Zaman Azoikum

Hallo Sobat Genemil, sekarang ini admin mau membahas sejarah tentang Zaman Azoikum. Dimana zaman ini terjadi kurang lebih 2.500 – 1.200 juta tahun lalu, dan disebut juga sebagai zaman tertua.

Sebab hal ini merupakan waktu paling awal ketika terbentuk, yang pada saat itu kondisi bumi sangat mengerikan karena suhu panas dan kurangnya oksigen dalam kehidupan manusia.

Agar lebih jelas, yuk kita simak pembahasan lengkapnya berikut ini!

Pengertian Zaman Azoikum (Zaman Tertua)

pengertian zaman azoikum
googleusercontent.com

Sobat Genemil, kata dari Azoikum ini adalah kata yang berasal dari bahasa Yunani yang tersusun dari dua kata, yaitu “a” berarti tidak dan “zoon” berarti hewan.

Oke kita lanjut, Azoikum jika dilihat dari dua kata dasarnya, maka dapat disimpulkan bahwa pada zaman itu belum ada binatang sama sekali atau tidak ada kehidupan sama sekali.

Zaman Azoikum / Arkaezoikum adalah zaman yang berlangsung sekitar 2500 juta tahun yang lalu.

Di zaman Arkaezoikum ini belum ada terdapat tanda-tanda kehidupan makhluk hidup, karena disebabkan oleh suhu bumi yang masih sangat panas saat itu.

Sehingga hal ini tidak memungkinkan adanya makhluk hidup, sebab ketika itu merupakan zaman dimana bumi masih dalam proses pembentukan.

Dalam periode ini bumi suhunya masih relatif tinggi, tidak mungkin ada binatang atau tumbuhan yang dapat hidup. Karena aang ada itu hanyalah lautan magma dan cairan lain yang masih panas.
Untuk periode ini sendiri terjadi kurang lebih 1 miliar tahun yang lalu, jika dibandingkan dengan usia manusia, ya memang tidak bisa dibandingkan, sebab lama banget pokoknya.

Oleh karena itulah kenapa zaman ini dinamakan sebagai zaman tertua.

Ciri-Ciri Zaman Azoikum (Arkaekum)

ciri ciri zaman azoikum
newscientist.com

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri zaman Azoikum / Arkaekum yang merupakan zaman pertama di muka bumi ini :

1. Suhu Bumi Tinggi

Hal ini terjadi karena disebabkan oleh ledakan big bang pada saat itu. Dimana ledakan bintang terbesar di angkasa tersebut membentuk salah satu planet yang kita pijak saat ini yaitu Bumi.

Semua bintang yang berada di luar angkasa adalah kesatuan dari gas, hidrogen,metana dan helium tersebut mempunyai suhu yang sangat tinggi.

Hal ini karena bumi terbentuk dari hasil ledakan bintang tersebut, jadi suhu dalam bumi (inti bumi) yang terbentuk dari bintang itu juga mempunyai suhu yang tinggi.

Sehingga suhu ini akhirnya bisa meleleh kan segala partikel dan menjadikan lautan api di awal permulaan zaman ini.

2. Tidak ada tanda kehidupan

Di masa awal bumi terbentuk, masih belum terdapat 1 spesies pun yang ada di bumi ini. Karena suhu yang tinggi menjadikan spesies tidak bisa bertahan hidup, ketika itu bumi masih berupa lautan api.

Jangankan hewan dan manusia, tumbuhan juga masih belum ditemukan di zaman ini.

Untuk kehidupan manusia sendiri terbentuk jauh setelah zaman ini berlangsung, yakni kurang lebih 500 juta tahun setelahnya barulah manusia mulai bermunculan.

Sementara untuk manusia dan hewan menyusui seperti kera mulai muncul di zaman Neozoikum, dimana saat itu suhu bumi sudah mulai menurun dan memungkinkan adanya kehidupan baru.

