Seni Rupa Modern

Seni rupa modern merupakan seni rupa yang tidak terbatas pada suatu tradisi, ataupun adat suatu daerah. Untuk mengembangkan seni rupa berdasarkan filsafat, ilmu dan prinsip seni yang lebih maju.

Jadi apakah berarti seni rupa modern itu lebih baik dibandingkan seni rupa tradisional?

Bila modern berarti terbaru atau lebih maju, kalau begitu mengapa rentang waktu periodenya dibatasi?

Apabila seni rupa modern adalah karya yang lebih maju, maka apa yang membuat karya seni rupa dianggap inovatif?

Baiklah untuk menjawab pertanyaan tersebut, yuk kita simak penjelasannya hingga akhir!

Sejarah

Ada beberapa pendapat dikalangan para ahli terkait kapan seni rupa itu dimulai.

Sebagian juga berpendapat bahwa seni rupa berawal dari impresionisme di abad ke-19.

Akan tetapi, ada juga yang berpendapat bahwa seni rupa sudah dimulai sejak neoklasikisme di abad ke-18.

Karena pada saat itu adanya gejolak antara kaum republik dan demokrat terhadap sistem monarki yang ada di Eropa.

Tentu saja dinamika dari politik dan sosial tersebut akan memberikan efek dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat dan tidak terkecuali kehidupan seni.

Falsafah “seni untuk seni” sehingga membuka jalan untuk aliran Impresionisme dan Post Impresionisme.

Gerakan ini adalah masa transisi dari konvensi realisme dalam bentuk kebebasan seniman.

Kemudian di abad ke 20 sebelum Perang Dunia I dimulai, seni rupa modern mengalami pergerakan dalam perubahan yang sangat penting.

Nah, pada periode Ekspresionisme tidak ada lagi trend penting terhadap acuan seni patung.

Pergeseran dari Naturalisme ke Non Representasi dan Abstraksi sudah menjadi ciri khas yang membedakan antara seni patung modern pada abad ke 20-an dengan karya seni periode lainnya.

Bentuk dan konsep seni rupa baru muncul pada dua dasawarsa pada abad ke-20.

Sehingga semakin marak nama besar seperti Pablo Picasso, Vincent Van Gogh dan Constantin Brancusi yang sudah menginspirasi banyak para seniman.

Dalam mengeksplorasi lebih banyak gaya maupun tema untuk dituangkan ke dalam bentuk sebuah karya.

Sehingga munculah berbagai macam aliran seni rupa modern yang hingga kini masih dipakai oleh para seniman.

Apa itu Modern?

Secara harfiah modern berarti terbaru atau mutakhir, sehingga semua seni pernah menjadi modern pada masanya.

Para seniman selalu mencoba teknologi baru dalam berkarya, karena teknologi dan media terbaru bakal selalu membuka posibilitas melalui bentuk seni yang baru juga.

Bahkan penggunaan teknologi baru pun merupakan salah satu jalan yang membuka peluang sehingga terbentuknya kebudayaan baru.

Seperti bagaimana pertama kali terbentuknya kebudayaan kesenian.

Sehingga selalu melakukan eksperimen dan mencoba hal baru menjadi bagian wajib dalam mengembangkan dunia seni.

Akan tetapi, jika semua karya seni pernah menjadi modern, lalu karya mana yang disebut karya modern?

Hal ini mungkin salah satu karya inovatif baru dipamerkan adalah karya seni rupa modern.

Namun, apakah 100 tahun kedepan karya tersebut masih disebut dengan modern?

Bagaimana dengan karya lama yang ternyata sudah menggunakan inovasi serupa dengan karya yang saat ini dianggap inovatif dan baru?

Modern itu Kapan?

Sebuah cara untuk menghilangkan berbagai ketidakjelasan diatas yaitu dengan menegaskan batasan periode waktu pada karya yang disebut sebagai karya modern.

Periode tersebut wajib mempunyai batasan yang jelas dalam waktu pertama kali muncul sampai masa akhirnya.

Seni rupa modern sendiri dimulai saat aliran seni rupa impresionisme muncul dan berakhir sekitar tahun 1970 (aliran Pop Art sampai Minimalisme).

