanan tersebut antara lain cublak-cublak suweng, jemuran, dan tembang menggunakan nini thowok yang fungsinya untuk memanggil roh.

11. Ebeg

kesenian ebeg
jatengprov.go.id

Ebeg merupakan tarian rakyat yang berkembang di Banyumasan, dan varian dari tari Jaran Kepang.

Kesenian Ebeg iini terbuat dari anyaman bambu yang kemudian dibentuk hingga menyerupai kuda berwarna hitam ataupun putih dan diberi kerincingan.

12. Lengger Calung

Tarian lengger-calung terdiri dari penari (lengger) dan gamelan bambu (calung). Untuk gerakan tariannya pun sangat lincah dan dinamis dengan mengikuti irama calung.

Pada rambut penari lengger digelung, mengenakan jarit dan kemben, tanpa memakai baju, dan ada sampur (selendang) di bahu.

Jumlah pemain lengger calung terdiri dari 7 orang dan berperan sebagai penari dan penabuh gamelan.

13. Angguk

kesenian angguk
sekitarpantura.com

Tarian angguk ini sudah ada sejak abad 17 dan disebarkan oleh para ulama agama Islam yang datang dari wilayah Mataram.

Fungsi dari tari Angguk adalah sebagai alat dakwah agama Islam. Untuk jumlah pemainnya minimal 10 orang penari laki-laki.

14. Begalan

kesenian begalan
inibaru.id

Pada umumnya Begalan diselenggarakan dalam rangkaian upacara perkawinan yakni ketika pengantin pria dan rombongan memasuki pelataran rumah pengantin wanita tersebut.

Kesenian begalan sendiri berasal dari kata begal yang artinya rampok.

Begalan adalah seni tari dan juga seni tutur. Upacara Begalan dilakukan melalui upacara pernikahan warga Banyumas.

Tidak semua acara pernikahan digelar dengan upacara Begalan, namun hanya dilaksanakan jika pengantin putri masuk ke dalam kategori yang mesti diruwat.

15. Rengkong

kesenian rengkong
wikimedia.org

Kesenian Rengkong merupakan seni bunyi-bunyian khas seperti suara kodok ngorek yang dihasilkan dari pikulan bambu.

Rengkong yaitu kesenian khas petani, digelar ketika pesta perayaan panen maupun di hari-hari besar nasional.

16. Dengklung

Dengklung juga merupakan salah satu bentuk kesenian yang bersifat religius. Kesenian ini adalah merupakan antara musik rakyat dengan irama Timur Tengah.

Alat yang dipakai untuk seni Dengklung adalah seperti kendang buntung.

17. Sendratari Ramayana

sendratari ramayana
paketwisatajogja75.com

Untuk Kesenian Jawa Tengah yang satu ini merupakan gabungan tari dengan drama tanpa dialog. Biasanya kegiatan ini dilakukan saat musim-musim kemarau.

Mengenai ceritanya diangkat dari kisah Ramayana.

Dimana menceritakan terkait perjalanan Rama untuk dalam menyelamatkan istrinya, yang mana Sinta diculik oleh Rahwana.

Pertunjukkan ini biasanya rutin dipentaskan sejak tahun 1961 hingga saat ini. Biasanya lokasi pertunjukannya dilakukan di dekat Candi Prambanan.

18. Tari Rancak Denok

Kesenian selanjutnya adalah tari Rancak Denok yang berasal dari Semarang dan merupakan sebuah seni tari yang terinspirasi dari seni topeng.

Sebagai bentuk hasil kreasi, tari Rancak Denok banyak menemukan ide dari berbagai jenis seni tari dengan memakai topeng untuk dijadikan sebagai propertinya.

Hal ini sama seperti tari Betawi dan Jawa Barat.

19. Tari Rong Tek

Pada nama tarian Rong Tek mungkin agak terdengar asing di telinga masyarakat Jawa Tengah. Namun, apabila ditelisik lebih jauh lagi, tari Rong Tek ini adalah tari kreasi yang berakar dari tari lengger Banyumasan.

Sedangkan secara etimologi, nama Rong Tek sendiri berasal dari 2 kata, yakni “Rong” diambil dari suku kata pertama dan kata “ronggeng”, dalam bahasa Banyumas boleh diartikan sebagai lengger (penari).

Sementara, untuk kata “tek” diambil dari suara kentongan bambu yang menjadikannya sebagai properti utama dalam pementasan.

20. Tari topeng lengger

tari topeng lengger
turissendaljepit.com

Di masyarakat Wonosobo sendiri memiliki sebuah tarian yang dianggap sangat sakral. Tari tersebut yaitu tari topeng lengger, dimana tarian ini menceritakan tentang kisah asmara antara Panji Asmoro Bangun dan Galuh Candra Kirana.

Galuh Candra Kirana adalah seorang Puteri dari Prabu Lembu Ami Joyo dan merupakan seorang pemimpin dari Kerajaan Jenggolo Manik.

Sedangkan Panji Asmoro Bangun adalah putra dari Prabu Ami Luhur dan merupakan seorang pemimpin dari Kerajaan Jenggolo Puro.

Selain kesenian Jawa Tengah, Anda juga bisa mempelajari kesenian Jawa Barat. Yuk simak penjelasan selanjutnya!

21. Kubro Siswo

kubro siswo
youtube.com

Kesenian Kubro Siswo ini memang telah ada sebelum Ki Ageng Serang, namun Ki Ageng Serang yang kemudian menyisipkan nilai-nilai ajaran agama Islam ke dalam kesenian Kubro Siswo ini.

Kemudian beliau juga menambahkan sebuah ilustrasi terkait perjalanannya.

Setelah itu, beliau bertemu dengan kawanan binatang buas di daerah pegunungan menoreh sehingga terjadi perselisihan yang karena kesaktian beliau hewan-hewan buas tersebut bisa ditaklukkan.

Ilustrasi ini ditujukan untuk menarik perhatian masyarakat supaya mereka memeluk Islam.

Seiring dengan berkembangnya tradisi Kubro siswo ini maka muncullah berbagai pengklaiman bahwasanya Kubro Siswo berasal dari daerah kecamatan Mendut.

Akan tetapi, hal ini tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. Hal itu Karena kesenian Kubro Siswo berasal dari Mendut ini berdirinya sekitar tahun 1960.

Sedangkan Ki Ageng Serang yang memasukkan unsur ajaran Islam hidup ketika masa pangeran Diponegoro.

Mungkin yang mengklaim bahwa kubro siswo dari Mendut tersebut tidaklah awal mulanya pembentukan tradisi Kubro Siswo yang menjadi budaya di Borobudur.

Akan tetapi, mungkin itu hanya mentradisikan Kubro Siswo di kecamatan Mendut yang diresmikan sekitar tahun 1960-an.

Demikianlah yang dapat Genemil sampaikan mengenai ulasan kesenian Jawa Tengah beserta lampiran gambarnya. Semoga dengan adanya artikel ini bisa memberikan manfaat kepada para pembaca.

Terima kasih!

Leave a Comment