Kebudayaan Pacitan

Kebudayaan Pacitan adalah kebudayaan yang lahir pada zaman paleolitikum atau dikenal dengan zaman pra aksara batu tua.

Disamping itu, ada lagi yang namanya kebudayaan Ngandong, dimana ini juga berkembang di zaman tersebut serta keduanya mempunyai ciri tersendiri.

Nah, yang jadi pertanyaan.

Kenapa sih disebut sebagai kebudayaan Pacitan?

Disebut dengan kebudayaan Pacitan sebab budaya ini berkembang di daerah Pacitan, yakni Jawa Timur.

Hal itu dibuktikan oleh adanya berbagai macam peninggalan seperti peralatan sebagai upaya bertahan hidup yang terbuat dari bahan batu.

Pacitan yang berada di Jawa Timur ini, adalah tempat yang menyimpan sejuta harta karun seperti peninggalan peradaban kuno. Selain adanya artefak, juga menyimpan banyak fosil manusia purba.

Dengan peninggalan sejarahnya, telah banyak para arkeolog yang berdatangan ke daerah tersebut.

Mungkin kalau dilihat di era sekarang yang sudah serba lebih maju ini, tentunya sangat jauh beda dengan Pacitan sekitar 1000 tahun yang lalu.

Kalau sekarang, orang berkunjung ke Pacitan tentu saja pengen melihat keindahan laut samudera Indonesia. Melainkan kota ini juga ternyata mempunyai segudang artefak sejarah yang nggak kalah menarik.

Supaya kita nggak lupa akan sejarah, mempelajari sejarah di Pacitan ini juga ternyata sangatlah menarik.

Sejarah Kebudayaan Pacitan

Di tahun 1935, seorang peneliti bernama Von Koenigswald, menemukan peninggalan berupa alat-alat dari batu. Peninggalan itu ditemukan di sungai Baksoko, desa Punung, Pacitan, provinsi Jawa Timur.

Alat tersebut adalah kapak genggam dan beberapa alat serpih yang masih kasar.

Kebudayaan Pacitan ini memang berkembang di masa paleolitikum yang berlangsung lumayan lama sebab pada waktu itu alam masih liar.

Untuk cara pembuatan alat dari batu juga masih sangat tradisional yakni dengan membenturkan antara batu satu dengan yang lainnya.

Manusia yang ada pada zaman ini juga memakai alat kayu untuk bertahan hidup. Akan tetapi, tidak ditemui adanya peninggalannya sebab sudah lapuk termakan usia.

Ciri-Ciri Kebudayaan Pacitan

Tentunya kebudayaan Pacitan ini memiliki ciri-ciri agar kita bisa membedakan mana kebudayaan Pacitan mana kebudayaan Ngandong.

Di bawah ini adalah beberapa ciri kebudayaan Pacitan, diantaranya :

  • Alat batu dan kapak genggam ditemukan oleh seorang bernama Von Koenigswald. Kapak genggam tersebut memiliki bentuk kapak namun tidak punya gagang.
  • Ditemukannya alat-alat seperti kapak perimbas (chopper), pahar genggam, kapak penetak dan alat serpih (flake).
  • Untuk jenis manusia purba pada zaman ini adalah pithecanthropus erectus.

Manusia Pendukung Kebudayaan Pacitan

Pithecanthropus Erectus
pelajaransekolahdi.blogspot.com

Nah, seperti pada ciri-ciri diatas bahwa manusia pendukung di masa ini yaitu Pithecanthropus Erectus. Dimana ras tersebut dianggap sebagai manusia yang cocok akan peradaban batu di Pacitan.

Hal itu dibuktikan oleh adanya beberapa peralatan yang sinkron dari kebiasaan Pithecanthropus tersebut. Sehingga peralatan yang ditemui itu dianggap sebagai peradaban tengah dari zaman batu.

Peradaban tengah dianggap mempunyai rentang waktu dari 2 juta hingga 11 ribu tahun yang lalu.

Peradaban tengah juga disebut sebagai rentang waktu pleistosen.