Claude Monet merupakan salah satu tokoh utama aliran impresionisme.

Namun sebenarnya tokoh penting yang memulai transisi seni rupa modern ini yaitu Edouard Manet.

Hanya saja dia menolak untuk memakai teknik aliran impressionist yang dianggap aliran seni pertama yang dikategorikan sebagai modern.

Dia lebih memilih untuk memakai teknik yang dikembangkannya sendiri dan masih serupa dengan aliran realisme.

Untuk lebih spesifiknya periode Seni Rupa Modern di Barat dimulai saat Manet melukis “Déjeuner sur l’Herbe” di tahun 1863-an.

Lukisan itu ditolak mentah-mentah oleh institusi seni pemerintah ketika itu (The Paris Salon).

Teknik lukis manet tersebut tampak kasar dan mengacuhkan banyak detail serta memakai perspektif yang tidak akurat. Selain itu, subjek atau tema yang dipilihnya pun kontroversial.

Hal itu karena dia melukis tema keseharian yang dianggap tidak indah dan kurang pantas.

Sementara seniman yang lain pada umumnya selalu melukiskan berbagai subjek dengan indah seperti pemandangan alam, perempuan cantik, sampai keluarga bangsawan yang mengenakan pakaian mewah.

Dia merupakan tokoh penting transisi dari aliran realisme ke impresionisme, karena salah satu ide dasar impresionisme terlihat hadir pada lukisannya.

Apa yang membuat Karya Seni disebut Modern?

Hingga akhirnya ketika publik seni siap dalam menerima perubahan.

Teknik lukis Manet disanjung sebagai sapuan kuas yang berani dan ekspresif serta lebih menunjukan emosi manusia.

Untuk perspektifnya yang sengaja tidak akurat pun dinilai bisa memberikan nilai lebih terhadap tata ungkapan lukisan dan menjadikan salah satu keunggulan lukisan bila dibandingkan dengan fotografi.

Dalam pemilihan subjeknya juga dianggap tidak mendiskriminasi pada golongan masyarakat menengah kebawah sebagai bentuk model ataupun tema lukisannya.

lukisan a bar at the folies edouard manet
hnaliv.blogspot.com

Pada lukisan Manet sengaja menambahkan sosok Pria pada bagian cermin Bar.

Karakter itu seharusnya tidak tersorot bila memakai perspektif yang akurat.

Akan tetapi, dengan menambahkan sosok tersebut, maka karyanya menjadi lebih enigmatik sehingga memberikan pertanyaan. Apakah sebenarnya sosok tersebut sebetulnya tidak ada?

Dan hanya ada pada pikiran model wanitanya saja?

Sikap Manet merupakan salah satu contoh yang bagus dalam memperlihatkan karya seperti apa yang dianggap sebagai karya modern.

Bagaimana eksperimennya dalam membawa perubahan positif yang bisa mengembangkan dunia seni rupa kepada tingkat yang lebih baik.

Dia menggunakan teknik baru dan subjek baru serta mencari cara lain dalam mengungkapkan pernyataannya melalui cara yang khas atau berani mengurangi keakuratan perspektif.

Selain periodisasi waktu yang jelas, sikap Manet juga dapat dijadikan sebagai salah satu ciri dari karya seni rupa modern.

Perkembangan Seni Rupa Modern

Terdapat beberapa perkembangan dari seni rupa modern yang dibedakan lewat beberapa tahun perjalanannya. Berikut beberapa perkembangannya yaitu :

  • Masa Perintis

Tahun 1807 sampai dengan 1880.

  • Masa Persagi

Tahun 1938 sampai dengan 1942.

  • Masa Seni Lukis

Indonesia Jelita di tahun 1920 sampai dengan 1938.

  • Masa Kemerdekaan

Tahun 1945 sampai dengan 1950.

  • Masa Penduduk

Tahun 1942 sampai dengan 1945.

  • Masa Pendidikan Seni Rupa dalam Pendidikan Formal,

Tahun 1950.

  • Masa Seni Rupa Baru di Indonesia (Postmodern)

Tahun 1974, di zaman ini kebebasan semua seniman terutama pelukis yang dapat dengan leluasa dalam mengekspresikan sejumlah ide-ide yang mereka punya.

