Kebudayaan Sumatera Barat

Provinsi Sumatera terbagi menjadi 9 dan salah satu diantaranya adalah Sumatera Barat. Di Sumatera Barat ini terdapat kebudayaan yang unik untuk dipelajari.

Melalui artikel ini Genemil akan sajikan apa saja kebudayaan yang terdapat di Sumatera Barat ini.

Untuk pembahasan kali antara lain :

  • Suku Bangsa
  • Bahasa
  • Agama
  • Rumah adat
  • Pakaian adat
  • Kesenian tradisional
  • dll.

Apa nama ibu kota Provinsi Sumatera Barat?

Kota Padang merupakan ibu kota dari provinsi Sumatera Barat dan biasanya disingkat sebagai Prov. Sumbar.

Sehingga, terkadang orang sering menyebut Sumatera Barat dengan sebutan orang Padang.

Kemudian, ada pula yang keliru jika bahasa daerah masyarakat Sumatera Barat itu adalah bahasa Padang.

Padahal yang lebih tepatnya, untuk nama bahasa daerah Sumatera Barat adalah bahasa Minangkabau.

Suku Bangsa

Mengenai luas Provinsi Sumatera Barat adalah sekitar 42.297, 30 km², dengan dihuni oleh beberapa suku bangsa diantaranya :

  • Minangkabau 88,35%
  • Mandailing 4,42%
  • Jawa 4,15%
  • Mentawai 1,28%.

Mayoritas suku etnis Minangkabau.

Bahasa Daerah Sumatera Barat

1. Bahasa Minangkabau

suku minangkabau di sumatera barat
agamalokal2018saa4bkel8.blogspot.com

Melalui segi penyebaran wilayah, berdasarkan 3 nama bahasa daerah provinsi Sumatera Barat.

Bahasa Minangkabau menempati urutan yang pertama, baik dari segi luas wilayah maupun jumlah penduduk.

Oleh karena itu, boleh dibilang, bahasa daerah yang digunakan sehari-hari di Sumatera Barat adalah bahasa Minangkabau.

Karena penggunaan bahasa ini lebih mendominasi pada masyarakat Sumatera Barat.

Malahan boleh dibilang jika bahasa daerah orang Sumatera Barat yaitu bahasa Minangkabau.

Dialek Bahasa Minang

Terkadang juga bahasa Minangkabau disebut sebagai bahasa Minang.

Singkatnya, ada 5 dialek bahasa Minangkabau di Provinsi Sumatera Barat seperti :

  • Dialek Agam-Tanah Datar
  • Koto Baru
  • Pasaman
  • Pancung Soal
  • Lima Puluh Kota.

Dari kelima logat ataupun gaya bicara bahasa Minangkabau tersebut. Dialek Agam-Tanah Datar merupakan dialek yang banyak digunakan oleh masyarakat Sumatera Barat.

Dialek ini pun banyak digunakan di ibu kota Sumbar, yakni kota Padang.

Kesimpulannya, bila ada pertanyaan terkait bahasa daerah dari Sumatera Barat.

Jawabannya adalah Bahasa Minangkabau dengan dialek Agam-Tanah Datar, sehingga jawabannya lebih keren.

Contoh Bahasa Daerah Sumatera Barat Siapa Namamu Bahasa Minangkabau

Berikut contoh bahasa daerah Sumatera Barat khususnya bahasa Minangkabau untuk pertanyaan Siapa Namamu adapun beberapa cara tutur katanya seperti :

  • Sia namo ang?
  • Sia namo wa ang?
  • Namo sia?
  • Ang sia namo?
  • Sia namo?

Kata sia berarti siapaNamo, nama. ang, Anda.

Syair Lagu dan Lirik Lagu

Tentunya kebanyakan lirik lagu daerah Sumatera Barat adalah dengan memakai bahasa daerah Minangkabau.

Begitu pula dengan syair lagu daerah Sumatera Barat yang kebanyakan menggunakan bahasa Minangkabau.

