Sejarah Tari Oleg Tamulilingan Asal Bali yang Masih Dilestarikan

Pulau Bali terkenal dengan salah satu pulau seribu pura, sebab mayoritas agama Bali yaitu hindu dan memiliki tempat wisata yang sangat banyak dikunjungi wisatawan asing.

Baik dari luar negeri untuk melihat pantai kuta yang indah maupun dalam negeri.

Kemudian di daerah Sukawati juga terkenal dengan memiliki kios-kios yang menjual patung dan lukisan.

Selain itu, Bali juga terkenal dengan tarian yang masih dilestarikan sampai sekarang.

Misalnya seperti tari janger, legong tani jaran teji, belibis, puspanjali, kecak cendrawasih, oleg tamulilingan dan masih banyak lainnya. Namun, sekarang saya akan membahas tentang tari oleg tamulilingan.

Sudah tahukah Anda tari oleg tamulilingan?

Tari oleg tamulilingan adalah salah satu tarian klasik yang akan menampilkan gerakan dasar tarian Bali. Dimana, tarian tersebut sudah mendapatkan sentuhan kreasi.

Pada umumnya, tari ini termasuk dalam tari berpasangan antara laki-laki dan perempuan dengan gerakan yang sangat luwes dan lemah lembut.

Kemudian, gerakan ini menceritakan tentang keluwesan seorang penari wanita dan kegagahan penari laki-laki.

Kedua penari tersebut akan menampilkan gerakan-gerakan bermesraan dengan penuh dinamika dan santai.

Sejarah Tari Oleg Tamulilingan

Pada tahun 1952 tamulilingan diciptakan oleh I mario (I ketut marya)  atas gagasan dan penolakan john coast, yaitu seorang dipoal amerika.

Dimana, tujuannya yaitu untuk diplomasi budaya seperti upaya dalam menjalin hubungan komunikasi antar bangsa Indonesia dan amerika dengan melalui pergelaran seni.

Penari penari pertama dalam tarian ini, yaitu I gusti Ayu Raka Rasmi untuk putri dan I Sampih untuk putra.

Tari oleg tamulilingan terdiri dari kata oleg yang artinya gerakan yang lemah gemulai atau lemah lembut. Sedangkan untuk kata tamulilingan artinya kumbang.

Kemudian, tarian ini menceritakan tentang dua ekor kumbang yang bersenang-senang sambil menghisap madu sari bunga.

Biasanya kundang tersebut saling mencintai. Pada awalnya tarian ini bernama legong prembon, sebab john coast nggak tau cara membuat dalam bahasa inggris, maka gantilah dengan nama oleg dengan khas khas penglihatannya terkenal hingga saat ini.

Yuk, kepoin juga: Sejarah Munculnya Tari Ketuk Tilu

Fungsi dan Makna Tari Oleg Tamulilingan

Tari ini bukan cuma menawarkan pertunjukkan yang sangat unik dan menarik saja, tetapi juga mempunyai makna tersendiri yang dapat membuat siapapun terlihat takjub saat menyaksikan pertunjukkan secara langsung.

Pada awalnya, tarian ini berguna untuk menampilkan kesenian Indonesia pada masyarakat dari luar negeri saja.

Akan tetapi ada beberapa waktu kebelakang tari akan menampilkan kesan romantis yang sering juga dipentaskan di berbagai kegiatan umum.

Misalnya seperti saat upacara pernikahan, upacara keagamaan yang dianggap sakral, hiburan dan lain sebagainya.

Selain itu, saat sedang ada pertemuan antara instansi pemerintah di hotel-hotel, tarian ini juga sering di dipentaskan.

Sehingga para pengunjung yang datang dijamin merasa takjub dan senang dengan pentas tari ini, karena memiliki makna dan gerakannya yang sangat memikat dan penuh perasaan.

Sementara itu, tari ini juga disesuaikan dengan makna dan menceritakan tentang kisah cinta antara dua sosok manusia yang saling mencintai dan mereka akan saling memadu kasih yang diibaratkan serupa dengan gerakan hewan kumbang.

Awalnya, kumbang tersebut bertemu di sebuah taman bunga yang indah.

Kemudian para penari juga diharapkan mampu untuk menciptakan suasana dan aura berbinar yang menunjukkan mereka sedang jatuh cinta satu sama lain.

Proses mereka tersebut bisa dibilang sangat indah karena pemain akan menari dengan gerakan yang penuh kelembutan dan kasih sayang.