Ciri-ciri Seni Rupa Modern

Bagi Anda yang mungkin sedang menggeluti bidang seni, tentunya Anda harus paham betul, mulai dari jenis seni, sejarahnya, bagaimana spesifiknya dan pengertiannya serta ciri-cirinya.

Ada beberapa ciri-ciri yang perlu Anda tahu yang terdapat pada seni rupa modern ini, diantaranya :

  • Lebih minimalis.
  • Juga lebih rasionalitas.
  • Bersifat universal dan kreativitas.
  • Tidak mempunyai beberapa unsur ornamen.
  • Seni ini mempunyai sejumlah bentuk dominan geometris.
  • Bersifat orisinalitas maupun murni.
  • Mempunyai penguatan terhadap konsepnya.
  • Untuk fungsional lebih diprioritaskan.
  • Jenis seni ini tak terikat pada sejumlah pakem tertentu.
  • Seni modern, memutuskan hubungan dengan sejarah.
  • Memiliki konsep yang tercipta dan berbasis pada sebuah filosofi. Akan tetapi, jangkauan penjabaran visualisasinya yang memang tidak mempunyai batasan.

Sifat Seni Rupa Modern

Setelah mengetahui beberapa ciri dari seni rupa modern, Anda juga perlu paham terkait sifat maupun unsurnya. Berikut sifat maupun unsur-unsurnya yang diantaranya :

  • Orisinal.
  • Pembaruan yang inovasi.
  • Eksperimental.
  • Sanggup mengusung nilai-nilai yang baru (Novelty).

Aliran Seni Rupa Modern

Pada aliran seni rupa modern lainnya terus bermunculan dan berkembang setelah pergerakan oleh para impressionist. Sehingga beberapa diantaranya saling berdialog satu sama lain.

Terdapat juga aliran yang saling mengembangkan dan saling bertentangan.

Berikut ini adalah tabel periodisasi aliran seni rupa modern Barat :

Pada Tahun 1870 Hingga 1930

AliranTahun
Impresionisme1870 – 1892
Simbolisme1880 – 1910
Post Impresionisme1880 – 1914
Fauvisme1899 – 1908
Ekspresionisme1905 – 1933
Kubisme1907 – 1922
Futurisme1909 – 1920
Suprematisme1913 – 1920
Bauhaus1919 – 1933
Surealisme1924 – 1966
Sosial Realisme1929 – 1950

Pada Tahun 1940 Hingga 1980

AliranTahun
Abstrak Ekspresionisme1943 – 1965
Color Field Painting1940 – 1960
Kinetic Art1954
Optical Art1964
Pop Art1950 – 1970
Minimalisme1960

Contoh karya aliran seni rupa modern pun bisa ditemukan disana, tentunya dimulai dari aliran impresionisme.

Unsur Unsur Modernisme

  • Eksperimen
  • Pembaruan (Inovation)
  • Kebaruan (Novelty)
  • Orisinalitas.

Fungsi dan Tujuan Seni Modern

Dengan munculnya seni rupa modern tentunya memberikan berbagai manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Terdapat berbagai manfaat, tujuan, dan fungsi pembuatan dari seni rupa modern ini, antara lain:

  • Memberikan warna baru dalam pemenuhan kebutuhan fisik dan psikis manusia. Kebutuhan fisik manusia dilengkapi dengan kemunculan bentuk-bentuk dan desain arsitektur baru seperti: alat-alat transportasi, rumah, fashion dan lainnya.
  • Sementara kebutuhan psikis manusia dipenuhi dengan kemunculan aliran-aliran seni rupa baru, misalnya dalam seni lukis ataupun cabang seni rupa lainnya.
  • Dapat meningkatkan kepopuleran untuk para seniman. Hal ini disebabkan karena setiap karya yang sudah diciptakan dengan nama seniman pembuatnya yang selalu dicantumkan.
  • Penemuan baru hasil dari eksperimen para seniman modern tersebut dapat memberikan rakyat banyak pilihan dalam penentuan karya seni yang disukai.