3. Pembentukan Kerak Bumi

pembentukan kerak bumi
nbcnews.com

Ciri zaman Azoikum merupakan masa dimana kerak bumi mulai terbentuk. Sehingga lapisan yang kita pijak saat ini tidak semata-mata terjadi hanya sekejap saja.

Mungkin lapisan inti bumi inilah yang terbentuk akibat dari ledakan big bang yang terjadi tersebut.

Pada lapisan lainnya juga terbentuk akibat dari gas dan zat maupun serpihan yang ada pada luar angkasa.

Sebagai informasi, lapisan inti bumi mempunyai daya tarik magnet yang tinggi, sehingga bisa menarik partikel-partikel lain yang ada di luar angkasa.

Seperti yang telah kita ketahui di poin nomor 1, yakni dimana bumi saat itu masih berupa lautan api dan lahar panas. Nah, bagaimana sih kerak bumi bisa terbentuk?

Kerak bumi tersebut terbentuk dari lahar panas yang mengering. Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa lahar panas yang mendingin akan menjadi tanah dan ini akan memperkaya zat tanah atau membuat tanah menjadi subur.

Sebab lahar yang ada di gunung berapi sekarang merupakan lahar panas yang dahulunya membentuk kerak bumi.

Terdapat beberapa teori mengenai pembentukan kerak bumi ini, diantaranya :

  • Teori Kontraksi

Menurut teori ini, disampaikan bahwasanya bumi semakin lama, maka akan semakin menyusut dan mengkerut.

Nah, dalam pengerutan ini terjadilah pendinginan dan pembentukan relief hingga membentuk gunung, lembah, lautan, dataran rendah, dataran tinggi, dan sebagainya. Karena pendinginan tersebutlah mengakibatkan pengerutan bumi.

  • Teori Dua Benua (Laurasia – Gondwana Theory)

Menurut teori ini, disampaikan bahwasanya pada bumi yang kita pijak hanya terdiri dari 2 benua besar. Yakni benua Laurasia yang terletak di kutub utara dan benua Gondwana yang berada di kutub selatan.

Benua-benua inilah yang kemudian bergerak dan terpecah hingga menjadi benua lainnya sampai jauh lebih kecil. Akhirnya benua Laurasia terpecah menjadi 3 benua, antara lain benua :

  1. Amerika Utara
  2. Asia
  3. Eropa.

Sedangkan sisanya, Benua gondwana terpecah lagi menjadi 3 bagian lainnya, antara lain benua :

  1. Australia
  2. Amerika
  3. Afrika.

Dimana teori ini tercetus di tahun 1884 oleh Edward Zuess.

  • Teori Pengapungan Benua (Continental drift theory)

Hal ini merupakan salah satu teori terkait bumi yang di dalamnya ada bukti yang dapat di pertimbangkan. Dalam teori ini mencetuskan bahwa bumi cuma terdapat di dalamnya satu benua.

Dimana benua yang besar ini melakukan pergerakan hingga menuju ke garis Ekuator lalu bergerak dan sebab adanya rotasi bumi.

Sehingga bisa pecah lewat dasar lautan dan menjadi benua-benua yang lebih kecil.

Maka bukti yang bisa disampaikan melalui teori ini yaitu bukti persamaan struktur dan batuan pantai terhadap garis pantai Afrika Barat dengan garis pantai di timur Amerika Selatan.

  • Teori Konveksi

Saat di dalam bumi terasa sangat panas dan berpijar, pada teori ini disampaikan melalui konsep konveksi yakni dengan adanya arus konveksi ke arah kerak bumi dan kemudian membawa materi.

Yaitu lava sampai menuju permukaan bumi lalu bergeser dengan menggantikan lapisan permukaan yang lebih tua. Menurut teori ini terdapat beberapa bukti yang ada di antara Samudera Atlantik dan Samudera Pasifik.

4. Perputaran Bumi Cepat

Karena disebabkan oleh suhu bumi yang sangat panas itu, menjadikan perputaran bumi menjadi sangat cepat. Dengan 1 kali rotasi bumi cuma mencapai 6 jam, berarti 1 hari di zaman tersebut hanya berlangsung selama 6 jam.