Ragam Gerak Tari Oleg Tamulilingan

Tari ini diawali dengan keluarnya penari wanita dengan gerakan ngegol perlahan. Pada kedua tangan akan memegang selendang ke atas.

Kemudian selendang tersebut akan mungkah lawang agem kanan, nyeledet dengan menganggukan kepala. Kelemahlembutan para penari wanita akan diperjelaskan dengan nyeleog perlahan-lahan lalu bergeser ke kiri.

Untuk kaki penari wanita harus dapat mempermainkan dan melincahkan lancingan supaya lacingannya nggak akan kaki saat ditampilkan.

Pada gerakan duduk yang metimpuh akan diikuti dengan gerakan tangan sekaligus memainkan mata yang sangat dinamis.

Dimana, gerakan ini diakhiri dengan gerakan badan nyeleog ke kiri dan ke kanan. Kemudian mata nyeledet kanan dan pecuk alis menganggukan kepala ke bawah.

Setelah itu pindah agem kiri dan pecuk alis juga  menganggukan kepala ke bawah. Sambil Berjalan ngegol, kaki akan selalu nganteb dan tangan ikut menyilang di dada dengan ngegol perlahan.

Selanjutnya ada beberapa gerakan, yaitu gerakan duduk metimpuh, gerakan tangan ngejet, seledet kanan, seledet kiri dan diakhiri dengan gerakan tangan kiri ditaruh di lutut dan tangan kanan ditaruh di pinggang.

Jika para penari wanita ingin duduk, maka masuklah wanita penari laki-laki.

Kemudian tangan kiri akan memegang kancut dan tangan kanan memainkan kipas.

Kaki yang melangkah perlahan ke arah kanan dan kiri, agem kanan pecuk alis akan menganggukan kepala dan nyeledet kanan elog-elog.

Saat penari wanita berdiri menghadap penari laki-laki (berhadap-hadapan). Maka nantinya akan dilakukan pertukaran tempat sebanyak dua kali.

Kemudian, para penari wanita ngegol akan memegang selendang ke atas dan penari laki-laki mengajar penari wanita.

Nah, untuk ragam gerak tari ini dapat memperlihatkan kemesraan dari sepasang remaja yang sedang memadu kasih.

Jumlah Penari Tari Oleg Tamulilingan

Karena tari ini termasuk dalam jajaran tari yang berpasangan, maka jumlah penari yang dalam tarian ini cuma terdiri dari dua orang saja.

Dimana, dimainkan oleh penari laki-laki dan perempuan yang sudah diseleksi sedemikian rupa sehingga mereka dapat menampilkan tarian yang sangat menarik dan penuh perasaan atau lemah lembut yang membuat takjub para penonton.

Busana yang Digunakan Tari Oleg Tamulilingan

Setiap tarian pasti mempunyai segi tata busananya masing-masing. Sebab, faktor ini sangat penting untuk mendukung atau berperan dalam pementasan tari.

Berikut ini tata busana dari tari oleg tamulilingan, antara lain yaitu:

1. Penari Putri

Berikut busana putri yang digunakan dalam tarian ini, yaitu:

  • Gelungan
  • Badong
  • Kamen
  • Ampok-ampok
  • Subeng
  • Oncer
  • Tutup dada
  • Gelang dada
  • Sabuk pradana

2. Penari Putra

Berikut busana yang digunakan putra dalam tarian ini, yakni:

  • Bunga kuping
  • Tutup dada
  • Kamen
  • Udeng
  • Ampok-ampok
  • Gelang kana
  • Sabuk pradana
  • Badong
  • Tutup dada

Iringan Musik Oleg Tamulilingan

Dalam kesenian tari terdapat alat musik pengiringnya yang berguna untuk mengiringi para penari dalam menampilkan pertunjukannya.

Tarian ini mempunyai alat musik pengiring, antara lain yaitu:

  • 2 Kenyur atau pencacah
  • Barangan
  • Kempul
  • Cengceng kecil
  • Suling
  • Gong
  • 4 Gangsa Pemade
  • 2 Dublang
  • Kendang
  • 2 Jegogan
  • 4 Gangsa Kantilan
  • Bende

Kita sebagai generasi muda harus tetap melestarikan dan mengembangkan hasil karya besar senimannya.

Dimana dengan menarikan tarian ini sebagai kegiatan kebudayaan yang beragam, kesenian dan lain sebagainya. Terima kasih atas kunjungan Anda.

Leave a Comment

15 − 1 =