Akhir dari Seni Rupa Modern

Gustave Courbet merupakan seorang pionir realisme dari Perancis yang pernah berharap supaya museum-museum ditutup saja sekurang-kurangnya 20 tahun lamanya.

Agar setiap para seniman muda tidak sempat berdialog terhadap karya-karya yang ada di dalamnya.

Dia pun berkeinginan supaya apa yang pernah diciptakan orang lain tidak mempengaruhi pelukis terhadap generasi berikutnya.

Walaupun dia dimasukan ke dalam periode pra-Modern, Dia sudah memperlihatkan sikap modern yang ingin menghilangkan pengaruh tradisi.

Sehingga yang ditakutkan akan menghambat kreativitas dan inovasi seniman, walaupun mungkin idenya agak terdengar sedikit radikal.

Maka sikap seperti itulah yang menjadi pembeda antara seniman modern dan tradisional.

Karena sikap batin yang selalu ingin sesuatu yang hal baru dan berbeda dengan yang lain.

Kreativitas sangat di pentingkan dalam seni moden, sehingga dalam kretivitas ini berkembang lah sifat-sifat orisinalitas, kepribadian individu, kesegaran, dan lain sebagainya.

Dengan melakukan Apapun yang diperlukan dan selalu terus bereksperimen.

Para seniman modern sangat menghargai dan mengejar-ngejar nilai-nilai tersebut yang singkat kata boleh disebut sebagai nilai kebaruan (novelty).

Jadi apakah itu orisinalitas?

Bukankah manusia merupakan makhluk mimesis?

Semua yang kita lakukan adalah dengan meniru apa yang sudah dilakukan oleh orang lain sebelumnya, misanyal : orangtua.

Apakah benar ada hal yang disebut original?

Adakah hal baru yang bisa tercipta di dunia ini?

Selama ini manusia terus meniru dan memanfaatkan alam dalam menciptakan sebuah inovasi yang digunakannya. Meski tampak canggih atau modern, akan tetapi pada intinya kita tetap mencontek alam dunia.

Itulah yang menjadi salah satu pertanyaan yang sering muncul di akhir masa modernisme dan sekaligus menjadi kemunculan seni rupa kontemporer.

Saat kritik postmodernisme hadir dan memberikan berbagai pilihan perspektif yang baru.

Yuk..! Kenalkan beberapa tradisi kesenian dari Jawa Tengah.

Seniman Seni Rupa Modern Indonesia

1. Affandi Koesoema

seniman affandi koesoema
an1mage.org

Affandi merupakan sosok seniman penghayat yang mudah terharu. Sekaligus petualang yang hidup penuh dengan vitalitas.

Objek-objek rongsok dan jelata selalu menggugah empatinya dalam menjadikan sebuah kreativitas.

Dalam berbagai pernyataan dan lukisannya, Dia sering menyebutkan bahwa matahari, tangan dan kaki adalah simbol kehidupannya.

  • Matahari yaitu manifestasi dari semangat hidup.
  • Tangan adalah menunjukkan sikap yang keras dalam berkarya dan merealisir segala idenya.
  • Kaki merupakan ungkapan simbolik dari motivasi supaya terus melangkah maju dalam menjalani kehidupan.

2. Raden Saleh (1807 – 1880)

seni rupa modern raden saleh
wikimedia.org

Raden Saleh juga terkenal akan bingkai seni romantisismenya.

Akan tetapi Dia juga mempunyai tema lukisan yang sangat bervariasi, dramatis dan memiliki élan vital yang tinggi.

Karya beliau tidak hanya sebatas pemandangan alam saja.

Namun juga ada kehidupan manusia dan binatang yang sedang bergulat dalam sebuah tragedi.

Adapun beberapa karya dari Raden Saleh yaitu seperti lukisan :

  • Een Boschbrand (Kebakaran Hutan).
  • Lukisan Een Overstrooming op Java (Banjir di Jawa).
  • Een Jagt op Java (Berburu di Jawa).
  • Gevangenneming van Diponegoro (Penangkapan Diponegoro).

3. Kartono Yudhokusumo

seni rupa modern kartono yudhokusumo
kebudayaan.kemdikbud.go.id

Kartono merupakan seorang pelopor pada genre lukisan dekoratif yang ada di Indonesia.