Rotasi bumi di zaman itu 4 kali jauh lebih cepat dibandingkan perputaran bumi sekarang ini.

Oleh karena itu, perputaran siang dan malam cuma berlangsung kurang lebih selama 3 jam siang dan 3 jam malam.

Dimana perputaran bumi ini diakibatkan oleh suhu yang sangat panas terjadi pada bumi pada masa itu.

Jadi, kita bisa menghitung untuk waktu 2.500 juta tahun di masa tersebut cuma berjalan 15.000.000.000 jam (setara dengan 625 juta hari di masa sekarang).

Memang di masa tersebut, untuk rotasi bumi sendiri masih belum teratur dan dapat dikatakan bumi masih dikatakan labil. Salah satunya ini karena disebabkan belum ada pengontrol dan beban dalam bumi.

5. Terbentuknya Gunung Api

Selain membentuk kerak bumi, ciri dari zaman Arkaekum (Azoikum) yakni adanya pembentukan terhadap pegunungan-pegunungan api. Dimana gunung api ini sendiri terbentuk dan bisa dikatakan masih belum stabil, sebab masih terus mengeluarkan lahar.

Gunung api juga membantu dalam pembentukan kerak bumi. Untuk kerak bumi ini terdiri dari batuan yang terbentuk oleh akibat pendinginan lahar tersebut.

Sehingga gunung api yang masih aktif menjadi satu-satunya peninggalan di zaman Arkaekum yang masih ada saat ini.

Sedangkan untuk lahar panas yang ada pada perut gunung api tersebut adalah lahar panas yang membentuk kerak bumi, hanya saja yang membedakannya yaitu jumlah lahar.

6. Pembentukan Lapisan dan Lempeng Tektonik

Untuk lapisan tektonik ini sendiri menjadi penyebab terjadinya gempa bumi dan tsunami di masa sekarang ini, dimana sudah mulai terbentuk di zaman Arkaekum. Sementara pada lapisan tektonik ini sendiri terbentuk dari pendinginan lahar.

Sedangkan pada lempengan tektonik ini terbentuk tidak rata. Hal ini disebabkan oleh pendinginan yang juga tidak merata, dan terdapat beberapa bagian / ada celah yang berbeda ketika pendinginan tersebut.

Selain itu, lempeng tektonik di dasar laut kandungannya juga sama dengan tanah. Terbentuk dari pasir dan bebatuan, maka karena adanya pergerakan dan pergeseran itu bisa memecah tanah di daratan maupun di dasar laut.

7. Merupakan Zaman Tertua di Dunia

Seperti yang sudah kita jelaskan di awal, bahwa Arkaekum/Azoikum adalah zaman prasejarah pertama yang terjadi di Dunia. Zaman ini diperkirakan berlangsung kurang lebih selama 2.500 juta tahun yang lalu.

Namun, apakah yang terjadi pada 2.500 tersebut?

Tentunya merupakan proses pembentukan dan persiapan bumi agar siap untuk ditinggali seperti saat ini. Sebab tidak ditemukan makhluk hidup termasuk juga tumbuhan di dalamnya, sebab hanya terdapat lahar dan seluruh zat yang panas.

Ini merupakan zaman terpanjang, terlama, dan tertua yang terbentuk setelah ledakan big bang sepanjang sejarah dunia terbentuk.

8. Bumi Sebagai Bola Gas

Karena disebut sebagai Bola Gas, di langit bumi ini memiliki banyak gas-gas, bahkan pembentukan atmosfer ini sendiri terjadi pada masa ini.

Dimana untuk lapisan atmosfer sendiri terbentuk mulai dari yang paling luar sampai yang paling dekat dengan bumi. Sehingga gas ini yang memenuhi bumi hingga membentuk lapisan yang saat ini sering kita sebut sebagai atmosfer.

Hal ini sama seperti konsep sebuah masakan, api merupakan daya panas yang mendidih kemudian membentuk partikel dan bola-bola air.