Hal itu disebabkan karena penyebaran bahasa Minangkabau lebih mendominasi di Provinsi Sumatera Barat.

Bahasa Minangkabau ada di lima provinsi lain

Untuk tambahan, bahasa Minangkabau tidak hanya terdapat di Provinsi Sumatera Barat saja.

Namun, bahasa Minangkabau juga sudah menjadi bagian dari bahasa daerah di Aceh, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Riau, Jambi, dan Bengkulu.

Apa arti Minangkabau secara bahasa?

Untuk istilah minangkabau memiliki sejarah tersendiri.

Secara bahasa, arti minangkabau adalah meminang kerbau ataupun mengawinkan kerbau.

Kata ini memiliki latar sejarah tersendiri, dan tentunya akan semakin panjang jika dituliskan melalui topik ini.

2. Bahasa Batak

suku batak di sumatera barat
indonesiakaya.com

Untuk penyebaran bahasa Batak juga sampai di Provinsi Sumatera Barat.

Berdasarkan dari peta penyebaran bahasa daerah Sumatera Barat dari Kemendikbud, bahasa Batak tersebar pada bagian utara di Provinsi Sumatera Barat.

Bahasa Batak ditempatkan sebagai urutan kedua yang menjadi bahasa paling banyak digunakan di provinsi Sumatera Utara, dikarenakan penyebarannya berada di Pulau Sumatera.

Sebagai asumsi, masyarakat di sana lebih banyak dibandingkan masyarakat yang terdapat di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Mengenai dialek bahasa batak yang ada di Sumatera Barat bagian utara adalah memakai dialek Mandailing.

3. Bahasa Mentawai

suku mentawai di sumatera barat
semutmulia.com

Bahasa Mentawai juga boleh dibilang sebagai bahasa daerah dari Sumatera Barat. Untuk penyebaran bahasa Mentawai benar-benar fokus pada wilayah kepulauan.

Tepatnya di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Apabila dilihat dengan sekilas, berdasarkan penyebaran bahasa daerah, wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai lebih besar daripada penyebaran bahasa Batak.

Untuk luas wilayah penyebaran bahasa Batak kemungkinan lebih kecil bila dibandingkan dengan wilayah bahasa Mentawai.

Akan tetapi, dari segi jumlah penduduk, boleh jadi jumlah penutur bahasa Batak lebih dominan.

Tentunya pertimbangannya yaitu faktor daerah perkotaan dan mobilitas penduduk.

Jadi berikut ini kesimpulannya :

Mengenai bahasa daerah yang ada di Sumatera Barat adalah Minangkabau, Batak, dan Mentawai. Apabila ditanya bahasa daerah dari provinsi Sumatera Barat.

Maka jawabannya bukanlah bahasa Padang, namun lebih tepat adalah bahasa Minangkabau.

Agama

kebanyakan dari masyarakat Sumatera Barat menganut agama islam dengan memiliki persentase sebesar 97,4%.

Berikut ini adalah beberapa daftar agama kepercayaan di masyarakat Sumbar :

  • Islam 97,4%
  • Kristen Protestan 1,43%
  • Katolik 0,83%
  • Buddha 0,07%
  • Hindu 0,01%.

Mayoritas agama Islam.

Kebudayaan Sumatera Barat

Beberapa suku yang ada di Provinsi Sumatera Barat tentunya setiap suku mempunyai adat istiadat ataupun kebudayaan yang berbeda-beda satu sama lain.

Kemudian memiliki keunikan tersendiri antara satu suku dengan suku yang lainnya.

Berikut ini akan kita bahas apa saja sih kebudayaan Sumatera Barat ini.

Yuk, simak penjelasan ini hingga akhir ya!

Macam-macam kebudayaan Sumatera Barat :

1. Rumah Adat

rumah adat sumatera barat
gpswisataindonesia.info

Pertama yang akan kita bahas mengenai kebudayaan di Sumatera barat yakni Rumah Adat yang ada di Provinsi ini. Sumatera Barat mempunyai rumah adat yang sangat terkenal yaitu Rumah Adat Gadang.