Perkembangannya diawali dari lukisan-lukisan realisme dengan memanfaatkan warna-warna bebas.

Besar kemungkinan tokoh sentral yang ada dalam karya beliau adalah manifestasi dunia ide yang dimunculkannya.

Namun, kebanyakan genrenya adalah corak dekoratif.

Ada pula kesadaran bahwa alam adalah kosmos dan manusia hanya titik bagian dari padanya.

Oleh karena itu, dalam lukisannya, ego dari sang pelukis yang begitu ideal pun, hanya diletakkan dalam bagian yang kecil. Dari sudut lukisan yang sarat terhadap objek dan kaya akan warna. 

4. Mooi Indie (Hindia Molek)

seni rupa modern mooi indie
medium.com

Pengertian:

Mazhab ataupun cara pandang kolonialisme Belanda terhadap negeri jajahannya yaitu Hindia Belanda atau Indonesia yang diasumsikan sebagai alam pedesaan yang damai, adem dan harmonis.

Tema seni lukis Mooi Indie yaitu Lanskap ataupun Pemandangan Alam.

Latar Belakang:

  • Adanya upaya dari pemerintah kolonial Hindia Belanda dalam menciptakan Hindia Belanda yang adem, damai tanpa adanya pemberontakan.
  • Terdapat juga pengaruh penelitian dari Wallace yang menyebutkan nusantara adalah negeri yang tidak cepat untuk berubah.
  • Ketertarikan antara seniman Eropa mengenai keindahan alam di Indonesia.
  • Adanya usaha oleh pemerintah Hindia Belanda dan pelukis-pelukis asing dalam mengeksploitasi keindahan alam nusantara supaya dijual kepada turis.

Ciri-ciri Seni Lukis Mooi Indie:

  • Objek lukisan yang didominasi adalah unsur gunung, sawah, pepohonan, dan juga terkadang air.
  • Cahaya dan warna-warni alam dilukis serupa mungkin dengan yang aslinya.
  • Dengan melebih-lebihkan suasana alam yang sedang dilukis.

Tokoh-tokoh Pelukis Mooi Indie:

  1. A AJ Payen
  2. R. Abdullah Suriosubroto
  3. Arie Smith
  4. Mas Pirngadi
  5. Raden Saleh
  6. Wakidi
  7. Van Dick

Pengaruh Mooi Indie :

  • Melahirkan seniman yang bercorak pada naturalis dan realis. Contohnya seperti  R. Basuki Abdullah dan RM Sayid.
  • Kemudian melahirkan corak lukisan Sokaraja Banyumas.
  • Memperkaya akan corak seni lukis Bali.
  • Mendatangkan penentangan terhadap Mooi Indie dengan dipelopori oleh  S. Sudjojono sehingga lahirlah PERSAGI (Persatuan Ahli gambar Indonesia).

5. PERSAGI

seni rupa modern s sudjojono
dictio.id

Masa Cita Nasional Bangkitnya kesadaran nasional yang dipelopori oleh Boedi Oetomo di tahun 1908.

Seniman S. Sudjojono, Surono, Abdul Salam, Agus Djajasumita lalu mendirikan PERSAGI (Persatuan Ahli Gambar Indonesia).

Perkumpulan pertamanya yakni berada di Jakarta.

Berusaha dalam mengimbangi lembaga kesenian asing Kunstring yang sanggup menghimpun lukisan-lukisan yang bercorak modern.

PERSAGI juga berupaya dalam mencari sekaligus menggali nilai-nilai yang mencerminkan kepribadian Indonesia yang sebenarnya.

Berikut adalah karya-karya seni lukis pada masa PERSAGI yaitu :

Agus Djajasumita

  • Barata Yudha,
  • Arjuna Wiwaha,
  • Nirwana,
  • Dalam Taman Nirwana.

S. Sudjojono

  • Djongkatan,
  • Didepan Kelambu Terbuka,
  • Mainan,
  • Cap Go meh.

Otto Djaya

  • Penggodaan,
  • Wanita Impian.