Atmosfer terbentuk seperti itu, karena adanya suhu di bumi yang sangat panas menjadikan gas tersebut naik, sehingga membuat lapisan-lapisan atmosfer.

Pembagian Zaman Azoikum (Arkaekum)

pembagian zaman arkaekum
sciencemusicvideos.com

Keadaan bumi pada masa arkaekum pada saat itu memang sangat mengerikan. Hal itu dikarenakan adanya panas dan oksigen yang minim untuk kehidupan manusia, tumbuhan maupun hewan, sehingga tidak akan mampu untuk bertahan hidup.

Gas metana yang mendominasi mengakibatkan suasana langit menjadi terlihat kemerahan. Dimana bumi sangat geoaktif pada zaman arkeozoikum/Arkaekum manusia belum mampu hidup.

Adapun pembagian zaman arkeozoikum/Arkaekum ini terbagi menjadi 4 periode, berikut diantaranya :

1. Periode Eoarchean – Zaman Azoikum

Dalam periode Eoarchean ini berasal dari kata eon Archean yang dikenal sebagai Eoarchean dan merupakan bagian zaman paling awal yang dihitung melalui skala waktu.

Untuk selisih periode ini adalah sekitar 200 juta tahun dari 3,8 miliar sampai 3,6 miliar tahun lalu.

Sedangkan perkiraan usia pada zaman arkeozoikum ini dapat dilihat dari usia batuan tua seperti Isua Greenstone Belt yang ada di barat daya Greenland. Dimana batuan ini sangat tinggi magnesium dan merupakan hasil dari lava letusan gunung berapi.

2. Periode Paleoarchean – Zaman Azoikum

Paleoarchean adalah periode dari zaman arkeozoikum/arkaekum 3,6 miliar sampai 3,2 miliar tahun yang lalu dengan memiliki jangka waktu 400 juta tahun.

Di era ini eubacteria berkembang dan menjadi faktor pendukung untuk sejarah di kehidupan bumi. Cyanobacteria (sianobakteri) yaitu salah satu kelas bakteri yang hidup di zaman tersebut dan kemudian menghasilkan oksigen.

Walaupun bakteri ini mampu memproduksi oksigen, akan tetapi membutuhkan jangka waktu yang sangat lama untuk oksigen bisa tersebar ke seluruh bumi. Hal itu karena jumlah oksigen sebagian besar sudah teroksidasi di kerak bumi.

3. Periode Mesoarkean – Zaman Azoikum

Pada periode Mesoarchean ini memiliki jangka waktu 3,2 miliar hingga 2,8 miliar tahun yang lalu. Dimana masa ini dimulainya perluasan induk benua yang sudah berkembang.

Dimana kehidupan bakteri sudah berkembang dan menciptakan oksigen menuju atmosfer, namun kandungan oksigennya masih rendah.

4. Periode Neoarchean – Zaman Azoikum

Pada periode Neoarchean mempunyai jangka waktu sekitar 2,8 miliar tahun lalu hingga 2,5 miliar tahun lalu. Dengan didominasi oleh sianobakteri yang mulai memproduksi oksigen dengan jumlah yang besar.

Hingga akhirnya mengarah ke bencana oksigen, sehingga kehidupan darat tidak terlindungi oleh sinar UV pada matahari.

Dari pergeseran antar lempeng di kerak bumi menyebabkan munculnya aktivitas vulkanik dan aliran lava yang menyelimuti kerak bumi.

Di era ini merupakan akhir dari zaman arkeozoikum/arkaekum 2,5 juta tahun yang lalu. Dimana sebagian besar proses geologis mempengaruhi permukaan bumi.

Pelajaran terbaru lainnya :

Mungkin cukup sekian dulu pembahasan kita kali ini mengenai Zaman Azoikum mulai dari pengertian, ciri-ciri, hingga pembagiannya.

Semoga artikel ini bisa menjadi referensi dan bermanfaat untuk Anda para pembaca setia Genemil.

Leave a Comment