Berikut adalah penjelasannya :

1. Rumah Gadang Jenis Gajah Maharam

Rumah gadang jenis Maharam adalah salah satu rumah adat Sumatera Barat yang termasuk sebagai kategori mewah.

Syarat untuk membangun rumah adat ini yaitu rumah wajib menghadap utara dengan dinding pada sisi timur, barat, dan selatan yang ditutupi oleh sasak.

Semua bangunan dibuat dengan bahan kayu berkualitas, seperti: kayu juar, surian dan ruyung. Untuk atapnya terbuat dari seng.

Rumah adat ini memiliki 4 kamar dengan ukiran khas Minangkabau sebagai dekorasi pada pintu-pintu kamar.

Dalam membangun rumah adat ini, diperlukan 30 tiang sebagai penopang.

Karena dengan banyaknya tiang penopang ini, rumah adat jenis Gajah Maharam dapat dianggap sebagai bangunan yang tahan terhadap gempa.

2. Rumah Gadang Gonjong Limo

Untuk ciri khas dari bangunan rumah adat ini yaitu adanya penambahan gonjong pada bagian kiri dan kanan bangunan.

Rumah adat ini banyak ditemukan di Kota Payakumbuh, Padang.

Rumah Gadang Gonjong Limo memiliki pengakhiran bangunan yang sama dengan rumah adat Gajah Maharam, namun hanya saja tidak ditambah anjung.

3. Rumah Gadang Surambi Papek

Pada rumah adat ini memang terlihat agak berbeda dengan rumah adat lainnya.

Rumah adat Sumatera Barat yang satu ini memiliki pengakhiran kiri dan kanan yang disebut sebagai bapamokok atau papek dalam bahasa Minang artinya pintu masuk dari belakang.

Jadi, bila Anda ingin masuk ke rumah ini saat berkunjung, Anda mesti masuk lewat pintu belakang rumah.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman, banyak juga rumah Gadang Surambi Papek yang dimodifikasi sehingga mempunyai pintu depan.

4. Rumah Gadang Batingkek (Rumah Gadang Bertingkat)

Untuk model bangunan rumah gadang ini terlihat mirip seperti rumah adat gadang Gajah Maharam.

Rumah Gadang Batingkek yang berarti rumah gadang bertingkat dalam bahasa Indonesia. Dulu, rumah adat ini banyak ditemukan di Padang, namun akan sangat jarang ditemukan pada masa kini.

Maksud dari bertingkat adalah gonjongnya yang bertingkat-tingkat.

5. Gonjong Ampek Baanjuang

Rumah adat ini adalah rumah adat Padang yang harus didirikan di daerah Luhak Nan Tigo.

Rumah adat Ampek Baanjuang merupakan sebuah tanda adat bagi masyarakat setempat.

Seperti namanya ‘ampek’ yang berarti empat.

Maka bangunan rumah adat ini mempunyai 4 buah gojong di atas atap dan memiliki lebih dari 7 ruangan.

Untuk ciri khasnya adalah bangunan rumah adat ini mempunyai tambahan anjung pada sisi kiri dan kanan bangunan.

6. Gonjong Anam

Rumah adat Gonjong Anam adalah rumah adat Minang. Bentuk bangunannya terlihat mirip seperti Rumah Gadang Gajah Maharam.

Namun rumah adat ini telah dimodifikasi dengan penambahan ukiran khas Minangkabau, sehingga menjadi bangunan beranjung.

Rumah adat  ini mempunyai bangunan yang lebih modern jika dibandingkan dengan rumah adat Sumatera Barat lainnya. Salangkonya memakai papan dan bukan anyaman bambu.

Setelah itu, jendelanya dibuat lebih banyak agar pencahayaan dapat lebih banyak masuk ke dalam rumah.

7. Gonjong Sibak Baju

Rumah adat Sumatera Barat ini memiliki ciri khas yang bentuknya mirip dengan belahan baju.

Rumah adat Gonjong Sibak Baju ini masih meniru model rumah Gadang Gajah Maharam. Untuk bahan dasar pembuatannya adalah dari kayu dan sasak.