Hasil karya mereka tersebut mencerminkan :

  • Lebih mementingkan nilai-nilai psikologis.
  • Temanya adalah perjuangan rakyat.
  • Tak terikat terhadap objek alam yang nyata.
  • Mempunyai kepribadian Indonesia.
  • Didasarkan oleh semangat dan keberanian.

6. Achmad Sadali (1924 -1987)

karya seni achmad sadali
thinkarchipelago.files.wordpress.com

Lukisan Achmad Sadali yakni bernama “Gunungan Emas” di tahun 1980 merupakan salah satu ungkapan dengan mewakili pencapaian nilai religiusitasnya.

Sebagai seorang pelukis abstrak murni, Sadali memang telah terlepas dari representasi bentuk alam.

Namun, dalam bahasa visual, semua bentuk karya yang dihasilkan oleh seniman dapat dibaca dengan berbagai tingkatan penafsiran.

Pada usia peradaban yang ada, manusia sudah bangun dari bawah alam sadarnya dengan tanda-tanda yang secara universal bisa membangkitkan spirit tertentu.

Warna berat, noktah, lubang, dan juga guratan-guratan pada bidang bisa mengingatkan kepada citra misteri, arkhaik, serta kefanaan.

Tanda segitiga, pada konstruksi piramida memberikan citra terkait religiusitas.

Sehingga lebih jauh lagi lelehan emas dan guratan-guratan kaligrafi Al Qur’an tersebut dapat memancarkan aura spiritualitas islami.

Semua tanda itu ada dalam lukisan-lukisan Sadali.

Sehingga ekspresi yang timbul yaitu kristalisasi perenungan dari nilai-nilai religius, misteri dan kefanaan.

Contoh Seni Rupa Modern

Sejumlah contoh dari seni rupa modern sekarang ini terkenal dengan beberapa lukisan.

Diantara adalah sejumlah contoh karya seni yang berupa lukisan seperti :

1. Lukisan Affandi Koesoema

lukisan affandi koesoema
an1mage.org

Lukisan Affandi memang cukup terkenal yakni dengan menampilkan sosok pengemis yang merupakan sebuah pencapaian gaya pribadi yang agak kuat.

Dalam lukisan Affandi tersebut, menggambarkan sosok tubuh yang telah renta atau seorang pengemis yang duduk dan menunggu adanya santunan dari beberapa orang yang melewatinya.

2. Lukisan Kartono Yudhokusumo

lukisan kartono yudhokusumo
downloadberbagiilmu.blogspot.com

Untuk karya lukisan ini diberi judul sebagai Melukis di Taman yang mempunyai corak cukup dekoratif bahkan sanggup menggambarkan jiwa dari lukisan tersebut.

Semua objek pemandangan ini digambar dengan cukup detail yang ada di depan mata hingga latar yang cukup jauh.

3. Lukisan Raden Saleh

lukisan raden saleh
lukisanku.id

Untuk lukisannya diberi judul yaitu Badai yang merupakan sebuah ungkapan yang khas.

Pada alirannya tersebut, seniman sendiri ingin menunjukkan gejolak jiwanya yang terombang-ambing antara keinginan untuk menghayati.

Serta menyatukan dunia ideal dengan dunia nyata yang sering kali rumit dan terpecah belah.

Berikut diantaranya terdapat dalam lukisan-lukisan oleh seniman tanah air seperti :

  1. Raden Saleh
  2. Abdulah Sr, Syarif Bustaman
  3. Pirngadi, Wakidi
  4. Basuki Abdullah
  5. Wahid Somantri
  6. S. Sujoyono
  7. Agus Jaya Suminta
  8. Ramli
  9. Otto Jaya S
  10. Tutur
  11. Abdul Salam, serta
  12. Emira Sunarsa.

Sebelumnya, Genemil juga sudah pernah menulis mengenai kesenian upacara adat di Indonesia. Ada banyak cerita menarik dari sana yang bisa Anda petik. Anda bisa membacanya setelah selesai membaca artikel ini.

Penutup

Demikianlah penjelasan yang dapat Genemil sampaikan mengenai definisi seni rupa modern, sejarah, perkembangan, ciri-ciri, aliran seni rupa beserta dengan gambarnya.

Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi saya dan pembaca sekalian.

Cukup sekian dan terima kasih!

Leave a Comment