Bisa dibilang gaya hidup manusia kuno di zaman ini hampir mirip seperti beruang. Mereka cenderung tinggal di dalam goa-goa yang dirasa aman sebagai tempat berteduh.

Akan tetapi, ancaman maupun kontur alam manusia purba akan didorong dalam mencari tempat yang lebih baik. Maka lahirlah istilah seperti yang kita ketahui yaitu nomaden (berpindah-pindah) dalam periode tertentu.

Di masa ini manusia masih berpikiran sederhana dan tak ingin membuat hal-hal yang merepotkan contohnya seperti bercocok tanam.

Sehingga berburu merupakan salah satu hal yang dianggap mudah buat ras peradaban pada masa itu.

Apalagi hutan subtropis Indonesia yang menawarkan berbagai macam hewan dan tumbuhan.

Pacitan menjadi salah satu daerah yang menjadi saksi bisu pada peradaban paleolitikum yang menarik untuk diteliti.

Peradaban paleolitikum (zaman batu tua) ini menjadi masa yang membuktikan bahwa manusia kuno mulai berpikir menciptakan alat meski cuma bermodalkan batu.

Persebaran Kebudayaan Pacitan

Berikut ini adalah daerah berkembangnya Kebudayaan Pacitan, diantaranya :
  • Lahat, Sumatera Selatan
  • Cabbenge, Sulawesi Selatan
  • Awangbangkal, Kalimantan Selatan
  • Punung, Pacitan, Jawa Timur

Hasil Peninggalan Kebudayaan Pacitan

Di era kebudayaan Pacitan, ada banyak ditemui peninggalan-peninggalan pada zaman paleolitikum (zaman batu tua).

Adapun beberapa alat yang ditemukan adalah sebagai berikut :

1. Kapak Genggam

Kapak genggam adalah peralatan yang mirip seperti kapak tetapi tidak mempunyai gagang. Dimana salah satu sisinya tajam dan sisi lainnya tumpul.

Disebut sebagai kapak genggam karena cara penggunaannya adalah digenggam.

Sementara untuk cara pembuatannya yakni dengan menajamkan pada salah satu sisi dan membiarkan sisi lain tumpul untuk dipegang (digenggam).

Alat ini banyak ditemui dan menjadi salah satu ciri khas dari kebudayaan Pacitan itu sendiri.

Adapun fungsi dari kapak ini yaitu untuk berburu, menggali tanah, umbi-umbian dan lainnya.

2. Kapak Perimbas

Sama seperti kapak genggam, kapak perimbas juga mempunyai bentuk sisi tajam yang lurus / cembung. Dimana pada satu sisinya tajam dan di sisi lain tumpul sebagai pegangan (genggaman).

Sedangkan fungsinya adalah untuk senjata pertahanan, merimbas kayu dan mematahkan tulang hewan buruan.

Menurut Movius, kapak perimbas mempunyai ciri-ciri seperti berikut ini :

  • Bentuknya sangat sederhana
  • Teksturnya masih kasar
  • Kulit batu masih melekat di permukaan alat tersebut

3. Alat Serpih

Untuk peralatan yang satu ini juga terbuat dari batu yang kemudian ditajamkan dan dibentuk berliku-liku.

Agar bisa menggunakan alat serpih ini, penyerpihan dilakukan secara bergantian pada kedua pinggiran batu.


Tentu saja dengan mempelajari sejarah kuno membuat kita jadi tahu dan paham bagaimana pola pikir makhluk hidup dalam bertahan hidup.

Manusia purba merupakan contoh bahwa setiap makhluk selalu punya pikiran untuk berkembang. Meski hanya peninggalan purba saja, kita seharusnya nggak melupakan akan peradaban penting ini.

Sejatinya jika kita hidup di zaman ini, nggak menjamin bahwa kita bakal mampu bertahan.

Pacitan adalah kota yang cukup menarik dalam menggali informasi prasejarah, terlebih juga mengenal akan Kebudayaan Pacitan kuno yang langka.

Leave a Comment

15 − 11 =