Keunikan Rumah Adat Sumatera Barat

Dalam mendirikan rumah gadang tidak boleh sembarangan memakai material. Untuk kayu yang digunakan sebagai dinding, lantai, jendela, pintu, dan tangga dipilih dengan menggunakan material yang berkualitas terbaik.

Terutama untuk kayu tonggak utama rumah. Secara adat, kayu tonggak wajib mempunyai usia tertentu, sehingga melewati proses perendaman di air selama beberapa tahun. Sebelum mulai diproses sebagai tonggak rumah.

Kearifan ini adalah kunci dari kayu yang tahan terhadap rayap. Dulunya belum dikenal bahan kimia anti rayap seperti sekarang ini.

Ketika perendaman tersebut, zat yang terkandung pada kayu yang membuatnya disukai oleh rayap ikut terbawa air dan sehingga lama-kelamaan hilang.

Ketika siap digunakan, rayap sudah tidak memiliki alasan untuk tinggal disana.

Tidak heran bila kita dapat menemukan rumah gadang yang sudah berusia puluhan hingga ratusan tahun di nagari yang masih kokoh berdiri.

Yuk..! Kenalkan beberapa tradisi upacara adat di Indonesia.

2. Kebudayaan Sumatera Barat Berupa Pakaian Adat

pakaian adat sumatera barat
sumbarfokus.com

Pakaian adat Sumatera Barat tak cuma dikenakan oleh masyarakatnya hanya saat dalam acara-acara tertentu saja, seperti pernikahan dan upacara adat lainnya.

Melainkan pakaian adat ini juga digunakan dalam keseharian mereka, namun bentuknya lebih sederhana.

Selain sederhana dan khas, pakaian adatnya juga memiliki makna filosofis yang melambangkan tentang kehidupan.

Pelajaran yang disampaikan lewat baju adat ini tidak hanya pakaian yang dikenakan oleh laki-laki saja, namun juga pada baju adat perempuannya.

Berikut adalah nama-nama pakaian adat Sumatera Barat yang memiliki keunikan dan nilai filosofis tersebut :

1. Pakaian Adat Pengantin Padang

Untuk pakaian adat Sumatera Barat tidak hanya berupa Bundo Kanduang yang berarti pakaian adat asli dari daerah ini.

Namun ada pakaian adat lainnya yang dikenakan sebagai baju pengantin Padang dan pakaian adat Minang Modern yang telah mendapatkan penambahan aksesoris dan lain sebagainya.

Pakaian adat pengantin Padang ini untuk pilihan warna yang dipakainya cenderung lebih ke warna merah. Pakaian yang berwarna merah tersebut dilengkapi dengan penutup kepala khas Sumatera Barat.

Kemudian dihiasi dengan perhiasan yang menambah keindahan dan keanggunan dari pemakainya.

2. Deta

Deta merupakan sebutan untuk pakaian adat Sumatera Barat berupa penutup kepala yang dililitkan secara unik. Sehingga menghasilkan penutup kepala yang khas dan memiliki kerutan.

Untuk warna yang dipakai untuk Deta ini yaitu warna hitam dan biasanya dikenakan oleh para penghulu.

Jenis dari Deta ini ada 2 macam, yakni Deta yang digunakan oleh Raja yang namanya yaitu Deta Raja.

Kedua adalah Deta yang digunakan oleh Penghulu yang biasa disebut dengan Deta Saluak Batimbo, Deta Cilien Manurun dan Deta Ameh.

3. Perhiasan

Perhiasan merupakan sesuatu yang identik dengan wanita walaupun ada pula perhiasan yang dikenakan oleh pria.

Akan tetapi, bentuk dan bahannya berbeda dengan perhiasan yang digunakan oleh kaum hawa. Untuk perhiasan yang melengkapi pakaian adat bentuknya juga bermacam-macam.

Diantaranya perhiasan yang dipakai adalah Dukuang (Kalung), cincin dan gelang atau orang Minang menyebutnya Galang.

Selain memiliki fungsi sebagai hiasan dan mempercantik pemakainya, perhiasan ini pun mengandung makna filosofis.

4. Baju Penghulu

Warna yang digunakan oleh para Penghulu yang disebut dengan baju Penghulu ini yaitu warna hitam.

Dalam pilihan warna ini tidak sembarang memilih warna, melainkan terdapat makna dibalik itu yakni melambangkan kepemimpinan dan hal ini menjadi harapan bagi para Penghulu supaya dapat menjadi pemimpin yang bijak.

Selain itu, baju Penghulu ini dilengkapi oleh kain yang diselempangkan namanya yaitu Sasampiang atau kita sering menyebutnya sebagai selendang dan dilengkapi dengan aksesoris berupa tongkat.

Untuk bahan yang digunakan dalam membuat baju ini yaitu kain bludru.

5. Salempang

Salempang merupakan nama dari bagian pakaian adat Sumatera Barat berupa aksesoris yang terbuat dari kain tenun.

Kain salempang ini digunakan oleh para wanita yang diselempangkan pada pundak yang mempunyai makna bahwa para wanita wajib memiliki rasa belas kasih kepada anak dan cucu mereka.

6. Sasampiang

Jika Salempang ini digunakan oleh wanita masyarakat Sumatera Barat dan mempunyai makna filosofis. Begitu juga untuk Sasampiang yang digunakan oleh laki-laki, namun sebagai aksesoris baju Penghulu.

Sasampiang juga memiliki makna filosofis berdasarkan pada warna dan bagian-bagian yang melekat pada Sasampiang.

Untuk warna yang dipakai untuk Sasampiang ini yaitu warna merah yang melambangkan keberanian.

Sasampiang juga dihiasi dengan benang Makau untuk menambah keindahannya yang mempunyai arti kearifan dan ilmu pengetahuan.

7. Lambak

Lambak adalah sebagai pelengkap dari pakaian adat Sumatera Barat berupa Bundo Kanduang dan wujudnya yaitu sarung.

Pakaian ini dikenakan pada bagian bawah dengan bahan dari kain songket atau berikat yang berfungsi sebagai penutup pada bagian bawah tubuh wanita.

Untuk cara pemakaiannya adalah dengan diikatkan di bagian pinggang sehingga lambak ini bisa menutup bagian pinggul wanita.

Pada ikatan dari Lambak ini tentu saja mempunyai belahan, dan belahan ini dapat dletakkan di bagian belakang, samping atau bagian depan si pemakainya.

8. Cawek

Cawek merupakan perlengkapan untuk pakaian baju Penghulu berupa ikat pinggang. Namun bahan yang digunakannya adalah kain sutra.

Fungsi dari Cawek juga sama persis layaknya ikat pinggang pada umumnya yakni menguatkan celana.

Celana yang dikenakan oleh para Penghulu ini namanya yaitu Sarawa dan dikuatkan pada pinggangnya dengan menggunakan Cawek ini.

Sedangkan untuk pemilihan bahannya adalah dengan menggunakan kain sutra. Maksudnya adalah supaya Penghulu memiliki kecakapan dalam memimpin dan menguatkan tali persaudaraan.

9. Baju Batabue

Batabue juga merupakan nama baju adat pada pakaian adat Bundo kanduang.

Baju Batabue ini dihiasi dengan taburan benang emas yang dibentuk menjadi pernak-pernik indah. Sehingga nama lain dari baju ini yaitu baju Bertabur.

Warna biru, hitam, merah, dan lembayung merupakan pilihan warna yang digunakan untuk membuat baju Batabue ini.

Dihiasi oleh pernak-pernik yang sebelumnya dan melambangkan tentang kekayaan yang dimiliki oleh daerah Sumatera Barat.

10. Sandang

Sandang adalah sebagai pelengkap dari pakaian adat Sumatera Barat yang digunakan oleh Penghulu. Warna yang digunakan pada Sandang ini yaitu warna merah.

Untuk cara pemakaiannya adalah dengan melilitkannya di pinggang.

Warna yang dipilih untuk Sandang ini mempunyai makna yang melekat pada penggunanya yakni Penghulu.

Artinya seorang Penghulu tersebut wajib tunduk pada setiap aturan adat yang berlaku ketika itu.

11. Tengkuluk

Kita sering melihat para wanita Minangkabau khususnya.

Umumnya wanita di Sumatera Barat memakai pakaian adat berupa penutup kepala dengan bentuk menyerupai atap rumah gadang atau seperti tanduk kerbau.

Namun, sebagian dari kita mungkin belum mengetahui apa nama penutup kepala wanita tersebut.

Ya, namanya adalah Tengkuluk dan merupakan pelengkap dari pakaian adat Bundo Kanduang Sumatera Barat.

Penutup kepala ini digunakan sehari-hari dengan bentuk sederhana dan pada upacara adat tertentu.

12. Keris dan Tongkat

Keris dan Tongkat digunakan oleh kaum pria termasuk pakaian adat yang dikenakan oleh para Penghulu.

Pemakaiannya yakni untuk tongkat ini digenggam dengan tangan kanan kemudian Keris diselipkan pada pinggang si pemakainya.

Makna filosofis dari pemakaian Keris dan Tongkat ini adalah sebagai simbol bahwa pemimpin yang dibebankan pada seseorang yaitu berupa amanah dan memerlukan tanggung jawab yang besar bagi si pengembannya.

Baca juga dong apa itu seni rupa modern. Agar lebih menambah wawasan Anda dalam bidang kesenian!

3. Kesenian Tradisional Sumatera Barat

Mengenai kesenian yang terdapat di Sumatera Barat meliputi : tarian adat, alat musik dan senjata tradisional.

Mari kita bahas satu per satu berikut ini.

tarian tradisional sumatera barat
wartawisata.id

Tarian Tradisional Sumatera Barat

Berikut ini adalah beberapa tarian adat Sumatera Barat :

1. Tari adat lilin

Merupakan sebuah tarian yang mana setiap penari membawa lilin kemudian menari dengan iringan musik yang diberikan oleh pemusik.

2. Tari Paten

Biasanya dibawakan oleh masyarakat minang dalam menyambut panen padi.

3. Tari Pasambahan Minang

Tari ini khusus untuk acara penyambutan terhadap tamu penting yang berasal dari jauh.

4. Tari Payung

Merupakan sebuah ungkapan kasih sayang terhadap seorang kekasih.

5. Tari Piring

Salah satu seni tari tradisional yang berasal dari kota Solok provinsi Sumatera Barat dan merupakan tarian ritual.

6. Tari Piring Kubu Durian Padang

Sebuah tari yang diiringi oleh alat musik khas yakni Talempong, alat musik yang hampir mirip dengan gong.

7. Tari Randai

Randai merupakan hasil perpaduan antara Kaba dan Silek yang dipersatukan dengan gerakan maupun syair gurindam yang indah.

8. Tari Baralek Gadang

Tari ini lazimnya diadakan dalam menyambut atau merayakan suatu peristiwa penting dalam kehidupan Masyarakat Minang, contohnya seperti pernikahan.

9. Tari Indang

Tarian yang dikenal dengan sebutan tari Dindin Badindin. Untuk tarian ini hampir mirip dengan tari saman.

Akan tetapi, gerakan tarian ini lebih variatif dan sarat akan da’wah.

10. Tari Rantak

Tarian yang mengedepankan dan menegaskan ketajaman gerakan sang penari.

11. Tari Galombang

12. Tari Alang Babega

13. Tari Ambek-Ambek Koto Anau

14. Tari Barabah

15. Tari Kain Paisia Selatan

16. Tari Kiek Gadih

17. Tari Tempurung

18. Tari Tudung Saji

19. Tari Sabalah

Alat Musik Tradisional

alat musik tradisional
tahaani1gichki.blogspot.com

Berikut ini adalah alat musik di Sumatera Barat :

1. Bansi

Hampir mirip Suling dengan jarak antar lubang yang dekat sehingga memudahkan untuk dimainkan meski jari pemainnya agak pendek.

2. Saluang 

Saluang biasanya berpasangan dengan Bansi, namun ukurannya panjang bila dibandingkan dengan Bansi.

Bedanya yakni suara saluang ini merdu dan lembut di telinga.

3. Gendang Tabuik

Gendang ini sekarang mungkin kita masih dapat melihat bentuk fisik Gendang Tabuik ini di daerah Maninjau maupun daerah pariaman.

4. Pupuik Batang Padi

Terbuat dari batang padi yang telah berumur dan bersegmen supaya suara yang dihasilkan terdengar gagah.

Bentuknya aneh, dengan suara sederhana namun alat musik ini sangat berperan penting dalam sebuah ritual tradisional.

5. Pupuik Tanduak

Untuk alat musik ini sendiri terbuat dari tanduk kerbau yang bagian ujungnya dipotong datar untuk meniup.

Untuk bentuk alat musiknya tetap tanduk, hitam bersih serta mengkilap.

6. Rabab

Rabab kini menjadi alat musik tradisional yang paling banyak ditemukan.

Salah satunya adalah sebagai kebudayaan alat musik tradisional provinsi Sumatera Barat.

7. Serunai

Biasanya alat musik ini dimainkan saat acara adat yang ramai dengan budaya adat di daerah tersebut.

8. Talempong

Untuk alat musik ini sendiri bentuknya hampir sama dengan Bonang pada instrumen Gamelan.

9. Tambua

Tambua merupakan sebuah set tambur yang terbuat dari kayu dan membran dari kulit kambing.

10. Aguang

Aguang merupakan panggilan khusus orang Minang untuk alat musik yang memiliki bentuk layaknya Gong.

Alat musik ini memiliki bentuk mirip seperti daerah lain, bundar dan dipakai dengan cara dipukul menggunakan pemukul.

11. Tansa

Tansa sendiri terbuat dari bahan alumunium yang permukaannya ditutup menggunakan kulit tipis.

Alat musik ini berupa bejana yang berbentuk kuali yang berdiameter 14 inch dan ditutup dengan menggunakan kulit binatang.

12. Sampelong

Sampelong adalah alat musik aerofon yang berasal dari nagari Talang Maur kecamatan Mungka kabupaten Limapuluh Kota.

Nada sampelong adalah nada lagu Budha.

Lagu Daerah

Lagu Daerah Sumatera Barat
Ayam Den LapehAnak Dara
Kampuang Nan Jauh Di MatoTari Payuang
Bareh SolokMak Inang
Kambanglah BungoPaku Gelang
Kaparak TinggaCubo Ranungkan
Malam BainaiDenai Sansai
Rang TaluJikok Bapisah
Dayuang Palinggam

Sebagai pelengkap budaya Sumatera Barat, lagu daerah dari provinsi ini juga ikut turun serta.

Ya, berbagai lagu daerah asal Sumatera Barat dapat Anda dengarkan dan mainkan.

Seperti Kampuang nan Jauh di Mato, Dayuang Palinggam, Ayam Den Lapeh dan masih banyak lagi lagu lainnya.

Perlu Anda ketahui, dari beberapa lagu daerah tersebut tidak hanya menampilkan keindahan seninya saja. Namun, juga mempunyai makna yang amat cukup mendalam dan perlu diresapi.

Senjata Tradisional

senjata tradisional
blogunik.com

Berikut ini adalah beberapa senjata tradisional Sumatera Barat :

1. Kerambit

Kerambit ini merupakan senjata adat Sumatera Barat yang paling terkenal. Kepopulerannya sendiri sangat luar biasa, karena serangan yang ditimbulkannya bisa sangat mematikan.

Senjata ini bahkan diadopsi oleh US Marshal sebagai senjata yang harus dimiliki oleh setiap tentaranya.

2. Karih

Karih adalah sebutan dalam bahasa Minang untuk keris, sebagaimana masyarakat sub-etnis Melayu lainnya. Keris juga ada pada budaya masyarakat Minangkabau.

Keris Minang ini sendiri mempunyai beberapa ciri khas, mulai dari jumlah lekukannya sedikit (bahkan nyari lusur), sudut luk yang lebar serta hulunya yang berukir melengkung ke bawah.

3. Kalewang

Kelewang merupakan senjata yang berbentuk sejenis golok yang umumnya saat ini digunakan untuk kegiatan pertanian.

Pada zaman dahulu, senjata ini digunakan sebagai senjata utama oleh prajurit kerajaan ketika perang Padri yang berkecamuk di awal abad ke-19.

Senjata adat Sumatera Barat ini masih sering dipakai sampai saat ini karena multi guna dan bentuknya yang unik.

4. Ruduih SumBar

Ruduih merupakan senjata adat Sumatera Barat yang hampir mirip seperti kelewang. Senjata ini memiliki bentuk mirip pedang dengan satu sisi bilah yang tajam.

Jika pada kelewang sisi bilah yang tajam pada umumnya lurus, maka untuk Ruduih sisi tajamnya cenderung cembung ke dalam.

5. Piarik

Piarik merupakan sebuah tombak dengan memiliki 3 mata yang tajam. Kalau di Sumatera Selatan, tombak piarik ini disebut dengan Trisula.

Bentuk senjata ini adalah pengaruh dari peninggalan budaya Hindu Siwa di Sumatera Barat sebelum masuknya Islam ke Indonesia.

Zaman dahulu, senjata adalah suatu benda yang wajib dibawa kemanapun pergi.

Bagaimana tidak, dengan ancaman bahaya yang ada dimana-mana tentu saja kita akan membutuhkan perlindungan diri dengan menggunakan senjata tradisional ini.

Makanan Khas

makanan khas
indonesiakaya.com

Telah kita ketahui bersama bahwa masakan Padang memiliki banyak rumah makannya sendiri di berbagai daerah di Indonesia, bahkan ada yang di luar negeri.

Padang sendiri merupakan salah satu wilayah di Sumatera Barat yang sangat terkenal dengan makanan yang berbahan dasar daging dan santan.

Mengenai rasa, masyarakat Minangkabau lebih menyukai rasa pedas. Sehingga kebanyakan dari masakannya adalah yang bercita rasa pedas.

Makanan apa sajakah itu?

Makanan Khas Sumatera Barat
KacimuihBareh RandangNasi Kapau
GajebohSala LauakGulai Itiak Lado Mudo
Asem Pandeh DagingNasi SalaAle-ale
Lompong SaguLamang TapaiAyam Pop
Sate PadangLamang KatanDendeng Balado
Sate LokanKarupuak SanjaiGulai Banak
Rendang SapiBubur KampiunGulai Paku
Rendang ParuMartabak KubangKalio
GalamaiSoto PadangPinyaram

Wisata Sumatera Barat

tempat wisata sumatera barat
idntimes.com
  • Pantai Carolina
  • Lubuak Rantiang
  • Pantai Padang
  • Pantai Pasir Jambak
  • Museum Adityawarman
  • Miniatur Makkah.

Tidak hanya menawarkan keindahan kebudayaan Sumatera Barat yang berupa Sumber Daya Alam (SDM) saja. Anda juga dapat menyaksikan keindahan SDA Sumatera Barat yang ditawarkan melalui berbagai objek wisatanya.

Mulai dari objek wisata pegunungan hingga pantai dan kelautan dapat Anda nikmati ketika berlibur ke kota rendang ini.

Mengenai keindahan dan fasilitas?

Tidak perlu diragukan lagi, karena Sumatera Barat selalu unggul dalam bidang sektor keindahan alam dan fasilitas wisata.

Penutup

Demikianlah pembahasan secara lengkap yang dapat Genemil jelaskan mengenai kebudayaan yang ada di Sumatera Barat.

Semoga artikel ini bisa menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

Cukup sekian dan terima kasih!

Leave a Comment